Penjahat Itu Kekasihku!

Penjahat Itu Kekasihku!
Terima Kasih Melly


__ADS_3

EPISODE 7


Aku yang sudah di puncak emosi dan sepertinya sudah tidak bisa tahan lagi, sehingga akupun melayangkan kaki ku tepat mengenai area sensitif nya dan membuatnya teriak kesakitan pada saat itu juga.


‘Plakk.’


“Aghhh!” Teriaknya menjerit kesakitan sambil memegangi area *********** yang baru saja aku tendang dengan sekuat tenaga.


“Rasain… gini akibatnya kalau terlalu belagu!” Ucap ku yang seketika merasa puas pada saat melihatnya begitu tersiksa menahan sakit.


“Aghh… ka.. kmu udah gila ya!” Rintihnya terbatah-batah dan masih memegangi area *********** tersebut.


Aku yang sangat puas setelah menendang area *********** itupun pergi begitu saja tanpa meminta maaf kepadanya, walaupun wajahnya sangat memprihatinkan saat itu. Namun, aku tetap saja tidak perduli, rasanya pembalasan dendam ku betul-betul tercapai saat melihat dia begitu kesakitan.


Setelah meninggalkan nya sendiri di tengah-tengah menahan sakit, akupun bermaksud untuk pergi ke rumah sahabat ku Melly, dan bermaksud memintanya menampung ku untuk sementara waktu sesampainya aku menemukan tempat atau kos yang bisa aku sewa nantinya.


‘Ting Tung’


Aku yang baru saja sampai di rumah Melly itupun membunyikan bel rumahnya, dan setelah beberapa kali aku bunyikan. Melly pun membuka pintu rumahnya. Sehingga, Melly yang melihatku membawa sebuah tas itupun membuat dia sedikit terkejut pada saat melihatku.


“Hai Mel” Ucapku menyapanya sambil melemparkan senyum manisku.


“Loh Ratih… kamu ngapain kesini bawa tas?” Tanya nya dengan wajah penasaran, namun aku tidak langsung to the point pada saat itu. Melainkan kembali melemparkan senyum padanya.


“He he he…” Tingkah ku cengingiran dihadapan nya, dan dia pun meminta ku untuk masuk.


“Masuk deh…” Ucapnya.


Setelah sudah berada di dalam rumahnya akupun meletakkan tas bawahan ku tadi sambil memikirkan alasan agar Melly mau menerima ku untuk sementara waktu di rumahnya, dan aku yang tahu Melly itu hanya tinggal sendiri dirumahnya. Dikarenakan kedua orang tuanya bekerja diluar kota sehingga akupun memulai basa-basi ku sebelum to the point tentang maksud kedatangan ku itu.

__ADS_1


“Rumah kamu besar ya Mel” Ucapku basa-basi.


“Apaan sih Ratih… kayak gak pernah main kesini ajah” Balasnya, namun aku terus menggiring opini agar arah pembahasan menuju ke maksud tujuan ku tadi.


“Iya sih… Tapi kan, kamu tinggal sendiri tuh. Emangnya kamu gak takut gitu?” Tutur ku terus mencoba mengarahkan pembahasan ke maksudku yang sebenarnya.


“Ya gak lah Rat, lagian aku udah biasa kok sendiri… ngapain mau takut” Jawab Melly yang masih saja belum mengerti maksudku yang sebenarnya.


“Tapi gak baik loh Mel anak gadis tinggal sendiri dirumah” Pungkas ku lagi sehingga Melly pun melirik kepadaku dan sepertinya dia mulai curiga dengan ku.


“Maksudnya?” Tanya nya yang sepertinya sudah tidak ingin jika aku terlalu lama berbasa-basi. Sehingga, akupun mengatakan.


“Gimana kalau aku yang nemenin kamu” Ucap ku berharap dia mau mengiyakan permintaan ku barusan.


“Gak… gak ah! Kamu kan punya rumah Rat, ngapain harus tinggal bareng aku” Ucap Melly menolak, namun aku tetap saja berusaha agar dia mau menerima permintaan ku tadi.


“Ayolah Mel… gak apa-apa kok, aku tahu kok kamu butuh teman, ya udah mulai sekarang aku yang nemenin kamu ok” Ujarku memaksa.


“Kamu lagi gak ada masalah kan dengan orang tua kamu?” Tanyanya penuh curiga.


“Ya gak lah Mel… kamu itu gak baik tinggal sendiri, aku khawatir nanti ada apa-apa dengan kamu karena sendiri di rumah yang se-gede ini” Ungkap ku penuh alasan, namu Melly yang tidak terima dengan alasanku itupun kembali lagi menyoroti ku dengan curiga.


“Udah deh Rat… kamu jujur ajah jangan bohong sama aku, kamu lagi ada masalahkan?” Pungkasnya. Sehingga, akupun menundukkan kepalaku dan bermaksud akan menceritakan tentang permasalahan ku yang terjadi dengan orang tua ku.


“Aku minggat Mel dari rumah” Ucapku dengan nada kasihan.


“Hah! Kamu serius Rat?” Tanya Melly terkejut penasaran, dan dengan pelan akupun menganggukkan kepala ku.


“Ya ampun Ratih… kok bisa sih?” Ucap Melly semakin penasaran tentang permasalahan ku.

__ADS_1


‘Hiks hiks hiks’


Sontak, aku yang tidak bisa menahan kesedihan ku pun menangis pada saat itu juga. Sehingga dengan cepat Melly menarik ku lalu memeluk ku dan mencoba untuk menenangkan ku.


“Udah-udah… jangan sedih, aku ada kok buat kamu” Ucap Ratih menenangkan ku sembari mengelus-elus punggung ku.


Aku yang betul-betul merasa sedih itupun terus menangis dipelukan sahabatku Melly, dan Melly yang terus mencoba menenangkan ku itupun berhasil membuatku sedikit lebih tenang. Sehingga, akupun mulai menceritakan kepadanya tentang apa yang sudah terjadi dengan ku.


“Udah ya… jangan nangis lagi. Coba… sekarang ceritakan ke aku apa yang udah terjadi” Ucap Melly meminta ku untuk menceritakan.


“Ibu dan ayah aku jahat Mel… masa mereka mau menjodohkan aku dengan laki-laki yang aku gak suka” Ucap ku mulai menceritakan.


“Aku menolak perjodohan itu Mel… karena itu ayah menyuruh aku pergi dari rumah” Lanjut ku terus menceritakan dengan suasana hati yang begitu sedih. Sehingga, Melly yang kasihan denganku pun berkata.


“Ya ampun Ratih…kok ayah kamu tega sih” Ucapnya menyalahkan ayahku.


“Iya Mel… aku gak abis pikir, kok ibu dan ayah tega lakuin itu ke aku” Tutur ku menambahkan.


“Ya udah… kalau gitu kamu boleh deh tinggal disini” Ucap Melly dan seketika membuat suasana hati ku berubah menjadi senang pada saat dia mengizinkan aku tinggal bersama nya.


“Serius Mel… kamu gak keberatan kalau aku tinggal disini” Pungkasku ingin memastikan.


“Iya Rat aku serius, kamu boleh kok tinggal disini” Jawab Melly yang sepertinya tidak masalah jika aku tinggal bersamanya.


“Makasih Mel… makasih banget, kamu emang sahabatku yang paling baik” Ucapku semakin senang dan bahagia, sehingga aku pun kembali memeluknya.


“Iya, sama-sama Rat” Lanjut Melly yang juga senang melihatku tersenyum bahagia.


Tentunya aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti Melly, dia selalu ada pada saat aku membutuhkan dia, dan selalu bisa membuat aku tersenyum bahagia. Yang tadinya aku betul-betul putus asa dan tak tahu harus berbuat apa karena keputusan ku untuk pergi dari rumah sudah tentu akan membuat nasibku tak menentu. Namun, berkat Melly kini aku tidak lagi luntang-lantung, meskipun aku tahu aku tidak mungkin berlama-lama menumpang dirumahnya. Tapi, setidaknya selama aku berada dirumahnya aku bisa sembari mencari-cari kerja sampingan untuk menutupi kebutuhan ku sehari-hari dan ketika aku memiliki uang yang cukup nantinya, aku bisa mencari sebuah kos atau rumah sewa untuk aku tempati nantinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2