
Al menatap jam di pergelangan tangannya. Waktu terasa begitu sangat lambat. Sedangkan, Mama Ratih duduk di kursi dan nampak begitu sangat tegang.
"Assalamualaikum.. " Suara salam dari Ummi Nur membuyarkan lamunan Mama Ratih
"Bagaimana keadaan putriku bu Ratih..? " Sambung Ummi nur
"Wa'alaikum salam bu Nur.. Dokter sedang menanganinya. " Jawab Mama Ratih .
"Ya Allah, lindungi putri serta cucu hamba.. " Penuh dan sesak dada Ummi Nur. Lalu Abi mengelus punggung istrinya.
"Putri kita kuat mi, dia pasti bisa melewati semua ini.. Kita berdoa saja, agar Allah menolong putri dan cucu kita Mi.. " Tutur Abi menenangkan hati istrinya.
Sedang Al benar-benar tidak menyadari ke hadiran mertuanya. Rasa sedih dan khawatir sedang menyelimuti hati dan pikirannya.
Lalu Abi bangkit dan berjalan menuju menantunya, yang berdiri pas di depan pintu ruangan operasi.
"Nak Al.. " Abi menyapanya dan menepuk bahunya.
"Abi... kapan Abi datang..? " Ia langsung menyalami tangan mertuanya.
"Barusan , " Ucap Abi.
"Maaf kan Al abi.. Lagi-lagi Al mengecewakan Abi dan Ummi.." Ucapnya .
"Tidak ada yang harus di salahkan, ini semua sudah kehendak yang kuasa. Azizah juga punya kewajiban untuk memberimu keturunan." Ujar abi bijaksana.
Setelah menunggu sekitar 1 jam lebih akhirnya, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan operasi .Betapa bahagianya Al , mama , Ummi dan Abi mendengar suara tangisan bayi.
Mereka saling melempar senyum kebahagiaan . Mama Ratih dan Ummi Nur berpelukan dan mengucapkan puji syukur pada sang kuasa.
Seketika, pintu terbuka dan seorang perawat memanggil Al.
"Tuan Al, silakan masuk untuk mengadzani bayi anda.. " Ucap perawat itu.
Betapa sumringah dan haru tiada tara, seakan Al ingin berlari untuk segera memeluk istri dan bayinya.
Al cepat-cepat masuk ke dalam. Sedang Ummi langsung bertanya pada perawat akan keadaan putrinya.
"Sus, bagaimana ke adaan ibunya. ? "
"Alhamdulillah bu , pasien berhasil melewati operasi ini dengan baik. Hanya saja bayinya masih dalam kondisi prematur. Jadi kita akan melakukan perawat untuk menstabilkan kondisi bayi nya bu.. "
"Ya Allah.. " Rasa nya Ummi dan Mama Ratih bahagia walau mereka sedikit mengkhawatirkan kondisi cucunya.
"Cucu saya laki-laki atau perempuan sus..? tanya Abi
"Cucu bapak laki-laki pak.. Kalau begitu saya masuk dulu ya pak bu.. " Ujar perawat seraya menutup kembali pintu operasi.
"Kami belum boleh masuk sus.. " Ucap Ummi mengikuti langkah sang perawat.
__ADS_1
"Maaf bu.. nanti ya. Kita masih akan membersihkan pasien dulu. "
"Iya sus.. "
______
Al menatap tubuh lemah Azizah, yang lemas terbaring di ranjang operasi .
"Sayang," Ucap nya lembut seraya mencium kening istrinya.
Azizah tersenyum bahagia, wajahnya merekah penuh kebahagiaan.
"Tuan Al. " Panggil dokter Riska .
"Iya dok.. "
"Silakan tual Al mengadzani bayi anda.. "
"Iya dok.. " Jawab Al.
Ia kembali mencium kening istrinya dan berbisik " Bentar ya Sayang.. "
Azizah mengangguk pelan.
Al pun berjalan menuju jagoan yang selama ini ia dambakan.
Lalu mengadzani dan membacakan iqomah di kedua telinga putranya.
الله اكبر.. الله اكبر٢*
اشهد ان لا اله الا الله ٢*
اشهد ان محمد رسول الله٢*......
_____
Lalu mengecup keningnya, pipi nya . Kemudian terdengar langka dokter riska menghampirinya
"Pak Al, maaf bayi anda akan di masukkan inkubator . Karena kondisi nya masih belum stabil. " Jelas dokter Riska seraya mengulurkan tangannya ke arah Al.
"Tapi kenapa dok.. ? " Tanya Al yang belum faham kondisi bayinya.
"Bayi anda ini dalam ke adaan prematur, yang mengharuskan untuk di rawat dalam inkubator. Karena organ-organ bayi yang lahir dalam kondisi prematur cenderung belum berkembang sempurna. Jadi kami akan merawatnya terlebih dahulu agar secepatnya kondisinya stabil layaknya bayi yang sudah matang dalam kandungan sang ibundanya. " Jelas Dokter Riska seraya meletakkan bayi Azizah dalam incubator. Dan membawanya pergi ke ruangan khusus perawatan bayi prematur atau NICU.
Al lalu berjalan ke arah ranjang Azizah.
"Bayi kita mau di bawah ke mana mas..? " Tanya Azizah pada Al yang berdiri di sampingnya.
"Dokter Riska membawa bayi kita ke ruang NICU, karena bayi kita lahir dalam ke ada prematur sayang.. " Suara Al pelan .
__ADS_1
Azizah menghela nafas beratnya
"Ya Allah mas... "
"Gak papa Sayang, kata dokter Riska bayi kita kuat, hanya saja membutuhkan sedikit perawatan. Agar lebih kebal. " Ucap Al seraya mengusap kepala istri tercintanya. Lalu mengecup kening istrinya.
_____
"Nyonya Azizah waktunya untuk memberi Asi bayi anda. " Seorang perawat memberikan electric breast pump padanya.
Lalu Azizah mengulurkan tangannya menerima alat tersebut dan mulai memompa Asinya.
Setelah di rasa cukup, perawat segera membawanya ke ruangan bayi nya. Sebelum perawat itu keluar Azizah bertanya pada nya.
"Sus, saya boleh melihat bayi sayakan ..? " Tanya Azizah karena dari kemarin baru sekali ia melihat bayinya, itupun ia belum sempat menggendongnya.
"Boleh , tapi nanti ya. Saya nanti akan mengabari Nyonya Azizah saat ada jam besuk."
"Iya sus.. "
Perawat itu pun segera keluar dari ruangan Azizah.
Beberapa saat kemudian Al masuk, dan menghampirinya yang masih terduduk di ranjang pasien.
"Sayang... " Al mendekat dan duduk di sampingnya.
"Aku ingin melihat bayi kita mas.. aku ingin memeluknya.. " Ucap Azizah memelas di bahu Al.
"Sabar Sayang.. kita harus kuat , demi kesehatan bayi kita. Tadi aku juga dari ruangan NICU tapi kata dokter Riska aku belum bisa masuk. Karena, masih tahap pemberian asi dan perawatan. Nanti kalau waktunya jam besuk, mas antar kamu ke sana ya.. " Ujar Al menghibur Azizah.
Azizah hanya menjawab dengan anggukan.
"Kamu sudah makan sayang..? " Tanya Al mengalihkan pemikiran Azizah.
"Sudah mas.. " Jawab Azizah singkat.
"Makasih ya Sayang.. " Al kemudian menghadap ke arah wajah istri tercintanya seraya memegang kedua tangan istrinya.
"Kini, harapanku sudah kamu wujudkan. Akhirnya aku menjadi seorang Ayah. Buah hati , pangeran kecil ku sudah hadir dalam hidupku. " Al mencium kening istrinya.
Apapun kondisinya saat ini, hati Al tak dapat di pungkiri rasa bahagia sedang memenuhi seluruh hati dan jiwanya. Bagi nya kehidupannya dengan Azizah adalah sebuah anugrah terindah dari Allah untuk nya . Apalagi sekarang ia telah di karuniai seorang putra.
Semoga saja Allah segera memberi kesehatan untuk buah hatinya.
Tak sadar air mata Azizah pun meleleh, ia pun sama halnya dengan Al. Meski ia sempat merasakan rasa sakit yang hampir setiap hari melandanya saat ia mengandung bayinya. Namun, rasanya itu semua sudah terbayarkan dengan keselamatan dirinya dan juga bayinya.
Rasa syukur tiada henti ia panjatkan pada sang Maha Pemberi, yang sudah memberinya kesempatan untuk merasakan nikmatnya menjadi seorang ibu...
____
__ADS_1