Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Kabar baik


__ADS_3

Pagi yang cerah, indah dan menyejukkan. Rasa bahagia membuncah di dada Azizah dan Al. Pagi ini mereka bisa menjenguk putranya di NICU. Azizah tersenyum merekah saat melihat bayi mungilnya sedang mengeliat dan sedikit membuka mata. Namun, ada rasa sedih saat melihat kondisi bayinya, yang bisa di katakan jauh lebih kecil dari pada bayi biasanya. Ingin rasanya tangannya menimang bayinya.


" Dok, apa saya boleh menggendong sebentar saja bayi saya.? " ia melontarkan pertanyaan pada dokter Riska yang menemaninya di dalam.


Al pun terdiam, menikmati kebahagiaannya saat ini.


"Maaf Mbak Azizah, saat ini masih belum memungkinkan untuk kondisi bayi sering di pegang. Insya Allah kalau kondisinya semakin membaik dua hari ke depan sudah boleh di gendong. Untuk saat ini saya khawatir akan perkembangannya . " Jawab dokter Riska menjelaskan kondisi bayi Azizah.


"Sabar ya Sayang.. kita harus bisa sabar demi bayi kita.. " Ucap Al mencoba memberi pengertian pada Azizah.


Azizah pun menganggukkan kepalanya. Walau sebenarnya ia sangat ingin memeluk bayinya dalam kehangatan pelukannya dan memberikan Asi secara langsung pada buah hatinya.


Jam besuk pun habis keduanya harus keluar, rasanya kakinya tak ingin melangkah keluar. Ia masih ingin tetap di sana menemani belahan jiwanya.


Namun, lagi- lagi dokter Riska memberi peringatan agar ia segera keluar. Akhirnya dengan berat melangkah kan kakinya keluar dari ruangan NICU.


Al mendorong kursi roda Azizah perlahan meninggalkan bayinya , dan berjalan kembali menuju kamar rawatnya.


Terlihat olehnya Ummi nya datang..


"Assalamualaikum nduk.. " Sapa Ummi


Azizah menyalami Umminya


"Wa'alaikum salam ummi.. "


Al pun ikut menyalami ummi.


"Kalian dari mana..? " Tanya Ummi yang mengikuti Al dan Azizah berjalan menuju kamar rawatnya.


" Kami dari menengok bayi kami mi. .. " Jawab Al seraya membuka handle kamar rawat Azizah.


"Lalu bagaimana perkembangannya kata dokter Riska nduk...? " pertanyaan Ummi seraya ikut masuk ke dalam ruangan Azizah.


"Alhamdulillah Mi. Kata dokter Riska sudah mulai banyak perkembangan dan insya Allah dua hari ke depan Zizah sudah boleh menggendongnya mi... " Jawab Azizah sambil tersenyum pada Umminya.


"Ayo Sayang, pindah ke sini .. " Ujar Al seraya membantu Azizah naik ke ranjang pasien.


Ummi pun turut membantu putrinya. Setelah itu Ummi terlihat mengeluarkan makanan dari dalam rantang yang beliau taruh di meja samping ranjang.


"Ummi tadi masakin kamu sayuran kesukaan kamu nduk. " Seraya menatanya dalam piring.


"Kamu makan dulu ya.. Biar Asinya semakin banyak. " Ujar Ummi seraya mengulurkan sendok ke arah Azizah.


"Azizah makan sendiri saja Ummi. "

__ADS_1


"Hem.. kenapa..? "


"Gak papa Ummi. Azizah bisa makan sendiri. " Ia pun menerima piring yang ada di tangan Ummi.


"Nak Al, ayo kamu juga ikut sarapan sama istrimu. " Ujar Ummi


"Mas Al gak terbiasa makan nasi mi kalau masih pagi.. " Ucap


" Ya Allah iya nduk. Ummi lupa. " Jawab Ummi .


"Enggak apa-apa mi. nanti Al sarapan di kantor. "


"Mas Al hari ini mau ke kantor..? " Tanya Azizah .


"Iya , cuma sebentar. Habis menyambut dan ikut rapat dengan tamu dari luar negri, mas Al langsung balik kesini... gak papakan...? " Ujar Al .


"Iya gak papa Mas.. Aku juga ada Ummi disini.. " Jawab Azizah.


"Iya Sayang, habis ini Mama sama kakak juga kesini.. "


"He.em mas.. "


"Ya sudah nak Al berangkat saja, ini juga sudah siang.." Ucap Ummi seraya melihat ke arah jam di dinding.


"Iya Mi, soalnya Al juga harus pulang ke rumah dulu untuk ambil berkas-berkasnya.. "


"Iya dong Sayang.. Aku tinggal dulu ya.. Gak lama kok.. " Ucap nya seraya mendekat ke arah istrinya, lalu mencium pucuk kepala istrinya.


"Mi... titip Azizah dulu ya .. " Ujar nya seraya menyalami mertuanya


"Assalamualaikum.. "


"Iya nak Al.. wa'alaikum salam.. "


________


Al melajukan mobilnya menuju rumah. Mobilnya sedikit melaju dengan kecepatan tinggi, karena jam sudah menunjukkan pukul setengah 8.


Mobilnya memasuki kawasan rumah elit dan mega. Seorang satpam cepat-cepat membukakan gerbang, melihat tuannya datang.


Al berhenti di depan terasnya, bergegas ia keluar dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah. Ia langsung berjalan ke atas tanpa memperhatikan sekelilingnya.


Mama Ratih yang melihat putranya pulang, segera menaiki tangga dan menghampiri Al. Terlihat pintu kamar Al terbuka dan Al sedang memilah buku-buku di rak samping nakas di kamarnya.


Mama Ratih pun masuk ke dalam.

__ADS_1


"Kamu kok pulang Al.. ? " ujar mama dan berdiri di samping putranya.


Al menoleh ke arah Mamanya.


"Iya Ma, Al hari ini ada rapat penting dengan tamu dari New york Ma.. " Jawabnya seraya memasukkan berkas-berkas pentingnya ke dalam tas kantornya .


"Pantesan Papa mu tadi berangkatnya masih pagi sekali, gak seperti biasanya.. " Ujar Mama.


"Kamu sudah sarapan Al..? " Sambung Mama Ratih.


"Belum Ma, "


"Ya sudah biar di siapkan sama Bi Ijah, selesai ganti pakaian cepat segera turun. " Mama Ratih pun berjalan keluar,


"Oh iya Al, gimana kondisi cucu Mama..? " Sambung Mama sebelum kakinya melangkah dari pintu kamar Al.


"Alhamdulillah Ma.. kata dokter Riska banyak perkembangannya. " Jawab Al sumringah, sekita wajah mungil bayinya menghampiri ingatannya. Tiba-tiba rasanya ia sangat merindukan wajah putranya. Padahal, baru tadi pagi ia menjenguknya.


"Habis ini Mama sama kak Sonya akan ke sana Al."


"Iya Ma, tadi pagi kakak sudah bilang sama Al. " Al berjalan ke Almari bajunya dan mengambil baju kantornya.


"Al ganti baju dulu Ma. " Sambungnya seraya masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya yang ia rasa sudah bau badannya.


"Iya Sayang, "


_______


"Bagaimana nduk, rasanya perutmu.. apa rasanya masih seperti kemarin..? " Tanya Ummi pada Azizah.


"Enggak Ummi, sudah sedikit berkurang. Hanya saja lebih khawatir dengan bekas cesar nya saja Ummi kalau banyak gerak. "


"Ia nduk , kamu harus berhati-hati. Kalau butuh apa saja bilang sama Ummi atau perawat ya. "


"Iya Ummi.. "


"Ummi.. " suara hening , tiba-tiba Azizah menatap Ummi dengan mata berkaca-kaca.


"Ada apa nduk, apa perutmu sakit..? " Tanya Ummi seraya menghampiri Azizah yang duduk di ranjang rawatnya.


"Maafkan Azizah ya Mi, " Ucapnya dan memegang tangan umi dengan air mata yang hampir meleleh.


"Minta maaf untuk apa nduk..? " Tanya Ummi kebingungan.


"Rasanya sakit Ummi saat akan melahirkan. Ummi pun sama , saat akan melahirkan Azizah . Ummi juga merasakan rasa sakit dahsyat ini. Dan sampai Azizah merasakan sendiri pengorbanan seorang ibu, tapi Azizah belum bisa membalas jasa Ummi. " Tak dapat di tahan air matanya pun meleleh.

__ADS_1


"Nduk... " Ummi pun menghapus air mata putri semata wayangnya dan memeluk putrinya...


_______


__ADS_2