Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren

Pengagum Rahasia Bidadari Pesantren
Baby Queen


__ADS_3

Sesampai di rumah, Azizah mengurungkan niatnya untuk membicarakan perihal rencananya. Karena ia melihat wajah capek suaminya. Khawatir nanti mala menambahi beban dalam pikiran suaminya.


Selesai membasuh kaki dan berganti baju tidur, Al merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


"Sayang, Mas capek plus ngantuk banget. Mas tidur dulu ya. "Ucapnya seraya menarik selimut.


Sedang Azizah sendiri sedang mengambil baju tidur dalam almarinya.


Ia pun menoleh ke arah Al. " Iya Mas.. "


Selepas itu, ia pun ke kamar mandi. Membersihkan dirinya lalu berganti baju tidur dan kembali ke samping Al.


Suara dengkuran halus terdengar dari nafas suaminya. Wajahnya yang teduh, hidung mancung, kulit bersih, bibirnya, dagunya. Ah serasa membuatnya tak mampu berpaling dari suaminya.


Ia merebahkan tubuhnya di samping suaminya. Ia letakkan perlahan kepalanya di dada bidang itu, seketika aroma tubuhnya menyeruak ke penciumannya. Aroma maskulin yang selalu menghangatkan dirinya di kala badai dingin menyapanya.


Merasa istrinya di dekatnya. Al pun dengan reflek mendekap istri tercintanya dalam dekapan hangatnya. Seakan di nina bobokan oleh Al, begitu dengan mudanya ia terpejam dalam dekapan suaminya.


Dan terlelap dalam indahnya dunia mimpi.


_____


Pagi yang indah nan cerah. Selesai dengan ritual ibadahnya sejak jam 3 tadi. Sebuah kebiasaan yang sudah ia istiqomahkan sejak hidup di lingkungan pondok. Bukan hal mudah untuk meninggalkannya. Apalagi suaminya pun selalu menemaninya untuk menjalankan sholat malam. Hingga terbit fajar, entah itu menghafal kembali hafalannya atau terkadang ia menyimak bacaan Qur'an Al.


Hati damai, pikiran tenang dan hidup bahagia. Itu lah saat ini yang tengah di rasakan keluarga besar Jaya Pratama. Di tambah kelahiran buah hati Sonya. Cucu pertama Mama Ratih dan Papa Jaya. Ah, mungkin kehidupan ini, begitu di idam-idamkan semua para gadis di luar sana. Mertua yang penuh cinta, tak pernah sedikitpun Mama Ratih menganggapnya hanya menantu. Ia di rumah besar nan mewah itu, ibarat seorang tuan putri dari orang tua yang sangat mencintainya.


Tok.. tok...


Suara ketukan pintu terdengar. Ia beranjak dari sajadahnya.


Ia buka perlahan pintu kamarnya.


"Iya bi.. "


"Itu Non sarapannya sudah Bibi siapkan."


"Iya Bi, mas Al masih ganti baju. Habis ini kita ke bawa ya.. "


"Iya Non. "


Azizah pun kembali, menutup pintu dan melepas mukenah nya. Lalu melipatnya dan menaruhnya di tempatnya.


Kemudian Al sudah keluar dari kamar mandi, dengan berpakaian rapi.


"Sayang, sepatuku mana..? " Tanya Al saat ia tak mendapati barang yang ia cari.


"Ini Mas, kemarin di cuci semua sama bibi. Dikira kotor semua. " Seraya mengulurkan sepatu di sampingnya.


"Mas, aku kebawah dulu ya. Aku tunggu di meja makan. "


"Iya Sayang. Eh... Sebentar Sayang. Kamu kok sudah rapi. Mau kemana? " Tanya Al saat mendapati istrinya sudah tampak cantik dan rapi.

__ADS_1


"Kan Aku mau ke rumah sakit Mas, ke Kak Sonya. " Jelas Azizah.


"Sama pak Jono. Apa Mas anterin.? " Tawar Al.


"Kalau Mas, gak keberatan sih, aku minta mas yang anterin. " Ia mengulum senyum manisnya.


"Iya gak dong Sayang. Mana mungkin mas keberatan, kalau istri tercintanya minta anter. " Al menggodanya.


Azizah pun tersipu. "ya sudah aku tunggu di bawah ya.. "


"Iya Sayang. "


_____


Selesai sarapan, keduanya pun berpamitan pada bi Ijah. Dan melajukan mobilnya.


"Sayang.. " Panggil lembut Al seraya menggenggam tangan Azizah.


"Hem.. " Azizah menatap ke arahnya.


"Nanti kamu pulangnya..? "


"Kan aku nanti ikut Mama sama Kak Sonya pulangnya. Mungkin kita mampir ke rumah kak Sonya dulu mas. " Jelas Azizah.


"Eum, Kamu gak sedih kan..? " Tanya nya kembali dengan pelan.


"Sedih...? Sedih kenapa Mas.. " Balik tanya Azizah.


"Enggak mas, jangan khawatir . Aku baik-baik saja. " Potong Azizah yang sudah faham apa yang akan Al katakan.


"Baiklah Sayang . " Al menarik istrinya lalu melayangkan kecupan di kening istri tercintanya.


Mobil mereka sudah sampai. Azizah pun turun, Al juga menyusul turun. Dan berjalan bergandengan menuju ruangan kak Sonya.


"Assalamualaikum.. " Ucap Azizah saat membuka pintu kamar Sonya.


"Wa'alaikum salam. " Jawaban dari Mama dan Kak Sonya.


Mama dan Kak Sonya tampak tersenyum ke arah Azizah.


"Sini Sayang. " Ujar Mama Ratih pada Azizah. Azizah pun kemudian mendekat ke arahnya.


Kak Sonya sedang memberi Asi pada Baby nya.


"Kamu gak kerja Al..? " Tanya Mama Ratih.


"Iya Ma, ya ini Al langsung berangkat. "


"Oh, iya.. "


Ketika nya pun berbincang hangat dan bercerita soal baby kak Sonya.

__ADS_1


Sedang Al sudah berangkat kerja.


"Dik, kamu ada nama gak , Buat baby Kakak. Nama islami yang cantik.? " Tanya Kak Sonya pada Azizah.


"Iya Sayang. Dari tadi cari nama gak ada yang srek di hati Mama. " Imbuh Mama seraya memegang bahu Azizah.


"Eum... Siapa ya Kak.. " Ia terlihat memikirkan sesuatu.


Tak lama kemudian. Ia terlihat mengulum senyum. Matanya berbinar.


"Kalau namanya, Queensha Zahirah.. Bisa di panggil baby Queen kak.. " Suara nama indah yang meluncur dari bibir fasihnya.


Sontak Mama Ratih dan Kak Sonya menatapnya.


Kak Sonya tiba-tiba saja langsung jatuh cinta pada nama itu.


"Iya dik. Kakak suka namanya. Boleh banget itu. Gimana Ma..? " kak Sonya mengalihkan pandangannya pada Mama Ratih.


"Boleh Mama juga suka. Nanti kalau sampai di rumah, nama itu saja ya Sayang . " Mama Ratih sambil mengelus lembut pipi cucu nya yang masih dalam balutan kain gedong.


"Baby Queen.. " Ucap Kak Sonya sambil menciumi putri cantiknya.


"Namanya pas sekali dik Queen , Ratu di hati kita. " Ucap Kak Sonya dengan senyum mengembang.


"Iya Kak, dia akan jadi Ratunya kita semua. " Azizah pun mengulum senyum bahagia.


"Iya Dik, tinggal kamu yang harus kasih Mama sama Papa putra makhotanya. " Canda Kak Sonya.


"Pasti Kak. Doakan ya Kak. " Ia pun semakin semangat membara untuk segera mengandung kembali.


"Pasti dik. Kakak selalu mendoakan yang terbaik buat kamu. " Ucap Kak Sonya.


"Iya Sayang, kami semua selalu mendukungmu dan mendoakan yang terbaik buat kamu dan Al. " Ucap Mama Ratih sambil mengusap lembut punggung Azizah.


"Makasih ya Ma.. " Azizah pun menyandarkan kepalanya dalam pelukan Mama mertuanya.


"Iya Sayang. "


Tak selang lama, seorang dokter masuk ke ruangan Kak Sonya.


"Bagaimana ke adaan nya mbak Sonya. "


"Baik dok, rasanya sudah enak dan enteng. "


"Alhamdulillah."


"Apa saya boleh pulang hari ini dok.? " Tanya Kak Sonya.


"Boleh, nanti sore ya. Sekarang saya mau memberinya vitamin dan vaksin untuk Bayi nya agar menambah kekebalan sang bayi. " Ucap dokter seraya mengarahkan tangannya pada kak Sonya.


"Iya dok. Silakan. " Kak Sonya kemudian memberikan bayinya pada Dokter untuk di beri vitamin dan vaksin.

__ADS_1


_____


__ADS_2