
Sudah hampir satu bulan itu semenjak kecelakaan. Kini kondisi Azizah pun sudah kembali normal. Dan sudah tak perlu kontrol ke dokter lagi.
Hari ini, ia berpamitan. Izin keluar sebentar pada Al.
Sambil merapikan tempat tidurnya. Saat Al hendak ke kantor.
"Mas.. Aku izin keluar sebentar ya hari ini. " Ujarnya sambil mengganti sprei di kamarnya.
Sedang Al duduk di sofa sedang mengenakan sepatunya.
"Mau kemana Sayang.? " Tanya Al.
"Eum.. " Ia terdiam tak jadi meneruskan ucapannya.
Ia masih takut Al akan melarangnya. Menemui dokter Riska.
"Mau kemana.? " Tanya Al kembali sambil bangkit dari duduknya dan menata tas kecilnya.
"Aku mau ke tempat Dokter Riska Mas. " Jawabnya pelan.
"Dokter Riska...? " Al bertanya lagi.
"Iya . "
"Mau ngapain kesana.? " Al sepertinya mulai menginterogasinya.
"Mas. Aku ke sana untuk berkonsultasi dengan dokter Riska. " Jawab Azizah.
"Kalau gitu Mas anterin. " Jawabnya padat.
"Aku di antar mang jono saja. Mas Al kan mau ke kantor. "
"Tapi Sayang. "
"Gak papa Mas, Aku bisa jaga diriku. " Ucap Azizah menyakinkan.
Entahlah sejak kejadian itu, hati Al selalu di landa kecemasan. Apalagi saat Azizah ingin keluar dan tak bersamanya.
"Sudah siap..? " Tanya Azizah pada Al yang terlihat terdiam.
"Eum.. Sudah. Ayo turun kita sarapan bareng . " Ajak Al yang kemudian di ikuti Azizah di belakangnya.
_______
"Assalamualaikum dok. " Suara pelan Azizah seraya membuka pintu dokter Riska.
"Waalaikum salam. Ayo masuk mbak Azizah. " Jawab dokter Riska. " Silakan duduk. " Sambungnya.
"Terima kasih dok, " Azizah pun duduk di depan dokter Riska.
__ADS_1
"Bagaimana kondisi Mbak Azizah sekarang.? " Tanya dokter Riska dengan ramah.
"Alhamdulillah, sudah sangat baik dok. Makanya saya kesini. Ingin memeriksakan masalah rahim saya dok. Jika memang sudah boleh dan bisa, saya bermaksud untuk progam hamil kembali dok. " Jelas Azizah mengenai kedatangannya ke sini .
"Iya.. Kalau begitu kita langsung saja memeriksakan Mbak Azizah. " Jawab Dokter Riska. "Mbak Azizah boleh berbaring di ranjang pasien. " Sambung dokter Riska.
Selepas itu dokter Riska, mulai memeriksa kondisi rahim Azizah.
Sekitar 30 menit berlalu. Azizah kembali duduk di depan meja dokter Riska.
"Mbak Azizah. "
"Iya dok.. "
Huuuffttt... Dokter Riska terlihat menghela nafasnya.
"Begini. Untuk saat ini kondisi Rahim Mbak Azizah. Belum bisa di katakan normal. Tapi jangan khawatir, ini biasanya tidak lama. "
"Jadi kandungan Saya dok..? "
"Iya kandungan Mbak Azizah, masih lemah. Jadi progam hamil untuk Mbak Azizah, belum bisa kami terapkan.." Penjelasan dari dokter Riska. Rasanya membuat Azizah kembali terpuruk.
"Tapi, Jangan menyerah ya. Tidak ada wanita di dunia ini yang tidak bisa hamil. Selama rahimnya masih berada di dalam perutnya. Saya akan membantu Mbak Azizah. Kita akan memulihkan dulu kondisi rahim mbak Azizah. " Ucap dokter Riska memberi penjelasan yang mungkin dapat menenangkan hati Azizah.
"Lalu saran dokter Riska, apa yang harus saya lakukan saat ini. ? "
"Dok, tapi harapan itu jelas masih adakah..? " Tanyanya penuh khawatir.
"Tentu Mbak Azizah. Saya akan selalu mendukung jika memang Mbak Azizah mau berusaha. " Jawab dokter Riska meyakinkan Azizah.
"Iya Dok. Terima kasih banyak Dok.. " Ucapnya penuh kemantapan.
"Kalau begitu saya pamit dok. " Sambungnya setelah menerima resep dari dokter Riska.
"Iya Mbak Azizah. "
"Assalamualaikum.. "
"Waalaikum salam. "
________
Selepasnya dari dokter Riska. Azizah minta di antarkan ke rumah orang tuanya.
"Pak Jono. Antar saya ke rumah Umi dulu ya. Tadi saya sudah minta izin sama Mas Al. Di perbolehkan. " Ucapnya pada Pak Jono, setelah masuk ke dalam mobil.
"Iya Non. "
Satu jam lebih perjalanan, akhirnya ia sampai di rumah Umi. Terlihat sepi. Ia pun cepat-cepat turun dan melangkah ke arah pintu. Kemudian ia mengetok pintu.
__ADS_1
"Tok.. tok.. tok.. "
Setelah beberapa saat menunggu, Umi pun keluar membuka pintu.
Melihat Umi membuka pintu, lantas ia pun menyalami Umi nya.
"Assalamualaikum Umi.. " Sambil mencium punggung tangan Uminya.
"Waalaikum salam Nduk. Sama siapa kamu.? " Sambil menoleh mencari Al.
"Sama Pak Jono Umi. Itu Pak Jono di dalam mobil gak ikut masuk Mi. " Jawabnya seraya berjalan masuk mengikuti langkah Uminya.
"Tapi kamu sudah izin sama suamimu nduk.? "
"Sudah Umi. Tadi Azizah dari periksa kandungan Azizah ke dokter Riska. Jadi sekalian mampir ke sini Mi. " Ucapnya sambil melepaskan tas yang sedari tadi ia bawah.
"Mi, Azizah mau cerita sama Umi. Sesuatu yang membuat Azizah bingung. " Azizah mulai membuka pembicaraannya dengan Umi nya.
"Soal apa nduk. " Umi pun mendengarkan perkataan Azizah.
"Begini Mi. Tadi Azizah kan dari dokter Riska, menanyakan soal rahim Azizah. Dan.. " Ia terhenti.
"Kenapa nduk. "
"Rahim Azizah, belum membaik seluruhnya Mi. Masih dalam keadaan lemah. Dokter Riska juga menyarankan untuk Azizah menunda kehamilan kembali. Sebelum rahimku benar-benar pulih dan kuat kembali. " Seketika raut wajahnya berubah. Tatapannya beralih pada jemarinya yang ia remas.
"Nduk, seluruh wanita di dunia ini. Selagi dia punya rahim. Dia masih punya kesempatan yang luas untuk menjadi seorang ibu. Untuk melahirkan anak-anaknya. " Ucap Umi yang sama persis dengan ucapan dokter Riska.
"Jadi menurut Umi. Lebih baik di tunda dulu menunggu rahimmu sudah pulih betul. Jangan sampai berakibat fatal nantinya. Toh keluargamu tidak memaksamu untuk secepatnya hamil kan..? " Sambung Umi panjang lebar.
Azizah pun menganggukkan kepalanya. Ada sedikit beban yang terkurangi dari tadi.
"Umi, doakan aku secepatnya bisa hamil lagi ya Mi. Aku juga ingin rasanya menjadi seorang ibu. " Ia memeluk Uminya tak sadar air matanya menetes.
"Iya nduk. Umi selalu berdoa yang terbaik buat kamu dan suamimu. " Umi mengelus kepala putrinya yang bersandar di pelukannya.
Rasanya, damai sekali dalam pelukan Umi nya.
Namun, karena takut mertuanya khawatir, jika ia pergi terlalu lama. Akhirnya ia berpamitan pada Umi untuk kembali pulang.
"Jaga dirimu baik-baik ya Sayang. " Ucap Umi dengan lembut.
"Iya Umi. Azizah pulang dulu ya Mi. "
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam nduk.. "
______
__ADS_1