Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Kak Sonya Melahirkan


__ADS_3

"Assalamualaikum.. " Suara Al dan Azizah saat membuka pintu rumah.


"Wa'alaikum salam Den. " Jawab Bi Ijah sambil berlari kecil ke arah tuan mudanya.


"Mama kemana bi ko sepi..? " Tanya Al seraya melangkah ke dalam.


"Nyonya besar sama Tuan, ke rumah sakit Den. "


"Loh.siapa yang sakit bi...? " Tanya Azizah panik..


"Gak sakit Non. Cuma katanya Non Sonya mau lahiran. " Jawab Bi Ijah ikut panik.


"Kakak mau lahiran..? " Tanya Al .


"Iya Den, sudah dari jam 5 tadi Nyonya besar ke rumah sakit. "


"Rumah sakit mana Bi... ? " Tanya Al kembali.


"Bibi gak tau Den . Nyonya tadi gak bilang ke rumah sakit mana.. " Jelas bi Ijah.


"Mas hubungi Mama saja mas. Tanya di rumah sakit mana.. " Ujar Azizah.


"Iya Sayang. Aku telfon Mama dulu ya. " Seraya mengeluarkan ponselnya dari saku celananya.


"Iya Mas.. "


Azizah kemudian duduk di sofa , menunggu suaminya yang sedang mencoba menghubungi Mama Ratih.


Terlihat panggilan dengan Mama Ratih tersambung, Al nampak berbicara dengan Mamanya serius.


Setelah terlihat selesai berbicara, ia mematikan sambungannya.


"Bagaimana Mas...? " Tanya Azizah seraya mendekat ke arah Al.


"Kakak sudah lahiran. "


"Sudah lahiran Mas...? Alhamdulillah ya Allah. " Azizah terlihat bersyukur.


"Terus gimana mas . Cowok apa cewek..? " Sambungnya.


"Gak tanya aku Sayang. " Al lupa menanyakannya.


"Kamu mau ikut Sayang . Aku mau nyusul Mama.? "


"Ya ikut dong Mas... "


"Ayo."


"Bi,, " Sambungnya memanggil Bi Ijah yang sedang di dapur.


"Iya Den. "


"Bawakan koper ini ke atas ya. Aku sama istriku mau nyusul Mama ke rumah sakit. " Ucap Al.


"Iya Den. "


Kemudian ke duanya beranjak dan bergegas masuk ke mobil dan melaju menuju rumah sakit.

__ADS_1


Satu jam lebih akhirnya mobil Al memasuki sebuah gedung besar. Rumah sakit, tempat Kak Sonya melahirkan.


"Di sini Mas...? " Tanya Azizah,


"Iya Sayang, " Al pun turun dan di ikuti Azizah. Mereke berdua berjalan beriringan menuju ruangan Kak Sonya , yang sudah di beri tau Mama Ratih tadi.


"Ini ruangannya Sayang. " Suara Al menghentikan langkanya.


"Iya kah Mas... "


"Iya.Sebentar ya.. "


Al mencoba mengetuk ruangannya. Tak berani langsung membuka, takut salah kamar.


Terlihat Mama Ratih membukakan pintu.


"Ma.. "


"Ayo masuk sayang. " Suara Mama terdengar bahagia.


Al dan Azizah pun masuk ke dalam. Di sana ada Papa Jaya dan mertua Kak Sonya, papanya Mas Ilham duduk di sofa. Sedang Mama mertua kak Sonya duduk di kursi samping Kak Sonya. Tapi tak terlihat Mas Ilham.


Al dan Azizah menghampiri Kakaknya.


"Selamat ya Kak.. " Ucap Azizah seraya memeluk kak Sonya, yang sedang duduk sedikit bersandar pada ranjang.


"Makasih dik.. " Jawab kak Sonya sambil tersenyum ke arah Azizah.


"cowok apa cewek kak Baby nya..? " Tanya Azizah.


"Cewek dik.. "


"Makasih tante.. " Suara Mama mertua kak Sonya seraya menatap Azizah.


"Sudah di kasih nama kak.? " Tanya Al, yang sedari tadi memandang Baby mungil kak Sonya.


"Belum, nunggu Mas Ilham dulu, tadi masih ke ruangan dokter. "


"Eum.. Iya kak.. "


Selang beberapa menit Ilham pun datang.


"Al, " Sapa Ilham pada Al.


"Selamat ya Mas.. " Al pun memeluk Ayah baru itu.


"Iya Al. Makasih ya.. "


"Katanya kamu di rumah mertuamu..? " Sambung Mas Ilhan seraya duduk di samping Al dan kedua Papanya.


"Iya Mas, ini tadi habis maghrib Aku pulang. Nah, pas nyampai rumah. Dapat kabar kalau kakak lahiran. " Jelas Al.


"Ah, iya . Tadi nya malahan aku sama Kakak kamu kesini cuma buat periksa saja. Katanya perutnya sedikit sakit. Ya gak nyangka kalau baru sampai. Cuma nunggu 1 jam lebih sedikit, tiba-tiba kontraksi. "Cerita Ilham dengan penuh bahagia.


" Iya Sayang. Pas Mama sama Papa sampai sini. Baby nya sudah lahir. " Imbuh Mama Ratih sambil menoleh ke arah Azizah.


"Gak sakit kak..? " Tanya Azizah pada Kak Sonya.

__ADS_1


"Enggak Dik. Cuma sedikit. Sekarang saja sudah lupa rasa sakitnya.. " Kak Sonya pun terkekeh pelan.. Dan yang lain tertawa kecil mendengar ucapan kak Sonya.


____


"Kamu sama Al pulang saja ya Sayang. Mama sama Papa mau nemani kak Sonya di sini. " Ucap Mama Ratih pada Azizah.


"Ma, Mama sama Papa pulang saja. Biar Ilham saja yang menemani Sonya. Papa pastinya capek . Kasihan Ma.. " Sahut Ilham yang mendengar pembicaraan Mama mertuanya dengan Azizah.


"Enggak Nak Ilham. Mama mau disini temani cucu Mama. "


"Tapi Mama gak capek.? " Tanya Ilham kembali.


"Enggak dong. " Mama pun tersenyum.


"Ya Sayang. Habis ini kamu pulang sama suamimu, sudah malam ini. " Ucap Mama kembali.


"Iya Ma.. "


Azizah dan Al pun berpamitan pada Kak Sonya untuk pulang.


"Kak Aku balik dulu ya.." Azizah kemudian memeluk kak Sonya.


"Iya dik. Makasih ya dik "


"Iya kak. "


"Semoga cepat menyusul ya. " Kak Sonya seraya memegang perut Azizah.


"Aamiin .. "


Keduanya pun keluar dari ruangan Kak Sonya dan berjalan pulang, meninggalkan rumah sakit tersebut.


_____


Di sepanjang jalan menuju pulang. Pikiran Azizah di penuhi keraguan soal rencananya dengan dokter Riska. Jika ia memberi tahu pada Al. Takut Al akan melarangnya. Namun, jika ia tidak memberi tahu dan meminta izin Al. Apakah ia berdosa,?


Perasaan dilemanya, ternyata di perhatikan oleh Al. Al pun menanyai mengapa istrinya terlihat tengah berpikir keras.


"Ada apa Sayang. Kok kayak kamu lagi sibuk mikirin sesuatu..? " Tanya Al pada Azizah.


Azizah pun tergelagap dan berusaha menstabilkan pikirannya.


"Enggak Mas, gak lagi mikirin apa-apa. " Ucapnya datar sebisa mungkin. Agar Al tak menanyai lagi.


"Sayang, mau mampir makan dulu..? " Tanya Al lagi. Mungkin dia juga sudah lapar karena dari tadi belum makan.


"Boleh Mas.. "


Keduanya pun akhirnya berhenti di depan restoran dan turun dari mobil, berjalan ke dalam .


Lalu Al memesan makanan untuknya dan untuk istrinya.


Selesai makan keduanya melanjutkan perjalanan untuk pulang. Karena hari semakin malam.


Suasana dingin di tambah hembusan angin, melambai pelan. Suasana indah di terpah pancaran lampu-lampu di sepanjang jalanan.


Membuat keduanya menikmati setiap detik ketika sedang berdua.

__ADS_1


Sesekali Al menatap sendu ke arah istri tercintanya. Dengan tatapan Cinta dan Kasih Sayang.


__ADS_2