Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Kebahagian di rumah Ummi


__ADS_3

Al dan Azizah bersiap ke rumah Ummi dengan membawa baju ganti dan barang-barang yang mungkin mereka butuhkan.


Selesai dengan perlengkapannya mereka pun berpamitan pada Mama Ratih dan Papa Jaya. Lalu meluncurkan mobilnya meninggalkan kediaman Jaya Pratama.


Sepanjang perjalanan mereka berdua nampak menikmati momen ini. Saling berpegang tangan dan terlihat senyum bahagia dari keduanya.


"Kok berhenti Mas..? " Tanya Azizah saat Al menghentikan mobilnya di salah satu kios buah.


"Iya Sayang. Tunggu sebentar ya. Aku mau beliin buah buat Ummi dan Abi. " Ucap Al seraya membuka pintu mobilnya.


"Aku ikut Mas.. "


"Gak usah sayang. Mas beli sendiri saja. Kamu di dalam saja ya. "


"Eum.. ok lah.. "


Dan beberapa saat kemudian Al sudah kembali dengan membawa aneka buah di kantong plastik yang ia bawah.


Ia menaruhnya di jok belakang. Lalu ia melanjutkan kembali perjalanannya


Sekitar 1 jam lebih mobil mereka pun akhirnya memasuki halaman rumah Ummi. Terlihat Abi sedang duduk di depan teras rumah.


Melihat mobil menantunya datang. Abi pun beranjak dan berdiri menyambut putri dan menantunya datang.


Azizah dan Al pun turun dan langsung menghampiri Abi. Lalu menyalami tangan Abi dengan ta'dzim.


"Assalamualaikum Abi.. "


"Wa'alaikum salam.. "


"Ayo masuk, " Ajak Abi sambil menggandeng menantunya


"Abi masuk dulu, Azizah ambil sesuatu dulu di mobil. "


Abi dan Al pun masuk ke dalam. Sedang Azizah kembali ke mobil mengambil buah yang tadi Al belikan.


"Ummi kemana Abi..? " Azizah bertanya pada Abinya merasa tak melihat Ummi di dalam.


"Ummi mu lagi ke tukang sayur nduk.. " Ucap Abi.


"Gimana kabar kalian nduk..? " Tanya Abi saat Azizah duduk di sebelah suaminya.

__ADS_1


"Alhamdulillah sangat baik Abi. "


"Syukurlah. Ummi mu baru kemarin, bilang sama Abi. Jika hari minggu ini kalian gak kesini. Ummi yang akan ke sana. Mungkin sudah sangat kangen sama kamu nduk.. " Tutur lembut Abi.


"Pantesan Azizah sering banget mimpi Ummi sama Abi. " Azizah pun tersenyum.


Beberapa saat kemudian. Ummi pun tiba dengan membawa sekantong belanjaan sayuran . Melihat siapa yang datang ibu paru baya itu, terlihat tersenyum sumringah.


"Assalamualaikum.. " Ucap Ummi di ambang pintu.


"Wa'alaikum salam Ummi... " Azizah menjawab seraya beranjak dan menghampiri Ummi nya. Mencium punggung tangan ummi nya lalu memeluk Ummi nya. Rasa rindu yang menggebu di dadanya seakan terobati sudah, dengan menatap senyum dari orang yang amat ia kasihi.


Al pun ikut berdiri dan menyalami ibu mertuanya.


"Sudah lama nduk. Ummi tadi masih belanja.. " Dengan menunjukkan belanjaannya.


"Enggak Ummi. Masih baru datang Azizah. "


"Ummi taruh ini dulu di dalam ya nduk.. " Ucap Ummi seraya berjalan ke dalam. Azizah pun mengekor di belakang Ummi nya.


"Gimana kabar kamu nduk. Ummi sangat kangen sama kamu. " Ucap Ummi sambil membuka kulkas. Dan menata sayurannya di dalam kulkas.


"Alhamdulillah sangat baik Ummi. Ummi sama Abi sendiri ..? "


"Ummi buatkan minum dulu suamimu. Sana kamu temani suamimu kasian nduk. " Ujar Ummi sambil beranjak ke arah dapur


.


"Biar Azizah saja Ummi yang buat.. " Tawar Azizah.


"Tapi nduk, kamu pasti lelah.? " Ucap Ummi.


"Gak papa Ummi. Azizah saja yang buatin. " Azizah pun menyiapkan airnya dan memasaknya.


Sedang Ummi terlihat mengeluarkan kue kering dalam toples dan menatanya dalam nampan. Kemudian Ummi keluar dengan membawa nampan isi kue kering tersebut .


Tak selang lama Azizah pun menyusul membawa minuman untuk Abi dan Al. Lalu meletakkan perlahan di atas meja.


"Katanya Nak Al sudah naik jabatan.? " Pertanyaan Abi seraya menatap Al.


"Alhamdulillah Abi. Iya, baru kemarin Al naik jabatan." Ucap Al di iringi dengan senyuman.

__ADS_1


"Alhamdulillah , "


"Nduk, Ummi siapkan makan ya buat suamimu.? " Tawar Ummi yang terduduk di samping Abi.


"Nanti saja Ummi. Al masih kenyang. " Jawab Al dengan sopan.


"Iya Ummi, nanti saja. Aku sama mas Al sudah sarapan tadi. " Ucap Azizah .


"Oh iya kala begitu nduk. "


______


Tepat Al dan Azizah selesai sholat dhuhur. Suasana di luar nampak mendung dan beberapa kali terdengar suara petir, pertanda akan turun hujan.


Melihat Ummi yang masih sholat , Azizah pun bergegas ke halaman belakang rumah. Biasanya Ummi menjemur pakaiannya di sana.


Dan benar saja ada sedikit pakaian yang Ummi jemur di sana.


Azizah pun mengangkat semuanya dan membawanya ke dalam.


Dan tak selang lama pun, hujan turun begitu lebatnya.


Selesai dengan semuanya, Azizah kembali ke dalam kamarnya. Suasana yang dingin membuat suaminya nyaman berada dalam selimut tebal. Memang akhir-akhir ini sudah mulai memasuki musin hujan.


"Mas, dingin ya..? " Tanya Azizah seraya duduk di samping Al.


"Iya sayang. Tapi kalau berdua sama kamu pasti hangat sayang. " Ucap Al menggoda istrinya.


"Hem.. Sudah mau lagi. Gombalnya. "


Tanpa aba-aba Al menarik Azizah dalam pelukannya di balik selimutnya. Lalu Azizah pun menaruh kepalanya di dada bidang suaminya. Sedang Al semakin mengeratkan dekapan tangannya.


Sesekali Al mengecup kening istrinya dengan lembut.


Namun rasa lelah dalam diri Al. Mengajaknya untuk menutup mata. Perlahan Al pun sudah terlelap di samping Azizah.


Mendengar dengkuran halus dari nafas suaminya. Azizah pun mendongakkan kepalanya. Terlihat olehnya wajah teduh dan tampan di diri Al .Membuatnya tersenyum, betapa beruntungnya dia. Mendapatkan seorang Imam seperti Al.


Keinginannya untuk memberikan hadiah terindah untuk Al. Semakin kuat. Kini tekadnya sudah bulat. Apapun yang terjadi ia harus kuat demi Orang yang sangat ia cintai , yaitu Al suaminya.


Ia sudah menyiapkan semuanya. Mental dan fisiknya harus ia kuatkan lagi Demi memenuhi fitrahnya menjadi seorang istri, harus melahirkan keturunan dari suaminya.

__ADS_1


Ia sudah berencana besok akan menemui kembali dokter Riska. Dan meminta Ummi untuk menemaninya ke sana. Nanti malam ia akan meminta izin pada suaminya. Memang akhir-akhir ini, pil kontrasepsi untuk menyuburkan kandungannya sekaligus yang menghalangi kehamilannya, sudah tidak pernah ia minum.


Ia sudah berusaha keras untuk secepatnya dapat mengandung lagi. Dan tentunya ia tak lupa, dalam setiap sujud panjangnya. Ia selalu memohon pada Allah, agar secepatnya ia di beri momongan.


__ADS_2