
Senja indah menyilaukan pandangan Al, ditemani bumi yang basah . Ia menikmati suasana sore di teras depan.
Suasana asri dan damai membuatnya merasa nyaman dan betah, berlama-lama di rumah Ummi.
Kehangatan keluarga Azizah, kasih sayang Abi dan Ummi. Membuatnya merasa tentram berada di tengah-tengah keluarga ini. Walaupun keluarga Azizah, bukanlah keluarga kelas atas. Namun, bagi Al, adalah suatu kebahagian yang tidak dapat di ukur dengan materi apapun.
Hujan juga belum sepenuhnya menghilang. Masih terjatuh rintik-rintik gerimis, di depannya. Tiba-tiba terdengar suara lembut Abi. Sedang melantunkan ayat suci Al-Qur'an.
Suara terdengar merdu, hingga menyentuh lubuk hati Al.
Beberapa saat kemudian. Azizah dan Ummi keluar , terlihat rapi .
"Mas. Aku mau ikut Ummi ya. " Ucap Azizah seraya mendekat pada Al.
"Mau ikut kemana.. ? " Tanya Al.
"Ke acara ibu-ibu Mas. Rutinitas ibu-ibu komplek sini. Pembacaan surat Yasin dan doa bersama. " Jelas Azizah.
"Eum.. Iya gak papa dik. Kamu ikut saja. "
"Nak Al gak papa di tinggal. ? " Ucap Ummi.
"Enggak papa Ummi. Kan ada Abi.. " Ucap Al sembari tersenyum.
"Jalan kaki..? mau Al anterin saja Ummi sama Azizah. " Sambungnya menawarkan diri.
"Iya nak Al. Jalan kaki saja. Dekat di sini lo. " Jawab Ummi sambil mengarahkan tangannya.
"Ya sudah , kalau gitu Aku berangkat ya Mas... Assalamualaikum.. "
"Wa'alaikum salam... "
______
Malam sudah mulai larut, setelah berbincang dengan Abi dan Ummi .
Azizah dan Al masuk ke dalam kamar, untuk beristirahat. Azizah menatap ke arah suaminya, sedikit ragu saat ingin mengungkapkan keinginannya.
"Mas... " Tegur nya pelan, saat melihat Al sibuk dengan gawai nya.
"Hem.. " Al terlihat sedang sibuk.
"Ada yang mau aku bicarakan. " Suara nya pelan sambil mendekat ke arah suaminya
"Apa Sayang. " Al lalu menatapnya. Netra yang tadi fokus dengan benda pipi di tangannya. Seketika beralih menatap ke arah sang istri
"Besok aku minta izin ya " Ucap Azizah pelan.
"Izin..? mau kemana .. "
"Azizah mau ke tempat dokter Riska.. " Ucapnya ragu.
"Mau ngapain lagi...? " Al terlihat serius dengan pertanyaannya.
"Ya.... untuk memeriksa keadaan rahimku Mas... "
"Tapi Sayang. "
"Aku sama Ummi mas. Biar Ummi temani aku ke sana. " Rengek nya dengan manja.
__ADS_1
"Eum.. Iya kan.. "
"Ayo lah mas.. Boleh ya.. " Bujuknya terus pada suaminya.
"Di anterin Abi...? "
"Gak Mas.. Abi besok ada acara . Nanti aku sama Ummi naik taksi. " Jelasnya pada Al.
"Sayang... "
Azizah pun tambah wajahnya kecewa, karena Al melarangnya. Melihat wajah sedih istrinya. Akhirnya Al mengizinkannya untuk pergi dengan Ummi.
"Iya sudah mas izinkan. Tapi hati-hati ya Sayang . "
"Iya Mas... Azizah janji pulang tepat waktu dan gak lama-lama. " Seketika ia tersenyum sumringah. karena Al mengizinkan ia untuk keluar sebentar dengan Ummi.
"Sayang, aku tidur dulu ya. Sudah ngantuk banget aku.. " Ucap Al sambil menguap.
"Iya Mas. Aku juga sudah ngantuk. "
Mereka pun akhirnya terlelap dalam indahnya sang mimpi.
______
"Mi, nanti temani Azizah ya.. " Ujarnya sambil menata sarapan untuk Al dan Abi di meja makan.
"Kemana nduk.. ? " Ummi meletakkan sayur sup di meja. Hari ini Abi minta di masakan sayur sup . Sedang Al masih terbiasa sarapan Roti dengan Segelas susu.
"Ke tempat Dokter Riska Mi.. "
"Sama suami mu di izinkan nduk..? " Tanya Ummi kembali.
"Iya , nanti Ummi temani. Oh ya, nduk panggil suami sama Abi. Suruh sarapan. Sudah siang ini.. " Ucap Ummi seraya menata piring.
"Iya Ummi... "
Azizah pun bergegas memanggil Abi dan Al.
Abi sedang duduk di sofa ruang tamu, dengan koran di tangannya.
"Bi.. Sarapannya sudah siap. " Ucapnya lembut pada Abi nya.
"Iya nduk, " Jawab Abi.
Setelah itu ia kembali ke kamarnya, mencari Al.
"Mas.... " Panggil Azizah.
"Iya Sayang.... "
Rupanya Al sedang menyiapkan semua berkas-berkas yang ia bawah , ke dalam tas kerjanya.
"Sarapan yuk... " Ajak Azizah seraya membantu Al merapikannya.
"Iya . Tak selesaikan ini dulu ya. " Jawabnya.
Azizah masih setia menunggu suaminya yang membereskan semua keperluan kerja nya.
"Sudah.. Ayo Sayang... " Ajak Al ketika selesai .
__ADS_1
"Ayo... " Azizah pun mengekor di belakang Al.
Keduanya berjalan ke dalam. Abi sudah terlihat duduk di tempatnya.
"Ini Mas... " Azizah mengulurkan piring berisi roti yang sudah di isi dengan selai kesukaan Al.
Selesai dengan sarapan Al pun berpamitan berangkat kerja, sedang Abi hari ini ada acara dengan warga desa . Abi pun sudah keluar. Hanya tinggal Azizah dan Ummi di rumah.
"Ummi, ganti baju dulu ya nduk. " Ucap Ummi seraya mengelap tangannya. Selesai membersihkan meja makan .
"Iya Ummi. Azizah juga belum pesan taksi online nya. "
"Ya sudah, kamu juga siap-siap sambil menunggu taksinya datang. "
"Iya Ummi. "
Keduanya pun bersiap-siap. Azizah juga sudah memesan taksi online. Tak menunggu lama taksi pun datang.
"Nduk, taksinya sudah datang. " Ujar Ummi, saat menunggu di teras depan.
"Iya Ummi. " Azizah pun bergegas keluar dan tak lupa menyambar tas kecil di meja , yang sudah ia siapkan.
"Ayo nduk... "
"Iya Ummi. "
Ummi pun mengunci pintu, kemudian berjalan dan masuk ke dalam mobil taksi yang sudah menunggu mereka.
Satu jam lebih perjalanan, mobil taksi memasuki RS di mana dokter Riska bekerja.
"Di sini nduk tempatnya..? " Tanya Ummi.
"Iya Ummi.. " Azizah pun membuka pintu mobil taksi tersebut.
"Ayo Ummi. " Sambungnya.
Ummi pun berjalan di samping Azizah, menuju ruangan dokter Riska.
Azizah dan Dokter Riska sudah membuat janji. Saat sampai di depan ruangan dokter Riska, Azizah mengetuknya berlahan pintu ruangan dokter Riska.
Kemudian terlihat seorang perawat yang juga assisten Dokter Riska, membukakan pintu dan mempersilahkan Azizah dan Ummi masuk.
"Assalamualaikum Dok... "
"Wa'alaikum salam , mbak Azizah. Silakan masuk. " Jawab ramah dokter Riska.
"Silakan duduk mbak, Bu... " Sambungnya.
Azizah dan Ummi pun duduk di depan dokter Riska.
"Bagaimana kabarnya mbak Azizah...? " Tanya dokter Cantik itu.
"Alhamdulillah baik dok.. " Azizah pun tersenyum.
"Saya kesini mau memeriksakan kondisi rahim saya kembali dok. Seperti yang sudah saya bicarakan lewat telfon kemarin dok. " Sambung Azizah langsung ke inti kedatangannya.
"Iya .. Kalau begitu, mbak Azizah ayo silakan ikut saya. Kita periksa di sana. " Dokter Riska pun beranjak ke arah ranjang pasien.
"Ummi tunggu di sini dulu ya mi.. " Ucap Azizah seraya berdiri mengikuti dokter Riska.
__ADS_1
"Iya nduk.... "