
**
"Umi, Abi dan tante. Maaf kalau terlalu lama menunggu jawaban Azizah." Bismillah .. Azizah mau menerima Lamaran dari tante. " sambung Azizah dengan pelan.
Seketika wajah keluarga besar ini merasa bahagia dan berbunga bunga. Akhirnya Azizah memutuskan untuk menerima lamaran dari Al. Namun, entahlah seperti apa rasa hatinya saat ini. Yang pasti keputusan ini sudah bulat . Dan dia hanya berharap dapat mencintai calon imamnya.
Kemudian mama Ratih menghampirinya dan memeluknya. Seraya memasangkan cincin di jari manisa Azizah, sebagai tanda bahwa gini Azizah adalah calon istri Al.
"Terima kasih sayang, kamu mau menerima lamaran ini" sambil mengelus lembut kepala Azizah. Sedang Azizah hanya tersipu malu.
"Tapi, mama punya satu permintaan sayang ke kamu. " seketika aura wajah mama Ratih terlihat memelas. Membuat Abi, Umi dan Azizah bertanya-tanya.
"apa tante..?? " tanya Azizah dengan pelan.
"jujur sayang, mengapa tante memilih perjodohan ini. Dan lebih memilihmu untuk menjadi pendamping hidup Al. Karena mama sangat percaya kamu mampu merubah sifat dan kehidupan Al. Alfa laki laki yang baik dan penyayang. Hanya saja sejak Al mengenal geng Motor. Dia bandel sayang. Dan jarang di rumah dan selalu memprioritaskan teman teman geng motornya, dari pada kami keluarganya. Sebenarnya, Papanya berharap bahwa Al bisa meneruskan perusahannya dan Al menjadi seorang CEO. Tapi, sangat sulit bagi kami, untuk merubah perilaku Al.. " jelas panjang lebar mama Ratih dengan wajah cemas. Lalu Sonya menambahi pembicaraan Mamanya. Takut keluarga Azizah menjadi ragu-ragu.
"Tapi tenang Azizah. Al itu orangnya baik kok plus penyayang. Dan sebenarnya dia juga mudah luluh dan penurut pada wanita yang mampu memikat hatinya. " sambung kak Sonya dengan senyum meyakinkan.
Rasanya hati Azizah tersentak. Apalagi ini..?? dia harus berusaha keras untuk merubah calon suaminya.. Bukankah harusnya Laki-laki yang menikahinya harus menjadi imam untuknya dunia akhirat. Malah ini dirinya yang harus menuntun Suaminya...
Dia hanya tersenyum saat mama Ratih dan kak Sonya berusaha memantapkan pilihan hatinya..
***
Sedangkan nuh jauh di sana. Didepan pesantren. Sudah 2 hari ini Al berdiam diri di sini untuk menunggu pujaan hatinya . Yah.. Siapa lagi kalau bukan Bidadari pesantrennya.
Tapi ia hanya dapat menelan ludah kekecewaannya karena sudah hampir 3 jam menunggu, Gadis pujaan hatinya tak juga terlihat. Sudah 2 hari ini ia tak nampak walau hanya sekedar keluar sebentar.
Hati Al menjadi kacau dan gelisah. Takut terjadi sesuatu pada gadis pujaannya. Karena, tak seperti biasanya. Hampir setiap hari Al ke sini dan selalu saja mendapat kesempatan untuk menatap gadisnya. Ya.. walau hanya dapat menatapnya dari jauh . Namun hatinya akan kembali pulang dengan bahagia dan damai. Tapi berbeda dengan kali ini. Dia terus saja menatap ke arah gedung pesantren yang tinggi itu. Namun, matanya sama sekali tak menemukan sosok yang di nantinya.
__ADS_1
Saat rasa putus asa mulai menyerangnya. Dia menghidupkan mesin Motornya. Namun, seketika terhenti saat melihat sosok perempuan yang selalu berada di sisi Azizah . Dan perempuan itu kelihatan akan keluar dari area pesantren. Sejurus kemudian Al dengan memberanikan diri menghampiri perempuan tersebut.
"mbaakk...?? " sapa Al sedikit gugup.
"iya mas, ada perlu apa ya..?? " jawab Vina.
" eem.. kalau boleh tau .. kemana mbak temannya mbak yang biasanya sama mbak. Gadis cantik yang tingginya semampai itu lo... " pertayaan yang membuat dirinya juga terkejut. Kenapa dia melontarkan pertanyaan seperti itu. Aaahh memalukan.. !!
Sedang Vina hanya tersenyum lalu menjawab. "Maksutnya mas mungkin Azizah kan..? " dengan senyum sedikit penasaran. Kok bisa bisanya cowok ini bertanya tentang temannya.
"iya dia Azizah. Yang selalu di sini sama aku kan..?? " tanya Vina lagi.
oohh jadi namanya Azizah pikir Al dalam hatinya..
"Dia lagi pulang mas kerumahnya.. -"
"kenapa mbak ..?? apa dia sakit..??!! " Al memotong jawaban Vina, sebelum Vina selesai bicara.
"Lalu kenapa mbak..?? " Al bertambah panik.
"Dia pulang karena hari ini dia menerima Lamaran seseorang untuknya mas.. " jawaban Vina, terasa bagai petir untuk Alfa. Kaget dan tak berdaya untuk bertanya lagi. Al terlihat terdiam mematung di tempatnya. Membuat Vina heran..
"Hello mas.. masnya kok bengong... " lambaian Vina menyadarkannya.
Seketika wajahnya berubah redup dan pucat dan cepat cepat di kembali ke arah motornya tanpa menjawab Vina. Dan membuat Vina bingung.. Lalu menghidupkan mesin motornya dan melaju dengan sangat kencang.
"Loh, kenapa itu orang...??? " gumam Vina.
***
__ADS_1
Motor Al sudah sampai di depan rumah. Kemudian dia turun dan bergegas memasuki rumah dan langsung naik tangga ke kamarnya. Tanpa ia sadari bahwa Mama Ratih dan kak Sonya sedang ngobrol di ruang tengah yang di lewati. Sapaan dari kak Sonya pun dia tak menjawabnya.
"Loh, kenapa Al ma..?? " Sonya yang bingung melihat ekspresi wajah adiknya. Yang tak seperti biasa.
"Entah sayang.. " jawab mama Ratih datar " mungkin masih marah dengan kemarin. Jangan di tanya dulu. Biarkan emosinya reda dulu sayang. " sambung mama Ratih.
Sedangkan Al masuk ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya. Lalu tiba tiba dia mengobrak abrik semua barangnya yang ada di Nakasnya. Kemudian terlihat olehnya. Sebuah paper bag . Lalu di ambil isi yang ada di dalamnya. sebuah buku novel cinta milik gadis pujaan hatinya..
Entahlah mengapa hatinya begitu sakit. Mendengar kenyataan bahwa Bidadarinya gini telah di lamar oleh seseorang. Begitu perih di hatinya. Apakah Al saat ini tengah Patah Hati dengan Gadis Bidadari nya...? Entahlah..?? Tapi, yang jelas saat ini hatinya benar benar hancur dan remuk.
Setelah cukup lama dia terdiam dengan memegang buku bidadarinya. Suara ketukan pintu terdengar..
."Tok.. tok.. to.. dik..?? " ternyata suara kak Sonya. Yang merasa khawatir dengan keadaan adiknya. Yang tak seperti biasanya.
"Boleh kakak masuk.? "sambung kak Sonya karena tak mendapat respon dari adiknya.
Sejurus terlihat wajah Al muram saat pintu terbuka.
" Ada apa kak..? Al lagi gak mood. Al juga lagi capek..!! "
"Kamu kenapa dik, kok tadi sampai gak jawab sapaan kakak..? ya kakak sama mama khawatir dengan keadaan kamu dik.. " Kak Sonya terlihat cemas.
" gak papa kak. Cuma capek saja. Emm iya kak . Kalau sudah gak ada perlu . Aku mau istirahat . Aku capek banget kak.. " ia mencoba menutupi apa yang terjadi di dalam kamarnya. Agar kak Sonya tidak masuk ke dalam.
" Ya sudah dik, kalau kamu memang gak papa. Kakak balik ke kamar ya . Ya sudah kamu istirahat saja sana. "
"eem kamu sudah makan siang dik.. " terhenti dan membalikkan badan untuk kembali bertanya.
"Sudah kak tadi di kantin kampus.. " jawabnya sambil menutup pintu kamarnya.
__ADS_1
***