Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Koma


__ADS_3

Tanpa sengaja Mama Ratih menyenggol foto keluarga saat pernikahan Al. Foto itu terjatuh dan kacanya pecah berserakan. Entah itu sebuah pertanda atau apa. Tiba-tiba hati Mama Ratih menjadi sangat cemas.


"Bi... Bi Ijah... " Panggil Mama Ratih.


Bibi Ijah pun bergegas menghampiri Nyonya besarnya.


"Iya Nyonya. Loh ini kenapa Nyonya. " Melihat fotonya sudah berserakan di lantai.


"Gak sengaja tadi ke senggol. Terus jatuh bi. Ya sudah tolong bibi bersihkan nya. " Ucap Mama sambil berlalu.


Belum hilang rasa cemasnya. Tiba-tiba suara ponselnya berdering. Panggilan dari nomor Al masuk.


"Halo Al.. " Suara Mama Ratih, yang mengira Al yang menelfon nya.


"Maaf Bu. Apakah ini keluarga dari Pak Alfa.? " Suara salah satu warga itu.


Sontak Mama Ratih kaget dengan siapa ia sedang berbicara. Kenapa ponsel Al ada di tangan seseorang.


"Iya, ini siapa..? Kenapa handphone anak saya ada di anda. Ada apa...? " Suara Mama mulai panik.


"Maaf Bu. Anak ibu mengalami kecelakaan.Kami sedang membawa keduanya ke Rumah sakit terdekat. "


Bagai di sambar petir rasanya jiwa Mama Ratih. Kakinya pun seakan sudah tak berpijak lagi di atas bumi.


Ia menjatuhkan tubuhnya di lantai. Melihat kondisi Nyonya nya yang tiba-tiba lemas dan terjatuh. Bi Ijah segera berlari dan berteriak memanggil Mang Jono supir juga tukang kebun.


"Ya Allah Nyonya. Nyonya kenapa...? " Bi Ijah pun panik melihat kondisi Nyonya nya.


"Al bi.. Al... " Suara Mama sudah terbata


"Ada apa dengan Den Al Nyonya. ? " Bibi semakin bingung.


"Panggilkan sopir bi. Suruh antar saya. Menemui putra saya bi... "


"Iya Nyonya... "


Seketika Pak Jono, sudah menyiapkan mobil, untuk mengantar Mama Ratih ke alamat yang warga tadi berikan.


"Pak Jono, Cepat sedikit mobilnya.. hiks ..hiks " Lirih Mama yang masih menangis di dalam mobil. "Bagaimana ke adaan anak-anakku Ya Allah.. " Sambung Mama.


Satu jam lebih perjalanan, akhirnya Mama Ratih sampai pada Rumah sakit yang ada di alamat tadi.


Mama segera mencari ruangan Al yang sudah di beri tahu oleh pihak rumah sakit.


Saat tangannya akan membuka pintu kamar Al di rawat, rasanya sangat berat dan gemetar. Mama Ratih masuk ke dalam masih dengan tangisannya .


Saat matanya menatap sosok putra kesayangannya, tengah terbaring di ranjang pasien. Mama segera berhambur menghampiri Al.


Putranya masih dalam kondisi tidak sadar. Selepas itu dokter datang menemui Mama.

__ADS_1


"Maaf, apakah anda orang tua pasien.? " Tanya rama dokter Ken.


"Iya dok sama Mamanya. Lalu mana menantu saya dok. ? " Mama balik bertanya keberadaan Azizah.


"Bisa kita keruangan Saya Bu.. " Ajak dokter Ken.


"Iya dok. " Mama pun mengikuti langkah dokter Ken. Menuju ruangannya.


___


"Silakan duduk Bu... "


"Iya dok. "


"Begini Bu. Untuk kondisi Tuan Al. Alhamdulilah tidak ada yang perlu di khawatirkan. Tuan Al akan segera sadar. Karena dia cuma mengalami cedera ringan di bagian kepala. Tapi tidak berdampak buruk. Jadi ibu tidak merasa khawatir dengan keadaan Tuan Al. " Jelas dokter Ken.


"Lalu dok, bagaimana dengan keadaan Menantu Saya.? "


Dokter Ken terlihat menghela nafas panjangnya.


"Maaf Bu. " Dokter Ken, menghentikan ucapannya.


"Kenapa dok. Apa yang terjadi pada Menantu Saya.? " Mama Ratih mulai merasa panik.


"Nyonya Azizah... Begini Bu. Kandungan Nyonya Azizah tidak dapat di selamatkan. Maafkan kami Bu. Kami sudah berusaha semaksimal kami. Tapi .. "


"Tidak dok.... Hiks... hiks.... " Mama menangis kembali, saat mendengar calon cucunya tak dapat di selamatkan.


"Lalu bagaimana kondisi ibunya dok..? " Mama kembali bertanya dalam tangisnya.


"Nyonya Azizah, mengalami benturan hebat dan mengalami pendarahan yang hebat pula. Yang mengakibatkan Dia harus kehilangan janinnya. Dan keterkejutan yang hebat yang menimpa dia, membuat dia Syok. Dan berakibat dia harus menjalani masa kritisnya. Dan Maaf bu. "


"Maaf untuk apa lagi dok. ?!.. Kenapa.. ! Apa yang terjadi..?!. "


"Pasien sekarang Koma Bu.. " Lirih dokter Ken.


"Koma...? " Jantung Mama sepertinya sudah berhenti berdetak. Jiwanya terasa melayang.


"Dok. Jangan bicara yang bukan-bukan. Menantu saya baik-baik saja kan.? " Tangis Mama pecah, Mama terlihat menjatuhkan kepalanya di meja dokter Ken.


"Sabar Bu. Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa pasien. "


"Ya Allah. Astaghfirullah. Azizah... Hiks.. hiks... " Mama tak mampu lagi membendung air matanya.


"Antar saya ke ruangan menantu saya dok. " Ujar Mama Ratih pada Dokter Ken.


"Iya Bu. "


Mama pun berjalan mengikuti dokter Ken. Dengan langah kaki lunglai. Bagaimana ini, apa yang akan ia katakan pada Orang tua Azizah. Bagaimana nantinya Al, saat sadar dan menanyakan kondisi istrinya.

__ADS_1


Saat di lorong ruangan Papa Jaya melihat Mama Ratih yang berjalan di belakang Ken.


Papa Jaya secepatnya berlari dan menghampiri istrinya.


"Ma... " Panggil Papa Jaya.


"Papa.. " Mama seketika menjatuhkan dirinya di dada suaminya.


Sedang dokter Ken juga ikut menghentikan langkahnya.


"Bagaimana keadaan Al dan Azizah.? " Tanya Papa Jaya yang juga terlihat panik.


"Al baik-baik saja Pa.. Tapi, Azizah Pa.. " Mama menghentikan suaranya dan kembali menangis.


"Kenapa.. ? Ada apa dengan Azizah.? " Papa juga semakin panik.


"Mari Pak Bu.. " Ajak dokter Ken.


Akhirnya Mama dan Papa mengikuti kembali langkah dokter Ken.


Dokter Ken pun membuka pintu kamar rawat Azizah.


Ceklek.!


Terlihat oleh netra kedua orang tua itu. Azizah terbaring lemah dan tak berdaya di ranjang pasien. Dengan begitu banyak Alat medis yang menempel di tubuh lemahnya.


"Pa... " Suara Mama Ratih lemah saat melihat kondisi menantunya.


Mama menghampiri menantunya,


"Sayang. Mama mohon sayang. Kamu harus kuat, kamu harus berjuang demi Al. Mama mohon Azizah.. " Mama menangis sambil menciumi tangan Azizah yang lemah.


Papa Jaya pun mengusap lembut punggung istrinya.


"Azizah pasti bisa melewati ini semua Ma. Dia anaknya kuat. Papa yakin secepatnya dia akan sadar . " tak dapat di tahan air mata Papa Jaya pun menetes.


"Iya Pa. Mama juga sangat percaya. Azizah akan secepatnya sadar. " Mama mengecup kening menantunya. "Mama mohon Sayang. " Sambungnya Mama.


"Mama sudah menghubungi Umi sama Abinya.? " Tanya Papa Jaya.


Mama Ratih menggelengkan kepalanya.


"Belum Pa. Mama gak tau harus bicara apa.." Lirih Mama Ratih.


"Kalau begitu Papa yang akan menghubungi mereka.Papa keluar dulu ya. Mama jangan terus menangis. Lebih baik kita berdoa Kepada Allah, supaya Azizah secepatnya sadar . " Tutur Papa Jaya.


"Iya Pa.. "


"Papa juga mau keruangan Al. lihat kondisi Al. Sebelum orang tua Azizah datang. Jangan tinggalkan Azizah sendirian. Nanti biar Papa yang jaga Al. " Sambung Papa Jaya. Kemudian keluar.

__ADS_1


"Iya Pa.. " Jawab Mama pelan.


______


__ADS_2