Penjahat Itu Kekasihku!

Penjahat Itu Kekasihku!
Malam Minggu Di Café


__ADS_3

EPISODE 10


“Sebenarnya bukan Ibas yang putusin aku” Jawab ku dan seketika Melly pun melepaskan pelukannya dan menatap ku dengan serius sembari berkata.


“Jadi maksudnya kamu yang putusin dia?” Tanya nya serius.


“Iya, tapi…”


“Wah parah sih kamu Rat… kok kamu tega sih putusin dia” Tutur Melly yang malah kembali menyalahkan ku.


“Kok malah nyalahin aku sih Mel” Ujar ku sedikit kesal.


“Ya iyalah… bayangin deh gimana perasaan nya Ibas di saat sayang-sayang nya tapi malah di putusin” Ucapnya.


“Kamu pikir aku mau mengakhiri hubungan kami Mel” Lanjutku ingin memberi penjalasan.


“Lah terus?” Sahut Melly serius.


“Dia pergi ninggalin aku Mel… aku juga sebenarnya gak mau putusin dia” Tutur ku memberi penjelasan tentang hubungan ku yang kandas dengan Ibas.


“Tunggu-tunggu, maksudnya gimana sih Rat?” Ujar Melly semakin penasaran dan aku pun melanjutkan.


“Katanya dia mau cari kerja ke jakarata, ya aku ngerti maksud dia baik… cuman yang gak bisa aku terima itu… dia ke Jakarta gak ngasi kabar ke aku” Ucapku memperjelas.


“Owh gitu ya Rat…” Ucap Ratih yang sepertinya mengerti posisi ku pada saat mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Ibas.


“Ratih… maaf ya, aku tadi nyalahin kamu” Lanjut Melly yang sepertinya merasa bersalah karena sudah salah paham menafsirkan perkataan ku barusan.


Setelah Melly mengetahui cerita dibalik kandasnya hubungan ku dengan Ibas, iapun dengan cepat memeluk ku kembali karena merasa bersalah. Namun aku tidak akan menyalahkan Melly yang sudah salah paham terhadap ku karena bagiku dia adalah sahabat terbaik yang aku punya saat ini. Dia adalah sahabat tempat aku berbagi cerita, baik itu suka maupun duka. Melly selalu saja ada untuk aku, sehingga akupun sangat bersyukur memiliki sahabat sepertinya.


Pada malam harinya, Melly buru-buru mengahak aku untuk keluar bersamanya. Berhubung malam itu adalah malam minggu, sehingga akupun tidak menolak ajakan Melly tersebut, hitung-hitung menghilangkan stress. Daripada aku hanya berdiam dirumah saja, lebih baik aku sesekali cari angin segar diluar.


“Ratih…” Ucap Melly.


“Iya kenapa Mel?” Sahut ku.


“Malam minggu ni, keluar yuk” Pungkasnya mengajakku untuk keluar.

__ADS_1


“Ehm… emang mau kemana?” Tanya ku.


“Kemana gitu… emangnya kamu gak bosan ya dirumah mulu?” Ujar Melly.


“Bosan sih, tapi emangnya kita mau kemana?” Ucapku penasaran.


“Gimana kalau kita ke café ajah” Ucap Melly memberi opsi dan kemudian melanjutkan.


“Berhubung malam minggu, pasti banyak tuh cowok-cowok kece lagi nongkrong di café” Lanjutnya.


“Iya boleh tuh… sekalian gua juga mau nyari Wifi buat ngerjain tugas” Ungkap ku setuju dengan opsi Melly tadi.


“Ya udah kalau gitu, siap-siap gih sana” Ujar Melly menyruh ku untuk segera bergegas.


Setelah selesai bersiap-siap, kami pun dengan cepat menuju ke sebuah café yang berada tidak terlalu jauh dari rumah Melly. Dan setibanya aku dan Melly di café tersebut, terlihat suasana di dalam nya masih sangat sunyi sehingga tidak sesuai dengan ekspektasi kami di awal.


“Kamu yakin mau nongkrong disini Mel?” Tanya ku yang bermaksud ingin protes karena café tersebut sangat sunyi.


“Ya yakin lah… emangnya kenapa?” Ujar Melly menanyakan.


“Udah duduk ajah dulu, ntar juga rame kok” Pungkas Melly, sehingga kami pun duduk di meja yang terletak diluar café, yang dimana cefe itu memiliki dua tempat, yaitu tempat didalam dan diluar dengan nuansa seperti taman.


Setelah memesan minuman di café itu, tidak lama kemudian orang-orang pun mulai berdatangan. Satu, dua orang yang bersama teman-teman nya, dan ada juga yang berdua dengan pasangan nya. Namun seketika akupun tak menyangka ketika melihat Nopal yang baru saja datang bersama dengan temannya, yaitu si lelaki bengkel yang dihubungi oleh Nopal pada saat memperbaiki ban motor Melly yang bocor.


“Rat… Ratih” Tegur Melly yang bermaksud ingin memberitahukan ku jika Nopal baru saja duduk di sebelah meja kami. Sehingga, aku yang belum melihat Nopal itupun bertanya.


“Kenapa sih Mel?” Pungkas ku bertanya.


“Lihat deh… itu Nopal sama temannya” Tutur Melly berbisik kecil padaku, sehingga membuatku pun penasaran.


“Hah serius? Mana?” Ucapku sembari melirik kanan kiri untuk mencari Nopal.


“Itu di sebalah kita… meja di sebelah kanan kamu” Ujar Melly menunjuk dengan memberi kode menggunkan matanya. Sehingga akupun melihat ke sisi sebelah kanan dan ternyata benar saja itu adalah Nopal, sehingga membuatku seketika canggung pada saat Nopal melemparkan senyum padaku.


“Aduh… iya Mel, kok kamu gak bilang sih” Tuturku mulai canggung sembari merapikan rambut dan mengelap wajahku menggunakan tangan.


“Eh itu bukannya cewek yang ban motornya bocor tadi ya?” Pungkas si cowok bengkel berkata kepada Nopal.

__ADS_1


“Iya… itu mereka” Jawab Nopal. Sehingga pada saat melihat mereka menghampiri kami, akupun semakin bertingkah aneh karena canggung.


“Hai Rat… Mel” Tutur Nopal menyapa kami.


“Halo…” Susul si pria bengkel yang juga menyapa kami sembari menyodorkan tangan kepada kami.


“Hai…”


“Iya Hai juga” Jawabku dan Melly yang sembari menyambut sodoran tangan yang mereka berikan kepada kami.


“Kok bisa kebetulan gini ya?” Ucap si pria bengkel tidak menyangka bisa bertemu kami di cafe itu.


“He heh… iya ni kebetulan banget bisa ketemu di café yang sama” Jawab Melly sembari tersenyum.


“Kalian udah lama ya disini?” Ujar si cowok bengkel lagi menanyakan.


“Gak kok… kami juga baru nyampe” Jawab Melly sok akrab.


“Ngomong-ngomong… aku boleh gak duduk disini?” Ujar si cowok bengkel lagi meminta izin, dan seketika Nopal pun berkata.


“Kok kamu ajah sih… aku juga dong” Ungkapnya tidak ingin ketinggalan, sehingga aku yang memang sudah suka dengan Nopal itupun mempersilahkan tanpa keberatan sama sekali.


“Boleh dong masa gak…” Ucap ku.


Lagi dan lagi akupun kembali dipertemukan dengan Nopal, sehingga akupun seketika yakin jika pertemuan ku dengan Nopal itu bukanlah sekedar pertemuan biasa. Melainkan, pertemuan ku dengan dia itu adalah sebuah takdir yang telah ditentukan oleh tuhan, dan tentunya aku tidak akan mensia-siakan takdir yang sudah diberikan oleh tuhan ini kepadaku.


“Ngomong-ngomong motor kalian gimana? Udah aman kan?” Tanya Nopal basa-basi.


“Udah aman kok… itu ada di parkiran” Jawab Melly.


“Owh… syukur deh kalau gitu” Lanjut Nopal, dan seketika akupun menyahut dengan cara memujinya.


“Iya itu semua juga berkat kamu… coba ajah tadi kamu gak ada, aduh… aku dan Melly pasti udah kebingungan banget. Tapi syukur deh kamu datang bantuin” Ucapku menyanjung nya, sehingga iapun terlihat sedikit malu-malu karena sanjungan ku tersebut.


“Owh… jadi karena Nopal ajah gitu? bukan karena aku?” Ujar si pria bengkel yang sepertinya juga ingin dipuji.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2