
Azizah terlihat mengerjapkan matanya, kemudian menatap jam dinding di depannya. Sudah menunjukkan pukul 11 siang.
Ia menoleh ke arah Al. Terlihat Al pun masih terlelap dalam tidurnya. Mungkin dia terlalu lelah. Karena memang di rumah sakit, Al jarang sekali beristirahat.
Aziziah merangkul suaminya dari sampingnya. Kemudian menaruh kepalanya. Di dada bidang milik suaminya. Rasa nyaman yang selalu ia rindukan.
Seketika Al menariknya dalam pelukannya.
"Sudah bangun Mas..? " Tanya nya pelan, walau suaminya masih terlihat menutup matanya.
"Eum... " Al hanya menjawab datar. Namun tetap mempererat dekapan tangannya.
"Aku mau ke toilet Mas.. " Ucap Azizah seraya melepaskan pelukan Al.
Al pun melepasnya dan kembali menarik selimutnya. Lalu melanjutkan tidurnya.
Kemudian Azizah bangkit dan berjalan ke kamar mandi. 30 menit kemudian ia keluar. Setelah selesai dengan ritual mandinya.
Rasanya badannya lebih fresh. Setelah ia basuh dengan air hangat. Dari kemarin di rumah sakit hanya di bersihkan saja. Hingga rasanya lengket dan gerah.
Tapi hari ini rasanya, semua sudah kembali.
Lalu ia berjalan menuju cermin. Setelah memakai gamisnya ia hendak memakai jilbab yang warnanya sepadan dengan gamisnya.
Namun saat ia bercermin. Matanya menatap ke arah bawah. Tepat di arah perutnya.
Deg.
Seketika, hatinya terasa peri dan terluka yang dalam. Mengingat calon buah hatinya yang tak dapat di selamatkan.
Sejak di rumah sakit, ia sudah belajar melupakannya. Namun, hari ini ingatannya kembali datang mengusiknya.
Tak sadar air matanya jatuh meniti, membasahi jilbab yang ia pegang.
Ia terlihat mengelus perutnya, yang sudah kosong dari janinnya.
Teringat kembali kebahagiaan semua keluarga. Saat kabar kehamilannya. Kini semua telah hilang, sirna hanya dalam sekejap.
"Ya Allah... " Ia Beristighfar dalam hatinya. Dan memohon pertolongan. Agar Allah secepatnya memberinya pengganti.
Seketika pikirannya tersadar saat terdengar suara ketokan pintu.
"Tok.. tok.. tok.. "
Buru-buru ia memakai jilbabnya lalu menyeka sisa air matanya dan berjalan ke arah pintu.
"Iya, sebentar. "
Ceklek.
Ia membuka pintu, terlihat Kak Sonya datang menjenguknya.
"Adik.. " Sapa kak Sonya seraya memeluk Azizah.
"Kakak.. Baru datang..? " Balik sapa Azizah.
__ADS_1
"Iya dik. Gimana kondisimu saat ini. " Tanya kembali kak Sonya.
"Alhamdulillah sudah enakkan Kak. Pusingnya juga sudah hilang kok. " Jawab Azizah.
"Masuk yuk Kak. " Sambung Azizah.
Melihat Al tertidur dengan pulas. Kak Sonya mengurungkan niatnya untuk masuk.
"Nanti saja ya dik. Kakak masih mau ke bawah dulu. Nanti Kakak kesini lagi. Kamu buat istirahat dulu ya. " Ucap kak Sonya. Lalu pamit untuk ke bawah.
"Oh, iya kak kalau begitu. "
_____
Kak Sonya pun ke bawah menemui Mama Ratih. Sedang Azizah menyiapkan untuk sholat dhuhur. Karena sudah masuk waktunya sholat.
Ia terlihat membangunkan Al.
"Mas.. bangun yuk. Sudah pukul 12 ini. "
Tapi Al masih molor dengan dengurannya .
Azizah kembali menggoyahkan bahu Al, karena Al tak kunjung bangun. Bukannya bangun Al malah menarik tangan Azizah.
Spontan tubuhnya jatuh di atas dada bidang Al. Yang juga langsung di tangkap oleh Al.
"Aish.. Mas Al. Lepasin dong.. " Suaranya terdengar di telinga Al.
Al kemudian memicingkan matanya. Netranya menatap pada istrinya yang sudah terlihat segar dan cantik.
Seraya tersenyum ia melepas perlahan dekapannya. Lalu ia beranjak dan mendudukkan dirinya.
Azizah pun mendudukkan di dirinya di samping Al.
"Sana Mas, mandi. Aku tungguin. Ayo sholat dhuhur berjamaah. " Ucap Azizah sambil menarik selimut yang masih menempel di sebagian badan Al.
Al kembali menguap. Lalu menurunkan kakinya satu persatu.
"Siapin gantinya ya sayang. " Ucapnya seraya berjalan ke kamar mandi. "
"Iya.. " Jawab Azizah lalu beranjak ke almari mengambil baju ganti Al.
30 menit berlalu, Al keluar dari kamar mandi. Azizah sudah menyiapkan baju ganti juga 2 sajadah dan mukenahnya di atas tempat tidur.
"Mas, itu baju gantinya. " Sambil menunjuk ke tempat tidur. "Aku tak ambil wudhu' dulu, mas ganti baju. " Sambungnya sambil kembali ke kamar mandi untuk berwudhu'.
Selepas itu Al dan Azizah sholat berjamaah.
_______
Sementara itu Mama dan Kak Sonya tengah ngobrol di ruang tengah.
"Sayang kamu sudah cek kandungan kamu ke dokter Riska. ? " Tanya Mama sambil mengelus perut kak Sonya, yang sudah terlihat semakin membesar.
" Belum Ma. Rencananya habis dari sini, aku sama Mas Ilham langsung mampir ke tempat dokter Riska.. " Jawab Sonya sambil menyandarkan punggungnya di sofa.
__ADS_1
"Loh, kamu gak nginap di sini Sayang..? " Wajah Mama Ratih terlihat sedikit kecewa.
"Enggak Ma. Habis ini Mas Ilham dari kantor langsung jemput pulang Ma.. " Sonya sambil memegang tangan Mamanya.
"Kan kamu jarang kesini Sayang. Terus kok gak nginap..? "
"Nanti malam ada acara Ma, sama keluarga besar Mas Ilham. " Ucap Sonya.
"Kapan-kapan kalau Sonya ke sini lagi. Sonya bakalan nginap di sini Ma. " Sambungnya.
"Ya sudah kalau gitu. "
"Sayang Kamu mau makan apa gitu.. ? Yang bayi kamu pingin..? " Sambung tanya Mama Ratih.
"Eum... Apa ya...? " Pikir Sonya..
"Aku mau makan siang ma Cumi bumbu merah Ma. Kayaknya enak. Tapi maunya Mama yang buatin. " Sambil menelan salivanya membayangkan masakan Mamanya.
"Tapi gak pedas ya Sayang. Kasian babynya.. " Tawar Mama Ratih.
"Iya Ma.. Pokoknya Mama masak cumi saja. Terserah di masak apa.. " Jawab Sonya.
"Ok Sayang. "
Selepas itu terlihat Azizah menuruni tangga. Mama Ratih yang melihatnya langsung menegurnya.
"Sayang, pelan-pelan.. " Suara Mama Ratih melihat Azizah menuruni tangga.
Kemudian Azizah menghampiri Mamanya dan Kak Sonya.
"Buat istirahat saja dik.. " Ucap Kak Sonya.
"Iya Sayang. Kamu istirahat saja.. " Mama Ratih membenarkan ucapan kak Sonya.
"Gak papa Ma, ka.. Azizah jenuh di kamar terus. " Suaranya masih terdengar lemah.
"Oh.Kalau gitu kamu temani kak Sonya ya. Mama mau masakin kesukaan kak Sonya dulu. "
"Iya Ma. " Azizah pun menganggukkan kepalanya.
"Sayang, Kamu Mama buatin bubur ya.? " Tawar Mama Ratih.
"Gak usah Ma.. " Azizah terlihat sungkan.
"Loh, terus kamu mau makan nasi. Kan baru juga sembuh. Sudah ya, Mama buatin bubur saja. " Jelas Mama Ratih.
Kemudian Mama Ratih pun beranjak ke dapur.
"Bagaimana kandungan Kakak.. ? " Tanyanya sedikit pelan. Sebenarnya ia sangat sedih, ia teringat akan calon bayinya. Namun, ia berusaha menguatkan jiwanya.
"Alhamdulillah dik, baik-baik saja. " Jawab Kak Sonya. Kemudian kak Sonya mendekat ke arah Azizah.
"Dik, yang sabar ya. Nanti kalau kamu sudah siap, kita ikut progam lagi. " Kak Sonya berusaha menguatkan hati Azizah.
"Masih banyak kesempatan, toh kamu masih muda. Ini bukan akhir dari semuanya. " Kak Sonya tersenyum mendukung sambil menggenggam tangan Azizah.
__ADS_1
"Iya Kak. Makasih ya Kak. " Lalu keduanya berpelukan.
_____