
EPISODE 15
Setelah sore tiba, aku yang sudah siap-sap itupun menunggu Nopal diruangan depan. Dan, tepat pukul 4 sore Nopal pun datang menjemputku.
‘Tingtung’ Bel Rumah Melly pun berbunyi.
Sehingga aku dengan cepat beranjak untuk membukakan pintu tersebut, dan benar saja orang yang membunyikan bel rumah Melly itu adalah Nopal.
“Eh Nopal udah datang” Tegurku dengan sopan.
“Hai Ratih…” Sapa Nopal kepadaku.
“Udah siap ya Rat?” Lanjutnya bertanya.
“Iya udah kok pal”
“Oh iya Melly mana ya Rat?” Ujar Nopal menanyakan Melly.
“Oh ada kok di dalam” Pungkas ku menjawab.
“Owh…”
Aku yang tidak sabar untuk segera jalan bersama Nopal itupun dengan cepat berpura-pura menanyakan.
“Gimana… mau jalan sekarang atau mau masuk dulu ke dalam?”
“Oh gak usah Rat… kita langsung jalan ajah, soalnya udah sore juga ni” Jawab Nopal.
“Ya udah ayo kalau gitu” Ucapku senang.
Aku dan Nopal pun berangkat, meskipun aku tidak tahu Nopal akan membawaku kemana. Namun aku tetap saja tidak keberatan karena aku begitu senang bisa jalan berdua dengan orang yang aku suka.
Aku yang dibonceng oleh Nopal itupun hanya bisa tersnyum-senyum sendiri dibelakangnya dengan suasana hati yang begitu bahagua, dan tiba-tiba saja Nopal pun mampir disebuah toko bunga sehingga membuatku pun berpikir mungkin saja dia akan membelikan bunga untuk dan tentunya itu membuatku semakin senang kegirangan.
“Loh kita ngapain pal di toko bunga?” Ujarku berpura-pura menanyakan, pedahal feeling ku sudah kuat bahwa dia singgah di toko bunga itu untuk membelikanku bunga.
“Ada… ntar juga kamu tahu” Jawab Nopal merahasiakan.
Akupun diam dan hanya mengitkuti dia memasuki toko bunga itu, meskipun aku tahu jika maksud tujuan nya ke toko bunga itu tidak lain dan tidak bukan, ialah untuk membelikan aku bunga.
Nopal pun memperhatikan bunga-bunga yang ada di dalam toko tersebut, sepertinya dia sedang mencari-cari bunga yang paling bagus. Dan, sesekali dia menanyakan kepadaku tentang bunga mana yang paling bagus, sehingga aku yang sudah ke-pede-an itupun menunjukkan bunga yang aku sukai.
__ADS_1
“Kayaknya ini bagus deh pal” Ucapku menunjukkan nya bunga mawar berwarna pink.
Nopal memperhatikan bunga pilihan ku tadi dan berkata.
“Nah kan… aku bilang juga apa, pasti ini yang paling bagus” Ucapnya.
Akupun membalikkan wajah dan tersenyum tipis karena merasa begitu bahagia, karena sebentar lagi Nopal akan membeli bunga itu dan memberikannya padaku.
Setelah membeli bunga itu, Nopal pun bertanya kepadaku.
“Kalau menurut kamu, selain bunga apalagi ya yang bagus untuk diberikan ke cewek Rat?” Tanya nya sehingga membuatku pun semakin ke-geeran, sehingga akupun menjawab yang sesuai dengan apa yang aku suka.
“Coklat pal…” Ucapku dengan sigap menanggapi.
Nopal terdiam sebentar sepertinya sedang berpikir panjang, dan setelah itu berkata.
“Kamu yakin Rat..? Perempuan bakalan suka itu?” Tanya nya ingin memastikan.
“Iya yakin kok…” Ujarku menjawab dan lalu berkata dalam hati.
“Ih Nopal suka deh pura-pura gitu, pedahalkan aku udah tahu kamu pasti mau kasi itu semua ke aku. He-heh”
Setelah itu Nopal pun buru-buru mengajakku untuk menemaninya membeli coklat, dan setelah dari membeli coklat. Aku yang tidak sabar menunggu Nopal memberikan bunga dan cokalt itupun menanyakan.
Nopal pun terdiam sepertinya agak berat untuk mengatakan kepada ku, sehingga feeling ku pun semakin kuat jika bunga dan coklat itu memanglah untuk ku.
“Kita cari tempat nongkrong dulu yuk… ntar disana aku cerita” Pungkasnya dan membuatku berkata dalam hati.
“He-heh… pasti dia mau sekalian nembak aku deh kayaknya” Ucapku bebisik dalam hati semakin ke-geeran.
Namun aku tidak banyak bertanya lagi melainkan hanya mengikuti dia.
Nopal yang bermaksud akan memberitahuku setelah mendapatkan tempat untuk mengobrol sehingga Nopal pun membawaku ke sebuah taman, sehingga membuatku pun semakin deg-deg-an karena sebentar lagi dia pasti akan menyatakan perasaan nya kepadaku.
“Ih Nopal romantis banget sih… kayaknya dia mau nembak aku ditaman ini deh” Ucapku lagi dalam hati begitu kegirangan.
Akhirnya yang aku tunggu-tunggu pun telah tiba, karena setibanya aku dan Nopal ditaman tersebut, Nopal pun memulai percakapannya dan wajahnya terlihat begitu serius. Sungguh perasaanku betul-betul kegirangan.
“Ratih…” Tegur Nopal.
Aku berbalik menghadapkan wajahku ke-arahnya dan menjawab.
__ADS_1
“Iya pal” Jawabku semakin deg-deg-an.
“Makasih ya udah nemenin aku buat beli bunga sama coklat ini” Lanjutnya, namun aku yang tidak sabaran itupun berkata.
“Iya sama-sama pal, oh iya ngomong-ngomong bunga sama coklat ini kamu mau kasi ke siapa” Ucapku yang sekian kalinya menanyakan hal itu.
Nopal terlihat sedikit malu-malu sepertinya dia sudah siap menyatakan perasaannya kepada, sehingga membuat perasaanku pun semakin bergemuruh menunggu ungkapan cintanya itu.
‘Hufffs’ Nopal mengehela nafas dan seketika diapun berkata:
“Sebenarnya aku sudah lama suka sama kamu, tapi selama ini aku gak berani nyatain perasaan aku ke kamu karena aku takut jika kamu menolak cintaku! Tapi… hari ini aku gak mau sia-siakan kesempatan lagi untuk ungkapkan perasaan yang selama ini aku pendam” Ucap Nopal, sontak membuat mataku pun mulai berkaca-kaca karena terharu dengan ungkapan cintanya itu.
Nopal pun seketika mengambil kedua tanganku dan berkata:
“Kamu mau gak jadi pacar aku..?” Tanya nya.
Aku yang begitu terharu dengan kata-kata Nopal pun menjawab:
“Iya aku mau” Jawabku sambil mengangguk-anggukkan kepala.
Seketika Nopal pun tersenyum ketika aku menjawab dan membuat dia terlihat senang bahagia dan berkata:
“Gimana menurut kamu Rat..?” Ucapnya dan membuat akupun seketika bingung lalu menanyakan:
“Hah..? Maksud kamu?” Tanyaku penasaran.
“Hari ini aku mau nyatain perasaan ke perempuan yang udah lama aku suka Rat… jadi gimana menurut kamu cara aku barusan..? Udah bagus belum?” Ujarnya dan seketika membuat akupun terkejut tak menyangka jika ungkapan nya barusan itu bukanlah tidaklah serius.
Sungguh aku betul-betul tidak menyangka jika Nopal hanya menjadikan aku sebagai percobaan nya saja dalam mengungkapkan perasaan, sungguh hatiku betul-betul terpukul pada saat dia mengatakan yang sebenarnya kepadaku, yang ternyata ungkapan nya barusan itu bukanlah untukku.
Perasaanku begitu sedih, yang tadinya aku sudah sangat berharap kepadanya. Namun nyatanya harapanku membuatku kecewa, sehingga aku yang memiliki hati yang rapuh ini rasanya ingin menangis pada saat itu juga, namun aku tetap mencoba menguatkan diri agar tidak terlihat sedih dihadapan Nopal.
“Oh iya ba-bagus kok pal…”
“Heh-heh pasti perempuan itu bakal luluh” Ucapku pura-pura tegar.
“Serius Rat..?” Tanya nya ingin memastikan.
“Iya aku serius… dengan cara kamu seperti ini kamu pasti bakal berhasil” Ucapku meyakinkan.
“Iya kamu juga berhasil buat aku kecewa pal!” Susulku dalam hati.
__ADS_1
Nopal pun tersenyum bahagia pada saat aku meyakinkan dia, namun dia tidak tahu saja jika ada hati yang tersakiti.
Bersambung