
Setelah bercerita panjang lebar, mengenai rasa cinta dan penasarannya pada sang pujaan hatinya. Ia pun menceritakan ketika akad. Andai Azizah tau, apa yang Al rasakan saat itu.
Bagai mimpi di siang bolong. Ia benar-benar tak percaya, bahwa istrinya adalah gadis pujaan hatinya. Hingga malam pertama ia menikah dengan Azizah pun ia ceritakan. Bagaimana detak jantungnya yang tak dapat ia kendalikan. Rasa tak percaya yang melanda pikirannya. Apakah wajah itu hanya mirip ataukah hanya halusinasi ku, yang sangat mencintai gadis pesantren itu. Tapi sangat beruntunglah Aku. Karena memang itu sebuah kenyataan. Gadis pujaan hatinya benar-benar Azizah, gadis yang Mamanya jodohkan dengannya.
Sekali lagi Azizah hanya terkekeh dan merasa gemas pada suaminya.
Ternyata Al sudah mencintainya sebelum ia mengenalnya. Begitu besar rasa cinta Al padanya, mendengar semua pengakuan dari Al sendiri. Sebenarnya ia juga heran, mengapa ini semua bisa terjadi. Ya terdengar sangat lucu dan mengherankan.
Tapi ini semua membuat hatinya bertambah bahagia dan berbunga-bunga. Ternyata suaminya jauh mencintainya sebelum ia mengenal Azizah sebagai gadis yang di jodohkan dengannya.
Ia tersenyum dalam lamunannya.
Tiba-tiba Al membuyarkan imajinasinya dengan mencubit pucuk hidungnya.
"Auh sakit mas.. " Ucapnya sambil menyentuh pucuk hidungnya.
Al terkekeh.
"Kenapa kok senyum-senyum, lagi bayangin apa..? " Tanya Al.
"Ada deh .. " Ucapnya sambil beranjak dari sofa. Lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dengan tangannya masih memegang novel yang baru ia temukan.
"Eum... Makanya mas Al kok bucin banget sama aku. " Batinnya sambil terus memperhatikan suaminya.
"Kok masih menatapku seperti itu. " Tanya Al seraya berjalan ke arahnya.
Azizah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Kemudian Al, duduk bersandar di tepi ranjang.
Azizah pun dengan manja, meletakkan kepalanya di pangkuan sang suami tercintanya.
"Kamu tau Sayang..? " Tanya Al dengan mengelus kepala istrinya.
"Apa...? " Azizah mendongakkan kepalanya.
"Aku sudah dua kali, kamu buat seperti gila dan ingin mengakhiri hidup. " Ucap Al dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Kok mas bicaranya begitu. " Azizah pun ikut baper dengan ucapan suaminya.
"Iya Sayang. Dulu saat mendengar bahwa kamu sudah di jodohkan. Aku hampir frustasi di buatnya. Ah... Lucu ya sayang.. " Ia tersenyum. "Yang ke dua, saat melihatmu terbaring tak berdaya di rumah sakit. Rasanya hancur sekali hidupku. Entahlah apa yang akan terjadi padaku jika aku sampai kehilangan kamu. " Sambungnya.
Mendengar ucapan suaminya. Azizah beranjak dan duduk di samping suaminya.
"Mas, aku gak akan meninggalkanmu. Jangan berfikiran yang tidak-tidak. "
Al pun menggenggam tangan istrinya.
"Berjanjilah untukku Sayang. Kamu akan selalu di sampingku. Temani hidupku hingga tiba masa tuaku . " Al seraya menarik istrinya dalam dekapannya.
"Aku sangat-sangat mencintaimu Sayang. " Sambungnya dalam bisikan nya.
"Aku berjanji mas.. "
__ADS_1
_______
Suara ponsel Mama Ratih terdengar berdering. Cepat-cepat Mama mengambilnya dari nakas samping tempat tidurnya.
"Iya Halo... " Wajah Mama Ratih terlihat sumringah saat mendengar suara putri kesayangannya di sebrang sana.
________
"Acaranya kapan Sayang dan di mana..? "
________
"Ok Sayang. Mama akan datang dan mengajak Azizah juga. Kamu gak butuh bantuan Mama Sayang. "
________
"Eum.. Kamu ya Sayang. Benar-benar gak salah pilih. Dapat suami seperti Ilham. Sudah ganteng, baik dan sangat bertanggung jawab. " Wajah Mama Ratih nampak sangat bahagia.
_______
"Iya Sayang. Kamu istirahat ya. Jaga diri baik-baik Sayang. Mama sangat merindukanmu. "
_______
"Iya Sayang... "
tuuut.....
"Pa, Sonya besok sore mau mengadakan acara 7 bulanan untuk kehamilannya. " Ujar Mama Ratih, yang melihat suaminya baru masuk ke kamarnya.
"Besok Ma.. Terus siapa yang nyiapin.? " Tanya Papa Jaya sambil mendudukkan dirinya di samping istrinya.
"Iya itu Pa. Tadi Mama sudah menanyakan. Tapi semua sudah di siapkan oleh keluarga Ilham. " Ucap Mama bahagia.
"Jadi persiapan semua sudah selesai .? "
"Iya Pa.. Beruntungnya putri kita Pa.. Suaminya sangat menyayangi Sonya. "Ucap Mama Ratih .
" Iya Ma.. Semoga kedua anak kita, bahagia selalu Ma.. " Jawab Papa Jaya. Kemudian terlihat membaringkan badannya.
______
Pagi yang sangat indah. Selesai sholat subuh, Azizah kembali mengambil mushafnya dan mulai melantunkan ayat demi ayat yang sudah ia hafal.
Sedang Al sudah mengganti pakaiannya dengan celana dan kaos untuk berolah raga pagi.
Al menerobos dinginnya sang pagi dengan berlari-lari kecil di jalanan perumahannya.
Hingga tiba sang mentari mulai memunculkan dirinya.
Sinar dari jendela memeluk dan memberikan kehangatan di diri Azizah, yang masih larut dalam bacaan Ayat Suci.
Merasa sudah waktunya menyiapkan keperluan untuk Al berangkat kerja. Ia beranjak lalu menaruh mushafnya. Kemudian melipat mukenah dan sajadahnya.
__ADS_1
Ia berjalan menuju almari pakaian. Ia mengambil baju untuk Al ke kantor. Ia juga menyambar satu helai jilbab yang masih terlipat rapi di tempatnya.
Bersamaan Al membuka pintu. Melihat istrinya tanpa jilbab dengan rambut yang masih sedikit basah. Membuatnya tak dapat menahan sesuatu.
Ia berjalan ke arah Azizah yang hendak menutup pintu almarinya.
"Sayang... " Ia eratkan tangannya yang ia lingkarkan di pinggang istrinya dari belakang.
Betapa terkejutnya Azizah.
"Ya Allah.. Mas Al. Buatku kaget saja. " Ucapnya kesal karena terkejut.
"Iya Sayang maaf.. " Ucap Al sambil menaruh kepalanya di pundak istrinya, hingga aroma jasmin dari tubuh Azizah dan wangi rambutnya, merasuk ke hidung Al.
Ah... Rasa harum yang selalu membuatnya merasa candu.
Tangan Al dengan lihai, mengalihkan helaian rambut Azizah yang menghalanginya dari leher jenjang istrinya.
Azizah pun sedikit merasa sentuhan Al membuatnya geli. Ia pun mulai bergidik geli.
Tak dapat di tahan, Al malah terus saja menci*mi leher wangi istrinya.
Dan tiba-tiba saja. Alarm nya berbunyi, menunjukkan sudah pukul setengah enam.
"Mas.. " Azizah pun berusaha melepaskan dirinya dari Al. "Sudah siang, nanti terlambat. " Sambungnya.
"Aish.. Waktu itu menyebalkan Sayang. " Ucapnya sambil menyambar handuk yang Azizah siapkan. Lalu ia berjalan menuju kamar mandi.
Azizah hanya bisa menahan tawa, saat melihat wajah kesal Al .
Beberapa saat kemudian Al sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah ia pakai.
Lalu ia duduk di sofa, memakai sepatunya.
"Sayang.. " Panggilnya pada Azizah yang sedang merapikan tempat tidurnya.
Azizah pun menoleh ke arahnya.
"Iya Mas.. "
"Aku mau nanti malam selepas sholat maghrib kamu bersiap-siap ya. "
"Mau kemana..? " Tanya nya seraya menghampiri Al dan berdiri di depannya.
"Ada deh. Mas mau ngajak kamu makan malam di luar. Pokoknya harus bersiap. Soalnya Mas hari ini pulangnya telat. Pasti habis maghrib baru sampai rumah. Jadi kamu harus sudah siap. Ok.. " Ujar Al sambil menyambar tas kecilnya.
Azizah hanya mengangguk pasrah.
Lalu Al menarik tangannya.
"Ayok sarapan Sayang. Aku hampir telat. "
"Iya Mas... "
__ADS_1