Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Rumah sakit


__ADS_3

Rasa sakit pada perut dan panggulnya semakin menjadi dan tak dapat ia tahan. Keringat mulai bercucuran di wajahnya.


Bibi yang melihatnya semakin tak tega


"Non, non baik-baik saja kan..? " Tanya bi Ijah cemas.


Azizah hanya mengelus punggungnya yang terasa amat sakit


"Kenapa rasanya begitu sakit seperti ini...? " Kelu nya sambil memegang perutnya.


Semakin lama semakin tak kuat menahan rasa sakitnya semakin menjalar, ia pun merasa heran. Bukankah ini baru masuk 7 bulan usia kehamilannya. Mama Ratih pun baru merencanakan akan mengadakan acara 7 bulanan untuknya. Kenapa rasa nya seakan-akan ia akan melahirkan.


"Non.. " ucap bi ijah seraya memegang bahu majikannya.


"Saya telfon kan den Al ya.. " Ujar Bi Ijah, yang merasa Azizah sedang tidak baik-baik saja.


Akhirnya Azizah menganggukkan kepalanya. Rasa sakit ini sudah benar-benar tak dapat di tahan. Tidak seperti biasanya.


Bi ijah segera meraih telfon rumah dan menghubungi ponsel Al.


"Halo den.. "


"_____"


"Non Azizah kesakitan den, perutnya... " Saking paniknya bi Ijah hingga tak bisa berbicara lebih jelas.


Mendengar ucapan bi ijah yang tidak jelas membuat Al kaget dan panik. Ia matikan sambungan telfonnya dan bergegas untuk segera kembali pulang.


Sedang Azizah terlihat semakin pucat dan menahan rasa sakitnya.


"Non sabar ya, den Al habis ini datang. Sabar ya non.. "


Bersamaan Mama Ratih pulang, saat Mama berjalan ke ruang tengah. Mama pun kaget melihat kondisi menantunya yang terlihat tidak baik-baik saja dan di temani bi Ijah.


"Sayang... kamu kenapa..?" Tanya Mama Ratih panik seraya menghampiri menantunya.


"Kenapa bi .. Ada apa dengan non Azizah..? "


"Saya juga gak tau Nyonya. Tiba-tiba non Azizah merasakan sakit di perutnya. " jelas bi Ijah


"Panggil pak Darmo bi, suruh siapkan mobil. Kita bawah Azizah ke rumah sakit ..! "

__ADS_1


"Iya Nyonya . "


_____


Tiiiiinnnn_____


Suara mobil Al, masuk ke halaman rumah dan melihat Azizah yang di tuntun oleh Mamanya . Cepat-cepat Al keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri istrinya .


"Sayang... " Ucap Al panik seraya menghampiri dan mengambil posisi Mamanya yang menuntun istrinya lalu menggendongnya masuk ke dalam mobil nya.


Selepas memposisikan Azizah di jok belakang dengan Mama, Al langsung bergegas menghidupkan mesin mobilnya dan meluncur menuju rumah sakit


_______


Mobil sudah sampai di depan rumah sakit, Al secepatnya keluar dan menggendong kembali istrinya menuju ruang UGD . Sejurus kemudian seorang perawat berlari membawahkan ranjang dorong. Seraya berkata " Dokter Riska sudah menunggu Pak Al di UGD... "


Sesampai di depan UGD, Azizah di bawah masuk dan pintu pun di tutup.


"Pak Al tunggu di sini ya.. " Ucap perawat tadi dan ikut masuk ke dalam.


"Ya Allah... " Al menjatuhkan dirinya di tembok rumah sakit itu. Seakan jiwanya saat ini benar-benar tak berdaya, kakinya seakan tak berpijak pada bumi lagi. Lemas dan ingin berteriak melihat kondisi istri tercintanya . Mengingat kejadian 2 tahun silam yang menimpah istri tercintanya. Ia hampir saja kehilangan belahan jiwanya.


Kini rasa sesal dan sesak sedang memenuhi jiwa dan pikirannya, rasa takut menghantuinya. Ia berusaha tidak terbayang hal-hal buruk. Namun apalah daya, kejadian yang pernah terjadi membuat pikirannya menciut dan meneteskan air mata. Melihat Al , Mama Ratih pun bisa merasakan apa yang sedang putranya itu pikirkan.


"Azizah pasti baik-baik saja Sayang.. " Ucap Mama Ratih lembut seraya mengusap punggung putra bungsunya itu.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu pada Azizah Ma... Ini belum waktunya ia melahirkan. Usia kandungannya pun masih 7 bulan. " Desis Al dalam kecemasan hebat nya.


"Iya Mama tau, kita berdoa saja Sayang, supaya istri dan anakmu baik-baik saja. " Ujar mama Ratih seraya menuntun Al untuk duduk di kursi tunggu. "Istrimu kuat dia akan baik-baik saja Al.. " Sambung Mama Ratih.


_____


Sementara di dalam ruangan UGD, dokter Riska sedang berjuang yang terbaik untuk Azizah dan bayinya.


"Dok, sepertinya pasien mengalami kontraksi dini yang sangat hebat. " Ujar salah satu perawat.


Wajah dokter riska sedikit berubah tegang.


"Kondisinya semakin buruk," Ucap dokter Riska


"Pasangkan alat pernafasan bantuan untuk pasien" Sambung dokter Riska.

__ADS_1


Azizah sudah semakin lemas dan mulai tak sadarkan diri.


"Jaga keseimbangan pasien. Saya mau berbicara dengan Tuan Al .. " Ujar dokter Riska seraya meninggalkan ruangan.


Saat mata Al menatap ke arah pintu, dokter Riska terlihat membukakan pintu.


Al bergegas beranjak.


"Dok, bagaimana kondisi istri saya..? " Tanya Al panik karena melihat mimik wajah dokter Riska yang tegang.


"Kita bicara di ruangan saya tual Al.. "Ajak dokter Riska tanpa terlebih dulu menjawab pertanyaan Al.


Membuat Al dan Mama Ratih bertambah panik dan cemas.


Sesampainya di ruangan nya dokter Riska, Al langsung mengajukan pertanyaannya.


" Kenapa istri saya dok, baik-baik saja kan dok..? "


"Begini Tuan Al... " Dokter Riska berhenti dan menarik nafasnya.


"Kami harus secepatnya melakukan tindakan Operasi cesar pada pasien untuk menolong pasien dan bayinya.. " Jelas Dokter Riska.


"Operasi bagaimana dok..? " Mama Ratih terkejut dengan ungkapan dokter Riska. Begitu pun dengan Al.


"Iya Dok, kandungan istri saya baru masuk 7 bulan. Bagaimana bisa dokter akan melakukan Operasi cesar. ? " Imbuh Al.


"Iya Tuan Al. ini kita lakukan untuk menyelamatkan nyawa pasien.. " Jawab dokter Riska.


"Lalu bagaimana dengan cucu saya..? " Tanya Mama Ratih yang sudah tidak dapat menahan air matanya.


"Tenang Bu, kita akan berusaha melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan keduanya. Bisakah tuan Al menandatangi surat persetujuan Operasi ini.. ? " Ucap dokter Riska seraya menyodorkan lembaran kertas persetujuan tindak operasi cesar untuk Azizah.


Al menerimanya dengan tangan bergetar , ia benar-benar tak tau harus bagaimana. Pikirannya benar-benar tak karuan, ia tak dapat berpikir jernih.


"Ma... " Ia menoleh ke arah Mama Ratih yang sudah basah dengan deraian air mata.


Mama Ratih pun menganggukkan kepalanya.


Al pun menandatangani surat itu.


"Baik Tuan Al, bu... doakan Operasi ini berjalan lancar" Ucap dokter Riska...

__ADS_1


Tak dapat di tahan, air mata Al pun meleleh membasahi pipinya.


_______


__ADS_2