Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Getaran Cinta


__ADS_3

Saat Azizah ingin mengucapkan sesuatu, ponsel di tangan Alfa berdering. Satu panggilan dari seseorang masuk.


📲 drutt.... drut....


Tapi Al malah mematikan ponselnya.


"Siapa mas.. kok gak di jawab..? " tanya Azizah pelan.


"E.. enggak. Bukan siapa-siapa. Cuma temen di kampus. " jawab Al mencoba menghindar.


"Ya kan kalau temennya Mas. Mas angkat , siapa tau penting. "


"Enggak kok. Biasa kadang cuma ngajak ngobrol saja. " Elak Al. "Oh ya, kamu tadi mau bilang apa..? " sambung Al mengingatkan perkataan Azizah tadi yang belum selesai.


"Ak... " Lagi-Lagi suara Azizah terpotong.


Tok.. tok..


Tiba-tiba suara pintu kamar di ketuk oleh seseorang.


"Sebentar ya. Aku buka pintu dulu." Al sambil beranjak membuka pintu.


Terlihat oleh Azizah , seorang pelayan Hotel. Setelah terdengar bicara dengan Al. Pelayan tadi keluar dan Al kembali dan menutup pintu kamar mereka.


Di tangan Al sudah terlihat makanan. Lalu di letakkan di meja sebelah pintu kamar.


"Kita makan dulu ya. Aku sudah lapar. " Ajak Al sambil membuka makanannya.


Azizah turun dari ranjang dan duduk di sofa di samping Al.


"Aku gak tau kesukaan kamu. Jadi aku sengaja pesan makanan ini. Kalau kamu gak suka, bilang saja biar aku pesankan lagi. " sambil menyodorkan Nasi dan Ayam Crispy dan yang lainnya.


"Enggak papa. Ini aku juga suka kok mas. "


Kemudian kedua nya makan bersama-sama.


***


Sementara di kamar hotel yang satunya terlihat Sonya sedang berdandan. Dan sudah menggunakan baju tidurnya untuk malam pertamanya dengan Ilham.


"Mas .. "


"Iya Sayang. " sambil Ilham melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.


"Aku lagi mikirin Al mas.. " Wajahnya terlihat gelisah.


"Kenapa kok mikirin Al..? " tanya Ilham yang belum tahu bahwa pernikahan Al dan Azizah adalah sebuah perjodohan.


"Iya, takut saja mas.. " Sonya tak membeberkan semua masalah adiknya.

__ADS_1


"Ya gak papa Sayang. Al kan sudah dewasa. Sudah, gak usah di buat gelisah. " Bujuk Ilham sambil mencumbunya.


"Ih.. Geli mas... " Sonya terlihat malu dan pipinya merona.


***


Sementara Al dan Azizah selesai makan. Azizah terlihat membersihkan meja. Sedang Al kembali duduk di ranjangnya dan memainkan ponselnya.


Selesai makan Azizah ke kamar mandi untuk membersikan wajah dan menyikat giginya.


Saat Azizah membuka pintu kamar mandi Al terlihat menatap ke arahnya. Dua pasang mata itu terlihat beradu pandang. Yang membuat kedua nya kikuk.


Dengan cepat Azizah mengalihkan pandangannya. Begitupun dengan Al.


"Kalau kamu capek , istirahat saja. " Suara Al terdengar saat Azizah mulai duduk di ranjang.


"Iya mas. " jawabnya.


Azizah kali ini tak banyak berharap. Karena, dia juga sadar bahwa pernikahan ini adalah hasil dari perjodohan. Jika ia terlalu menyimpan harapan untuk suaminya itu. Ia takut jika suaminya belum bisa menerimanya.


Lalu ia membaringkan tubuhnya di samping Al. Dan mungkin karena badannya yang terasa capek, dengan mudah ia terlelap dalam tidurnya.


Sedari tadi Al terus memandang wajah cantik istrinya. Wajahnya yang teduh dan kalem itu membuatnya tak mampu teralihkan. Sebenarnya ia sangat ingin menyentuh dan merasakan bibir merah marun Azizah. Yang tampak manis bagi Al.


Al pun berlahan-lahan membaringkan tubuhnya, di samping Azizah. Wangi nan harum bunga Jasmin dari tubuh Azizah seakan merasuk ke ciuman Al. Rasanya benar-benarnya tak mampu membuatnya tertidur. Ingin sekali rasanya menikmati tubuh wangi dan harum ini.


Ia terlihat menelan saliva nya. Dia berusaha untuk mengalihkan pikirannya.


Beberapa menit ia mencoba tertidur. Tapi matanya dan fikirannya tak dapat untuk di ajak terlelap.


Kemudian ia terbangun dari ranjang. Dan duduk di samping Azizah, ia lihat Azizah tak memakai selimut . Ia bangun dan memakaikan Azizah selimut. Dan tanpa ia sadari ia mendekatkan wajahnya pada wajah cantik di depannya itu. Dan pada saat bersamaan, Azizah membuka matanya. Karena merasakan hembusan nafas di arah wajahnya. Betapa terkejutnya Azizah hingga membuat Al ke bingungan.


"Mas.... Ngapain...? " wajah Azizah terlihat gugup dan memerah semu,


"em.. itu tadi ada nyamuk di pipi kamu. Mau aku usir takut kamu kaget. " Al menghindari tatapan Azizah. Karena wajah Al sendiri sudah merah karena merasa gugup.


Kemudian Al berlalu menuju kamar mandi. Hanya untuk menghindari rasa malu kepada Azizah.


Azizah pun merasakan getaran aneh di jiwanya, saat wajahnya berhadapan sangat dekat dengan Al. Desiran-desiran lembut menyusup ke relung hatinya.


Kemudian ia memegang selimut yang ia kenakan di tubuhnya saat ini. Ia merasa bahwa ia tak berselimut. Mungkin kah Al yang menyelimutinya..?


Saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Ia cepat- cepat memejamkan matanya. Namun, ia sedikit melirik sang suaminya saat berjalan. Rupanya Al terus menatapnya.


"Aish... kenapa ini jantungku berdegub lebih kencang.. ? " batin Azizah.


Azizah merasakan Al membaringkan tubuhnya di sampingnya. Dan juga terasa bahwa Al sedikit menarik selimut yang ia kenakan. Jantungnya semakin tak terkontrol. Ia juga panik, takut Al mendengar detakkan jantungnya.


Sedang di balik sisi selimut Al pun sama . Rasa yang bergejolak , membuat matanya menolak untuk terpejam.

__ADS_1


Namun, tak ada suara dari keduanya. Keadaan seperti membeku. Mereka berdua saling berkutat dengan pikirannya masing-masing.


Hingga rasa kantuk dari keduanya kembali menyerang dan membuat keduanya terlelap dalam mimpi-mimpinya.


***


Udara pagi yang segar dari jendela balkon kamar menyeruak ke seluruh ruangan kamar hotel. Azizah terlihat mengemas semua barang-barangnya dan milik Al.


"tok.. tok.. "


Suara ketukan pintu terdengar dan Azizah bergegas membuka pintu. Terlihat Kak Sonya berdiri di ambang pintu, dengan senyum manisnya.


"Boleh kakak masuk dik. ? " Tanya kak Sonya.


"Silakan kak... " Azizah sambil melebarkan pintu nya.


"Loh, kamu mau kemana dik.. ? " tanya kak Sonya melihat koper sudah rapi di ranjang nya .


"Mau pulang kak. Ini nungguin mas Al keluar ke parkiran mobil. " Jawab Azizah .


"Kalian mau langsung pulang. Gak sekalian Hany moon dulu gitu dik. ? " Pertanyaan Kak Sonya membuat Azizah malu dan tak mampu menjawab dan hanya tersenyum.


"Dik kakak mau tanya boleh..? " Sonya terdengar ragu-ragu.


"Apa kak..?


" Kakak... " Suara Alfa mengagetkan Sonya dan juga Azizah.


"Kakak mau pulang bareng kita..? " sambung Alfa. Dan membuat kak Sonya tak meneruskan pertanyaannya pada Azizah.


"Gak. Kakak mau di sini dulu sama mas Ilham. Soalnya mas Ilham gak bisa ngajak kakak Hany moon ke luar negri. Jadi ya sudah kita di sini saja dulu. " Jawab kak Sonya.


"Lah Adik sama Azizah kok mau pulang. Gak hany moon dulu " Sambung kak Sonya sambil tersenyum.


Wajah Al dan Azizah sama-sama terlihat memerah, karena malu.


"Kita.... " Suara Al dan Azizah nyaris bersamaan. Keduanya pun saling berpandangan merasa suara mereka hampir bersamaan.


"Ih... Kalian ya... jawab kakak saja bersamaan. Romantis deh.. " ledek kak Sonya.


"Aish, apaan sih kak. Ya sudah kalau kakak gak pulang. Kami pulang dulu. Keburu siang kak." Ucap Al berdengus kesal sambil menarik kopernya.


"Kita balik dulu ya kak.. " Azizah sambil menyalami kakak iparnya itu.


"Assalamualaikum.. "


"Waalaikumsalam dik.. "


***

__ADS_1


__ADS_2