Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Kehamilan ke Dua


__ADS_3

Pagi pun tiba dengan kehangatan sang mentari, menerobos pelan masuk ke dalam sela-sela ruangan kamar Al. Sinarnya mengganti sang gelap dengan penuh Cinta.


"Hari ini, dokter Riska mau kesini Mas.. " Ujar Azizah di depan cermin.


Al pun berjalan menghampiri Azizah. Mengalungkan tangannya pada wanita yang sangat ia cintai itu.


Ia meletakkan kepalanya di atas kepala sang istri, yang sudah rapi dengan pasmina navy nya.


Rasa bahagia nya tak dapat di tutupi lagi. Ia mengecup kepala istrinya.


"Makasih ya sayang.. " Suara Al pelan di telinga istrinya.


Azizah pun mengangguk dan tersenyum kecil.


"Ayo sarapan Sayang. Baby ku harus cukup asupan. " Al tersenyum dan mengulurkan tangan pada Azizah.


Keduanya pun turun ke bawah dan sarapan dengan Mama dan Papa.


____


"Hari ini kamu gak ke kantor Al..? " Tanya Mama Ratih yang melihat Al belum bersiap ke kantor.


"Hari ini Al, izin Ma. Gak masuk dulu. " Seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Loh, kenapa Al. Kamu gak papa kan. " Tanya Mama Ratih sedikit cemas.


"Enggak Ma.. Al gak papa.. " Jawab Al .


"Em... "


_____


Selesai sarapan Azizah kembali ke kamarnya, karena rasa sakit yang selalu ia rasakan di bagian perut dan panggulnya, terasa lagi. Ia selalu berusaha menutupi rasa sakit itu. Agar Al atau pun Mama Ratih tidak mengkhawatirkan keadaannya.


Sedang Al duduk di ruang tengah, memainkan handphone nya. Lalu Mama Ratih menghampiri dan duduk di dekatnya.


"Al.. " Sapa Mama,


Al pun menoleh ke arah Mamanya.


"Iya Ma.. "


"Mana Azizah.? " Tanya Mama Ratih .


"Ke kamar Ma. "


"Oh.. "


Tak selang lama, suara bel pintu terdengar. Cepat-cepat bi Ijah membukakan pintu. Mama pun ikut keluar melihat, siapa yang bertamu di pagi hari. Ternyata dokter Riska.


"Selamat pagi bu.. " Sapa dokter Riska pada Mama Ratih.


"Iya dok. Silakan masuk dok.. " Ucap Mama.


"Iya Bu, Saya ada perlu sama mbak Azizah bu.. " Ucap dokter Riska ramah.

__ADS_1


"Oh, iya... Saya panggilkan dulu ya dok. " Ucap Mama Ratih.


"Dokter silakan duduk dulu. " Sambung Mama Ratih.


"Ma... Suruh ke kamar saja dokter Riska. " Ucap Al seraya menghampiri keduanya.


"Ke kamar...? " Mama pun heran.


"Iya bu, saya kesini mau memeriksa mbak Azizah. " Jelas dokter Riska.


"Loh. Al, Azizah sakit..? " Mama pun balik bertanya pada Al.


"Enggak Ma.. Azizah gak papa.. Sudah nanti Mama juga tau. " Ucap Al membuat Mama Ratih tambah bingung.


"Ayo dok, keatas.. " Sambungnya mengajak dokter ke kamarnya.


___


Ceklek..


Al membuka pintu kamarnya dengan lebar, terlihat olehnya Azizah sedang duduk bersandar di tepi ranjang.


Melihat siapa yang datang. Azizah pun beranjak dan berdiri. Berusaha menutupi rasa sakit yang sedang ia rasakan.


"Dok... " Ucapnya pelan.


"Iya Mbak Azizah. " Dokter Riska pun menaruh tasnya di meja sofa . Lalu menghampiri Azizah.


"Gimana keadaan mbak Azizah..? " Tanya dokter Riska seraya ikut duduk di ranjang Azizah.


Mama Ratih pun ikut masuk ke kamar.


Setelah beberapa saat dokter Riska memeriksa kandungan Azizah,


"Selamat ya Mbak Azizah , Mas Al. " Ucap dokter Riska dengan senyum mengembang .


"Menantu saya hamil dok.. ? " Mama Ratih tak dapat menahan pertanyaannya.


"Iya bu, kandungannya sudah sekitar 9 minggu. " Jelas dokter Riska.


"Alhamdulillah Sayang, kamu hamil. " Mama Ratih pun menghampiri Azizah dan mencium kening menantunya.


"Dok, tapi bagaimana ke adaan bayinya. " Tanya Al dengan cemas.


"Mas Al tidak usah cemas ya. Kandungannya sudah mulai kuat tetapi harus tetep di ingat. Mbak Azizah tidak boleh sampai kecapean atau mengalami stres dan tekanan apapun. " Jelasnya seraya merapikan peralatannya.


"Ini ada resep Vitamin yang harus di tebus ya Mas Al. " Sambung dokter Riska seraya mengulurkan tangannya .


"Iya dok. "


"Pasti dok. Kami akan menjaga Azizah dan bayinya. " Ucap Mama Ratih seraya mengelus punggung tangan menantunya.


"Dan nantinya saya yang akan kesini, mengecek kondisi mbak Azizah. Jadi mbak Azizah tidak usah ke tempat saya. Untuk menghindari aktivitas berlebihan. "


"Terima kasih banyak dok.. "

__ADS_1


"Iya mbak, bu.. " Seraya menyambar tas nya.


"Kalau begitu saya pamit dulu ya mbak Azizah. " Sambungnya.


Mama pun mengantar Dokter Riska untuk turun.


_____


Sekembalinya Mama Ratih mengantar dokter Riska, beliau duduk di samping sang menantu yang sedang bersandar di tepi ranjang.


"Mama bahagia sekali sayang. Jaga dirimu dan bayimu baik-baik ya sayang. " Ucap Mama lembut seraya mengelus punggung tangan menantunya.


Azizah mengangguk dan tersenyum. Hatinya merasa terharu dan bahagia. Akhirnya ia benar-benar positif hamil untuk yang kedua kalinya. Kali ini ia berjanji pada dirinya, untuk menjaga bayinya sampai waktunya ia melahirkan.


Walau terkadang, rasa sakit sering melandanya. Namun, ia tak memberi tahu siapa pun, akan hal itu. Agar tidak ada yang mengkhawatirkan nya secara berlebihan. Terlebih jika Al mengetahui, itu akan mematahkan semangat Al, untuk memperjuangkan kehamilannya.


"Sayang, Abi sama Ummi mu sudah tahu..? " Tanya Mama Ratih .


"Belum Ma, biar nanti Azizah telfon Ummi. " Jawabnya.


"Iya Sayang. Kalau menurut Mama, biar Ummimu saja yang kesini ya. Kata dokter Riska juga, kamu gak boleh terlalu capek . Jadi mulai sekarang kamu di rumah saja ya Sayang. Jika ada sesuatu, bilang sama Mama atau sama Al. Mama gak mau terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. " Jelas Mama Ratih.


"Iya Ma.. "


"Kamu buat istirahat Sayang. Mama hari ini ada janji, mau antar kak Sonya sama Baby Queen imunisasi. "


"Iya Ma.. Salam ke Kak Sonya ya Ma.. "


"Iya Sayang. "


Mama Ratih pun keluar dan berlalu meninggalkan Al dan Azizah.


Sejurus kemudian Al mendekat ke arah istrinya.


"Sayang, kamu mau apa. Biar mas belikan.? " Tawar Al.


"Enggak Mas.. " Azizah menggelengkan kepalanya.


"Aku cuma mau rebahan saja. " Sambungnya seraya memposisikan tubuhnya di atas tempat tidur. Rasa sakit itu, akan sedikit berkurang jika ia pakai untuk rebahan.


"Eum... Ya sudah kamu istirahat. " Seraya menyelimuti tubuh istrinya.


"Sayang, aku mau kebawah ya. Mau cuci motorku . "


"Gak nyuruh pak darno saja Mas...? " Tanya Azizah.


"Gak Sayang. Kalau motorku, aku biasa cuci sendiri. Soalnya takutnya nanti kurang hati-hati.. "


"Eum... "


"Gak papa kan Mas tinggal sebentar. Habis ini mas temani seharian. " Bujuk Al..


"Iya gak papa.. Aku juga mau istirahat mas . "


"Ya sudah Sayang. " Al mengecup kening istrinya, lalu beranjak keluar dan menutup pintu dengan pelan.

__ADS_1


Sedang Azizah pun berusaha melawan rasa nyeri di area panggulnya dan berusaha untuk tertidur


________


__ADS_2