
Sore itu nampak Mama Ratih dan Azizah sedang duduk di teras depan rumahnya.
"Oh ya Sayang Mama lupa, mau kasih tau kamu. Habis maghrib Mama mau ajak kamu ke acara 7 bulanan kak Sonya. Dia minta kamu harus datang sayang. Nanti kasih tau Al, biar dia langsung menyusul ke sana ya. " Ucap Mama Ratih.
"Iya Ma.. " Azizah pun lupa bahwa ia juga punya janji dengan Al.
"Sayang ayok masuk, sudah hampir maghrib. Jangan lupa ya untuk bersiap. Mama tunggu. " Mama pun kemudian masuk, dan Azizah mengikuti sang mertuanya.
Saat ia hendak menelfon Al, ia ingat ucapan Al tadi pagi .
"Iya, aku kan sama mas Al janjian mau keluar. Gimana ini.. ? " Gumamnya sendiri.
Lalu ia mengambil ponsel di nakas lalu menghubungi Al.
"Assalamualaikum mas.. "
"Wa'alaikum salam Sayang.. Ada apa..? " Tanya Al dari sebrang sana.
"Mas, aku mau bilang sesuatu sama Mas Al.. "
"Apa Sayang. kenapa gak nanti saja. Habis ini aku pulang kamu siap-siap saja. "
.
"tu, tunggu dulu Mas. "
"Iya iya .. Apa..? "
"Hari ini kayaknya kita gak bisa makan malam di luar Mas.. " Azizah dengan ragu mengatakannya.
"Loh. Memangnya kenapa..? " Tanya Al heran.
"Barusan Mama bilang. Habis sholat maghrib mau ngajak aku ke tempat kak Sonya. Kak Sonya mau merayakan 7 bulanan untuk kehamilannya. Mana bisa Azizah menolak ajakan Mama. Apalagi itu acara penting Kak Sonya. " Azizah mencoba menjelaskan pada Al.
"Eum.. Iya sudah Sayang. Gak usah khawatir. Gak papa , kita besok saja makan malam di luarnya. Nanti kamu ikut Mama saja. Aku nanti juga nyusul ke sana. " Al terdengar santai dan tidak marah. Seketika lega rasanya Azizah.
Yang tadi bayangan suaminya akan ngambek dan cuek. Ternyata tidak, justru Al pun akan menyusulnya ke sana.
____
Selepas sholat maghrib, Azizah mengganti gamisnya dengan jilbab yang warnanya sepadan . Ia memang tidak terbiasa memoles wajahnya. Ia terbiasa tampil di depan umum tanpa riasan wajah. Namun itu semua tidak mengurangi kesan cantik alami, yang terpancar dari wajah anggunnya.
Ia menghampiri Mama Ratih yang sudah menunggunya di ruang tamu.
Papa pun juga sudah pulang dan akan ikut ke tempat Sonya.
"Pa Al kok belum pulang ? " Terdengar suara Mama Ratih, sedang menanyakan putranya.
"Iya Ma.. Banyak sekali tugas yang harus ia selesaikan. Tapi mungkin bentar lagi juga pulang " Ujar Papa Jaya, saat melihat Azizah mendekat ke arah mereka.
__ADS_1
"Kamu sudah izin sama suamimu Sayang,? " Tanya Mama Ratih.
"Sudah Ma.. Nanti Mas Al juga nyusul ke sana. "
"Kalau begitu . ayo berangkat. " Ajak Papa Jaya.
Azizah pun berjalan mengekor di belakang kedua mertuanya.
_____
Setelah sampai di rumah Sonya. Nampak suasana sudah ramai, banyak sekali kelurga yang datang untuk ikut merayakan hari bahagia Sonya.
"Sayang.... " Sapa Mama Ratih melihat Sonya terduduk di Sofa yang sudah di siapkan untuknya. Kemudian Sonya berdiri dan memeluk Mamanya. Tak lupa juga memeluk Azizah.
" Al gak ikut Dik..? " Tanya Sonya saat netranya celingukan mencari adiknya.
"Nanti setelah pulang dari kantor, Mas Al nyusul Kak... " Jawab Azizah.
"Gimana Sayang kondisi kehamilanmu. " Mama sambil mengelus perut Sonya yang sudah mulai nampak membuncit.
"Alhamdulillah Ma.. Semakin aktiv dedek nya di dalam perutku. Dan aku juga semakin sehat Ma.. " Jawab Sonya bahagia.
"Alhamdulillah Sayang. "
Tapi di sisi lain dari kebahagiaan Sonya, ada kesedihan di hati Azizah. Namun, ia berusaha sebisa mungkin untuk menghilangkan kesedihannya.
Sampai acara selesai Al juga tak kunjung datang.
"Al kok belum kelihatan Sayang. Coba kamu telfon. " Ucap Mama Ratih pada Azizah yang duduk di sampingnya.
"Iya Ma.. Azizah keluar dulu ya. "
"Iya Sayang . "
Azizah pun beranjak keluar untuk menghubungi Al.
Namun, juga tidak di angkat. Lalu ia mencoba mengirimkan Chat WhatsApp, siapa tau nanti di balas. Karena mungkin Al masih di jalan.
Beberapa menit kemudian terlihat Al mengetik sesuatu dan masuk ke WhatsApp nya.
"Maaf Sayang. Bilang sama Kakak ya. Aku gak bisa ke sana. Kamu pulang sama Mama ya. Aku banyak kerjaan dan capek banget. "
Jawaban Al, sedikit membuat hati Azizah kecewa. Ia hanya membalas pesan Al singkat lalu kembali masuk ke dalam.
"Gimana Sayang. Apa Al sudah di jalan.? " Tanya Mama Ratih saat Azizah kembali duduk di sampingnya.
"Mas Al gak jadi ke sini Ma. Katanya masih banyak kerjaan . "
"Oh.. Ya sudah gak papa. Kasian juga Suamimu. Nanti malah kecapean. " Jawab Mama Ratih.
__ADS_1
Setelah semua acara selesai, sudah pukul setengah 9 malam. Papa, Mama dan Azizah pun pamit pulang.
"Jaga diri baik-baik ya Sayang. Jika ada apa-apa atau mulai ada rasa sakit. Hubungi Mama ya Sayang. " Ujar Mama sambil mengelus kembali perut putrinya.
"Iya Ma.. Nanti kalau weekend Sonya nginap di sana Ma.. " Ucapnya sambil menyalami dan memeluk Mamanya.
"Iya Sayang. "
"Kak.. " Sapa Azizah. Sonya pun lantas memeluknya.
"Maaf ya Kak. Mas Al gak jadi kesini. " Lirihnya pelan.
"Iya dik gak papa. Gak usah sungkan gitu . " Ucap Sonya dengan senyum.
"Kami pulang ya Sayang.. "
"Iya Ma.. Hati-hati... "
"Assalamualaikum.. "
Wa'alaikum salam..
Sonya terlihat melambaikan tangannya.
Mobil pun melaju menghilang dari pandangan Sonya.
Satu jam lebih perjalanan, akhirnya mobil pun memasuki rumah Jaya Pratama.
Mama dan Azizah pun keluar dari mobil. Mata Azizah mencoba melusuri garasi mobil. Terlihat oleh Azizah mobil milik Al sudah parkir di tempatnya.
"Sayang, ayok masuk. Sudah malam. " Suara Mama Ratih, saat melihat Azizah terdiam di halaman depan.
"I,iya Ma.. " Ia pun sedikit berlari kecil ke arah Mamanya.
"Ngapain di situ..? " Tanya Mama Ratih.
"Enggak papa Ma. Azizah cuma lihat mobil Mas Al. Rupanya sudah pulang. " Jawab Azizah .
"Eum.. Ya sudah ayok masuk. Mama capek banget sayang. Langsung istirahat ya.. " Ucap Mama seraya masuk ke dalam.
Azizah pun mengikuti Mamanya masuk dan langsung naik tangga ke kamarnya.
Tapi serasa sangat sepi di dalam, ia pun membuka pintu kamarnya. Berlahan ia membukanya dan mengapa kamarnya sangat gelap...
"Loh... Mas... mas... " Azizah mencoba meraba tembok untuk menghidupkan lampunya.
Ia mulai bingung saat tak kunjung menemukan tempatnya. Juga tak ada satu suara pun dari Al. "Apa mungkin mas Al sudah tertidur. " Gumamnya masih dalam kegelapan.
"Mas.. . " Ia mencoba memanggil Al kembali...
__ADS_1