Penjahat Itu Kekasihku!

Penjahat Itu Kekasihku!
Mengaku Sebagai Pacar


__ADS_3

EPISODE 11


“Ya maksudnya berkat kamu sama Nopal” Pungkas ku jadi tidak enak ketika tidak menyanjung nya juga.


“Ehm… tadi katanya Nopal ajah” Sahut si pria bengkel lagi.


“Ih bukan gitu…”


“He heh iya-iya aku bercanda ajah kok” Ujar si pria bengkel yang hanya membercandai aku, dan tiba-tiba Melly pun menyahut.


“Oh iya… ngomong-ngomong kita belum kenalan ya?” Tutur Melly yang sepertinya penasaran dengan nama si pria bengkel itu, dan dengan cepat si pria bengkel pun kembali menyodorkan tangan nya untuk memperkenalkan namanya.


“Kenalin… aku Aditya” Tuturnya.


“Aku Melly”


“Aku Ratih…” Jawab ku dan Melly menyambut sodoran tangannya sembari menyebut nama.


Perbincangan ku dengan mereka pun terus berlanjut di café itu, kini aku dan Nopal pun mulai tidak canggung ketika mengobrol mungkin karena ini adalah pertemuan kedua kami sehingga aku dan Nopal pun semakin leluasa dalam bercengkrama. Namun, disela-sela perbincangan kami yang mulai seru itu tiba-tiba saja semuanya kacau ketika Verel dan genk nya datang ke café tersebut.


Sungguh aku sangat risih dan merasa terganggu dengan kehadiran Verel di café itu, mengapa harus ada dia dan kenapa aku terus saja bertemu dengan dia. Apalagi pada saat Verel melihatku yang sedang asik-asiknya mengobrol iapun datang menghampiriku untuk mencari masalah denganku.


“Waduh… kok ada dia sih..?” Tuturku dalam hati mulai cemas ketika melihat Verel, dan akupun berusaha menyembunyikan wajahku agar Verel tidak melihatku.


“Apaan sih Rat..?” Ujar Melly yang melihat tingkah ku mulai aneh.


“Hah… kenapa Mel? Tanya ku pura-pura tidak tahu dan mencoba menyembunyikan kecemasan ku dihadapan nya.

__ADS_1


Namun tetap saja Verel yang sepertinya sudah melihatku itupun datang dan sepertinya dia memang berniat untuk mengacaukan kenyamanan ku malam itu, karena dia datang menegur dengan kelakuan aneh, yaitu mengaku-ngaku sebagai pacarku. Mungkin karena dia melihat ada dua orang laki-laki yang duduk bersama ku di meja itu sehingga iapun berpikir untuk mengacau.


“Loh sayang… ternyata kamu disini ya?” Ujarnya tiba-tiba memanggilku dengan sebutan sayang dihadapan Nopal dan yang lainnya.


Sehingga, Melly, Nopal dan Aditya pun tercengang pada saat mendengar Verel menyebutku dengan sebutan sayang. Tentunya akupun tidak terima dengan caranya yang seperti itu, aku tahu dia memang sengaja untuk merusak ketentraman ku malam itu.


“Maaf… kamu siapa ya?” Jawabku pura-pura tidak tahu agar Nopal tidak berspekulasi yang tidak-tidak tentang ku dan Verel.


“Loh… kok ngomong nya gitu sih sayang” Ujar Verel kemudian mendekatkan dirinya kepadaku dan memegang kedua bahuku.


“Aku kan pacar kamu sayang” Lanjutnya terus berusaha meyakinkan Nopal dan Aditya jika kami memang betul-betul ada hubungan, aku yang merasa risih dan tidak nyaman itupun berusaha menyingkirkan tangannya dari bahuku dan berkata.


“Apaan sih… lepas gak!” Tuturku kasar.


“Wishh… jangan kasar-kasar dong sayang, kamu kok gitu” Ujar Verel semakin membuat suasana menjadi panas, dan aku yang semakin gusar itupun membentaknya.


“Pergi gak..!!” Ujarku dengan kasar.


“Jangan gitu dong sayang… sini ikut aku, disana ada meja kosong tuh” Lanjut Verel yang tiba-tiba menarik tanganku dan bermaksud untuk membawa ku ke salah satu meja yang kosong.


“Bro… jangan kayak gitu dong ke cewek! mas bisa lebih sopan lagi gak?” Tutur Nopal yang tiba-tiba berdiri karena tidak terima dengan perlakuan Verel tersebut.


“Widih ada jagoan ni…” Ujar Verel yang sepertinya tidak terima ketika Nopal mencegahnya, dan kemudian Verel pun kembali berkata kepada ku.


“Oh jadi karena cowok ini ya sayang yang buat kamu gak mau berduaan sama aku?” Ucap nya terus bersandiwara.


“Hah! Sejak kapan kita ada hubungan, kamu jangan ngada-ngada deh. Udah… lebih baik kamu pergi ajah dari sini, jangan gangguin aku!” Ucapku yang begitu kesal dengan sandiwara yang dibuat-buat oleh Verel.

__ADS_1


“Loh kok ngomongnya gitu… kamu lupa ya pas ditaman waktu itu aku ungkapin perasaan aku ke kamu, dan kamu terima aku dengan senang hati sayang, karena kamu juga cinta kan sama aku” Ujar Verel semakin membuatku pun tak tahan lagi dan berkata.


“Gila kamu ya… jangan sembarangan deh! udah pergi ajah dari sini, please jangan ganggu aku lagi!” Pungas ku.


Aku begitu gusar dan marah dengan kepura-puraan Verel yang mengaku-ngaku sebagai pacarku dihadapan Nopal. Rasanya aku ingin menangis saat itu juga, aku betul-betul tidak bisa tahan lagi. Aku begitu kesal dengannya, kenapa aku terus bertemu dengan orang seperti dia dan setiap bertemu dengannya pasti aku selalu saja terlibat dalam masalah.


“Sudah sayang ayo kita pergi” Lanjut Verel memaksa ku untuk pergi bersamanya. Namun Nopal yang mungkin kasihan melihatku begiru terkenan iapun menunjukkan kejantanan nya dihadapan ku.


“Mas ini apa-apaan sih… udah deh mas jangan paksa-paksa Ratih lagi, dia itu gak mau sama mas” Tutur Nopal dengan gagahnya.


“Mending mas pergi ajah dari sini sebelum saya melaporkan tentang kelakuan mas yang tidak baik ini” Lanjut Nopal mengancam, sehingga Verel pun terdiam dan suasana pun semakin tegang.


Verel yang sepertinya tidak bisa terima itupun terpaksa melepaskan tanganku lalu menatap Nopal dengan tajam sepertinya ia ingin menantang Nopal untuk berantem pada saat itu juga, tapi dia juga tidak bisa berlaku lebih karena tempat itu bukanlah tempat yang memungkinkan untuk berkelahi. Sehingga iapun pergi begitu saja.


“Awas ajah kamu ya… tunggu ajah ntar!” Ujar Verel yang masih sempat-sempatnya mengancam Verel sebelum pergi dari meja kami.


Seketika pada saat Verel sudah pergi, Melly pun terlihat begitu gelisah dan khawatir dengan ancaman Verel barusan, ia takut jika Verel akan berbuat yang tidak-tidak terhadap Nopal nantinya sehingga iapun berkata.


“Sebaiknya kamu hati-hati deh pal” Ucap Melly mencemaskan Nopal, dan aku yang juga yang tahu Verel orangnya seperti apa ikut mencemaskan Nopal.


“Iya Pal… dia itu orang gila, kamu harus hati-hati” Ungkapku.


“Udah tenang ajah… orang seperti itu mah gak bakalan berani berbuat lebih” Tutur Nopal yang sepertinya belum tahu Verel orangnya nekad melakukan sesuatu.


“Tapi…”


“Iya kalian tenang ajah, selagi ada aku… orang itu gak bakalan berani macam-macam dengan Nopal” Sahut Aditya menyombongkan diri.

__ADS_1


Namun meskipun begitu aku tetap saja khawatir dan cemas kepada Nopal, sepertinya perkataan Verel barusan bukanlah main-main dan bukan sekedar memberi ancaman biasa melainkan dia serius akan perkataan nya itu, karena aku tahu jika Verel itu tidak akan pernah puas jika belum dilampiaskan kekesalan nya dan kemarahan nya tersebut.


Bersambung


__ADS_2