
EPISODE 9
“Wah kayaknya iya benar mbak ban motornya kempes ni” Ucap laki-laki baik tersebut.
“Jadi gimana mas… apa mas bisa bantu kami?” Ucapku berharap.
“Bentar mbak… saya kebetulan ada kenalan orang bengkel, saya coba hubungi dulu ya, siapa tau ajah dia bisa bantu” Sahutnya dan iapun mengambil handphone nya lalu menghubungi orang bengkel yang ia sebutkan tadi.
Dan dengan cepat pria baik itupun menghubungi kenalannya tersebut, sehingga aku dan Melly pun hanya menunggu dia selesai menghubungi, dan pada saat selesai menghubungi orang bengkel tersebut. Akupun dengan cepat menanyakan kepadanya.
“Bagaimana mas?” Ucapku penasaran.
“Iya bisa kok mbak… katanya dia otw kesini” Jawabnya sehingga membuat aku dan Melly pun sedikit merasa legah.
Aku dan Melly tentunya sangat bersyukur akan kehadiran lelaki baik itu, sungguh ia menjadi sosok penolong bagi kami disaat kami sedang membutuhkan pertolongan. Selain baik, ia juga terbilang cukup tampan dimata ku, sehingga akupun tidak akan mensia-siakan kesempatan untuk berkenalan dengannya.
“Kenalin mas, aku Ratih” Ucapku sambil menyodorkan tangan untuk berkenalan dengan nya.
“Oh iya mbak… saya Nopal” Ucapnya sambil menyambut sodoran tanganku.
“Halo mas… saya Melly” Ujar Melly juga memperkenalkan diri.
“Oh iya mas… ngomong-ngomong mas juga mahasiswa disini ya?” Tanya ku basa-basi, dan dia pun melempar senyum sembari berkata.
“Iya mbak… saya dari fakultas Ekonomi dan Bisnis, program studi ekonomi pembangunan” Pungkas nya memperjelas.
“Wah sama dong mas… saya juga dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, cuman beda program studi ajah” Ucapku berusaha mengakrapkan diri.
“Oh ya… emangnya mbak dari program studi apa?” Tanya nya kepadaku.
“Saya ngambil jurusan Manajemen mas” Ucapku menjawab.
“Kalau saya sama dengan Melly mas” Tutur Melly juga tidak ingin ketinggalan.
“Heheh… jangan panggil mas dong, panggil Nopal ajah” Ucap si pria baik itu lagi, sehingga akupun mempunyai feeling jika hubungan kami akan lebih dekat lagi jika aku bisa mencuri perhatian nya.
__ADS_1
“Heheh… sama dong, jangan panggil mbak. Cukup panggil nama ajah” Ujar ku malu-malu, dan terlihat dia pun melemparkan senyum sambil sepertinya dia juga tersipu malu.
Sembari menunggu orang bengkel yang di hungungi oleh Nopal tadi, aku dan Melly pun terus mengajaknya untuk mengobrol. Dan sepertinya Nopal orangnya agak pemalu, sehingga akupun terus berusaha mencari topik pembahasan agar dia tidak terlalu canggung dengan kami.
Namun ketika aku sudah habis topik untuk mengajaknya mengobrol, karena memang dari tadi aku saja yang mencari topik pembahasan, dia hanya berdiam ketika aku diam, dan hanya menjawab setiap aku memberikan pertanyaan. Sehingga aku yang tak tahu harus menanyakan apalagi kepadanya itu pun seketika hanya terdiam dan suasana pun berubah menjadi sangat canggung. Dan untung saja, setelah suasana sudah menjadi sangat canggung, tiba-tiba orang bengkel yang dia telpon tadi pun datang.
“Yang mana motornya pal?” Tanya orang bengkel itu sepertinya akrab dengan Nopal.
“Ini dit” Ucap Nopal menunjukkan motor Melly yang kempes itu, dan dengan cepat orang bengkel itupun mengeksekusi ban motor Melly.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya ban motor Melly itupun selesai diperbaiki. Sontak, aku dan Melly pun beranjak dan berterima kasih kepada Nopal yang sudah mau mebantu kami.
“Kelar…” Ucap orang bengkel itu ketika sudah selesai. memperbaiki ban motor Melly.
“Oh udah ya dit?’ Tanya Nopal ingin memastikan.
“Iya udah ni… pokoknya udah aman, udah bisa pakai ngebut lagi” Pungkasnya bercanda.
“He he he… mas nya bisa ajah” Pungkas Melly.
“Santai ajah mbak… lagian saya senang kok bisa nolongin, apalagi mbak nya cantik gini” Ujar si pria bengkel menggombali Melly, sehingga membuat pipi Melly pun terlihat mulai memerah.
“Aduh mas nya gombal ajah deh” Ucap Melly malu-malu.
Setelah itu aku dan Melly pun bergegas pulang, dan tak tahu kenapa aku sangat bahagia sepanjang perjalanan dan begitupun setibaku dirumah Melly, aku masih saja dalam suasana hati yang senang dan sepertinya itu dikarenakan pertemuan ku dengan Nopal tadi. Sepertinya aku telah jatuh cinta saat pandangan pertama dengan nya, meskipun tadinya aku begitu gusar dan kesal pada saat melihat Verel yang mengerjai kami. Namun kejengkelan ku itu seketika hilang pada saat Nopal datang menolong kami.
“Mel… Melly” Ucap ku memanggil Melly yang sedang sibuk memainkan handphone nya.
“Ehm… kenapa” Jawab Melly singkat.
“Mel… aku mau ngomong serius ke kamu” Ucap ku.
“Ya elah Rat... kalau mau ngomong ya tinggal ngomong ajah kali” Balas Melly jutek.
“Menurut kamu Nopal orangnya gimana Mel?” Tanya ku serius, namun Melly masih saja belum mengerti maksud ku.
__ADS_1
“Ehm… baik” Jawabnya singkat.
“Ih bukan itu Mel…!” Ujar ku yang belum puas tentang jawaban Melly barusan.
“Kan orangnya emang baik Rat... karena udah nolongin kita tadi” Jawab Melly yang masih saja belum mengerti arah pembicaraan ku.
Aku yang belum puas dengan Jawaban Melly itupun sejenak terdiam dan mencoba mengumpulkan keberanian untuk mengatakan perasaan yang aku rasakan pada Nopal saat ini. Sehingga, pada saat aku mengatakan kepada Melly, Melly pun tercengang dan terkejut mendengar ungkapan tentang perasaan yang aku rasakan kepada Nopal saat ini.
“Aku kayaknya suka deh sama Nopal” Ungkap ku dan membuat Melly seketika tercengang dan menatapku dengan serius.
“Hah… maksudnya?” Ucap Melly terkejeut.
“Kayaknya aku jatuh cinta deh Mel sama Nopal” Lanjutku memastikan Melly, Melly kembali tercengang dan berkata.
“Kamu serius Rat..?” Tanya Melly ingin memastikan.
“Iya aku serius Mel… aku suka sama dia” Jawabku memastikan tentang perkataan ku barusan.
Melly tentunya kaget ketika aku mengatakan hal itu kepadanya, apalagi Melly yang belum tahu hubungan ku dengan Ibas sudah berakhir. Sehingga dia pun menyinggung tentang Ibas.
“Wah gawat kamu Rat, terus… Ibas gimana dong? Mau kamu kemanakan dia?” Tanya Melly serius.
“Aku udah gak sama Ibas lagi Mel” Ucap ku menjawab dan Melly pun kembali tercengang pada saat aku mengatakan hal itu kepadanya.
“Maksudnya… udah putus gitu?” Tanya nya dengan raut wajah penasaran.
“Iya Mel… aku udah putus sama Ibas” Jawabku meyakinkan Melly.
“Loh… kok bisa, bukannya kamu cinta mati ya sama si Ibas?” Lanjut Melly menanyakan karena penasaran mengapa hubunganku dengan Ibas bisa berakhir. Sehingga dengan sangat terpaksa akupun menceritakan semuanya kepada Melly.
“Ibas pergi ninggalin aku Mel” Ucapku, namun Melly yang salah menanggapi itupun mengira jika Ibas lah yang telah memutuskan aku.
“Ya ampun… kesian banget sih kamu Mel” Ucap Melly dan menarik tanganku lalu memeluk ku karena prihatin pada saat aku mengatakan hal barusan.
“Aku gak nyangka banget Ibas tega putusin kamu Rat… kamu yang sabar ya Rat” Ucap Melly yang salah paham dengan perkataan ku tadi.
__ADS_1
Bersambung