
"Memang gak asem ya Sayang. ? " Al terlihat heran melihat Azizah yang memakan Mangga muda yang membuat mulutnya sudah merasa ngilu. padahal Al hanya melihat bukan ikut memakannya.
"Enggak kok. Enak banget malahan mas. " Ucap Azizah sambil mencomot kembali mangga yang sudah Al bersihkan.
"Lagi makan apa itu Sayang. Kok kelihatannya enak... " Ucap Mama sambil menghampiri Azizah yang memakan mangga muda di ruang tengah.
"Hehehe.. Mangga muda ma. " Jawab Azizah sambil menunjukkan mangga di mangkuk buahnya.
"Sayang.Malam-malam kok makan yang asam-asam sih..? "
"Gak asam Ma. Enak kok Ma. " Lirih Azizah.
"Tapi iya Sayang. Dulu pas Mama hamil suamimu, Mama juga suka sama buah yang rasanya asam. " Mama sambil duduk di samping Azizah.
"Tapi jangan banyak-banyak ya Sayang. Besok lagi di makan. " Sambung Mama.
"Iya Ma. "
"Mama, mau istirahat dulu ya. Sudah ngantuk Mama. " Mama pun beranjak dan pergi ke kamarnya.
"Iya Ma. "
..
"Sayang, kamu belum ngantuk. Ini sudah malam loh. " Ucap Al, karena sebenarnya ia juga sudah mengantuk dan capek.
"Belum sih, tapi kalau Mas yang mengantuk. Ya sudah ayo istirahat. " Ucapnya. " Tapi aku taruh ini di dapur dulu ya. " Sambung Azizah sambil memegang mangkuk buahnya.
"Gak usah Sayang. Sini aku saja yang menaruhnya, kamu ke atas saja duluan . " Ucap Al sambil mengambil mangkuk di tangan Azizah.
"Em. iya mas. "
Azizah pun berjalan ke kamar duluan. Sedang Al menaruh sisa buah tadi di dapur.
Al pun menyusul Azizah ke kamar . Saat pintunya terbuka, ia melihat istrinya sudah berselimut di tempat tidur.
Al pun merebahkan badannya di samping Azizah. Dan mendekapnya dalam pelukannya.
Al mendengar Azizah sudah mendengkur halus di balik selimutnya. Al merasa heran, baru berapa menit istrinya sudah tertidur sepulas ini . Memang akhir-akhir ini Azizah lebih sering menghabiskan waktunya dengan tidur.
Sebenarnya dirinya menginginkan sesuatu pada istrinya. Namun, saat menatap istrinya tidur dengan nyenyak. Ia tak tega jika harus menganggu tidurnya.
Ia pun hanya bisa menahannya untuk malam ini. Ia dekap tubuh istrinya dalam pelukannya. Ia kecup pucuk rambut istrinya dengan lembut dan ikut terlelap dalam mimpi indah bersama istri tercintanya.
⏰⏰⏰
Suara alarm berbunyi seperti biasanya. Azizah memicingkan matanya dan beranjak mematikan alarmnya.
__ADS_1
"Mas, " ia membangunkan Al dengan sedikit menggoyahkan bahu Al.
Entah apa yang terjadi pada Al. Entah mungkin karena dia sudah menahan semalaman, hingga saat netranya menatap Azizah sudah bangun. Ia malah menarik Azizah kembali dalam pelukannya.
Dan tak dapat di tahan lagi, kali ini Al sudah berhasil membuang semua kain yang merasa menghalanginya.
Azizah pun merasa terkejut.
"Mas, Ta.... " Ucapnya terpotong saat bi*ir Al telah memanggut bi*irnya dengan lembut.
Azizah pun tak dapat menguasai jiwanya. Seketika terbuai oleh permainan lembut Al.
Ritual yang memang hampir setiap malam mereka lakukan pun, berulang kembali.
Suara nafas yang berderu dan tak beraturan, terdengar dari balik selimut tebal, yang menutupi kedua insan yang tengah bermandikan cinta.
Setelah selesai menyalurkan hasratnya pada istri tercinta. Al beranjak ke arah kamar mandi. Mengambilkan baju handuk untuk istrinya.
"Ini Sayang, kamu pakai. " Ia mengulurkan baju handuk tadi.
"Iya mas. " Azizah pun menerimanya dan mengenakannya.
Al sudah mengisi bathtub dengan air hangat dan tak lupa menuangkan sabun cair ke dalamnya.
Al dengan tanpa permisi, tiba-tiba saja mengangkat Azizah dalam gendongannya. Yang membuat Azizah terkejut.
"Kenapa..? " Tanya Al sambil mencumbu istrinya yang ada di gendongannya.
"Sudah , turunin aku. " Rengek Azizah.
Al pun berlahan menurunkan Azizah di samping bathtub nya , yang sudah terisi penuh air hangat.
"Mau mandi sendiri.. Apa mas mandiin...? " Goda Al.
"Aish Mas Al. Sudah Mas keluar sana. Aku mau mandi. " Jawab gemas Azizah.
"Kalau mandi bareng gimana Sayang. Sunah Rasul loh Sayang. " Al semakin menggoda istrinya, dengan pura-pura ingin melepas boxernya.
Wajah Azizah seketika terlihat gugup dan memerah.
Karena ia belum pernah mandi berdua dengan Al.
"Mas jangan bercanda, sudah hampir subuh ini. " Lirihnya tanpa menoleh ke Al.
"Iya iya.. Maaf.. Ya sudah kamu mandi dulu, " Ucap Al sambil berlalu dan menutup pintu kamar mandi.
***
__ADS_1
Hari weekend ini, Azizah dan Al akan menginap di rumah Umi. Karena memang sudah hampir 1 bulan Azizah tidak menginap di rumah Umi nya.
Semua persiapan sudah selesai. Al sudah memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil dan mereka pun sudah berpamitan kepada Papa dan Mama.
Al melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di sepanjang perjalanan Al terus mengajak istrinya untuk berbicara. Entah apapun topiknya . Pembicaraan ini terasa menyenangkan saat bersama dengan orang yang kita cintai.
"Sayang, mau mampir beli sesuatu untuk Umi..? " Tanya Al, menawari Azizah untuk membelikan buah tangan untuk Umi nya.
"Em.. dibelikan apa ya Mas...? " Azizah malah balik bertanya.
"Ya Umi sama Abi sukanya apa Sayang.? "
Tanpa di sadari Al, saat ia dan Azizah sedang terbawa dalam pembicaraannya. Ada seorang anak kecil yang tiba-tiba jalan di depan mobil mereka.
Saat Azizah menyadari langkah anak kecil tersebut semakin mendekat. Ia berteriak mengingatkan Al.
"Mas.Awaass......!!! " Suara Azizah membuat Al menatap ke depan.
"Ya Allah dik..!!" Al panik dan berusaha menghindar.
Dan tak ingin mobilnya menabrak anak tersebut. Al berusaha membanting setir mobilnya dan berusaha mengalihkan alur mobilnya. Namun, naas mobil mereka menabrak pohon rindang di samping jalan. Dan mengakibatkan pohon itu menimpa mobil yang di naik i oleh Al dan Azizah.
'Bruukkk...!!!
mobil bagian depan Al terlihat rusak parah hingga pintu mobil pun terbuka.
Seketika lalu lintas macet dan warga sekitar berkerumun. Sedang di dalam mobil tersebut terlihat Al terluka di bagian pelipis nya yang menghantam ke setir mobilnya dan masih terus mengalir darah segar.
Dan Azizah pun juga sudah dalam kondisi yang nampak parah.
Warga pun berusaha menolong keduanya. Dan secepatnya membawa keduanya ke Rumah sakit terdekat, agar cepat mendapatkan pertolongan.
Sebagian warga berinisiatif untuk menghubungi keluarga dari Azizah dan Al.
"Gimana kalau kita hubungi keluarga korban, dari handphone mereka. " Ucap salah satu warga yang menolong Al dan Azizah.
"Betul juga. Coba kalian cek di hand phone korban. Pasti ada di saku nya. " Salah satu warga pun mengiyakan usul temannya.
Dan salah satu dari mereka. Akhirnya menemukan ponsel Al yang berada di samping jok mobil Al. Mungkin terjatuh dari saku celana Al.
Saat mereka membuka ponselnya. Mereka mencoba menghubungi nomer telfon 'Mama'.
"Mungkin ini Kang. Yang ada namanya Mama. Coba kita hibungi. " Ucap salah satu warga.
"Iya . Coba langsung di hubungi.. ''
____
__ADS_1