
EPISODE 16
Sungguh aku begitu kecewa setelah mengetahui ternyata orang yang disukai oleh Nopal bukanlah diriku, pedahalkan aku sudah sangat berharap. Namun nyatanya apa yang aku harapkan tidaklah menjadi kenyataan, sehingga akupun berusaha tabah dan kuat meskipun kekecewaan yang aku rasakan begitu membuat hatiku terpukul.
Setelah Nopal mengantarkan aku pulang ke rumah Melly, akupun dengan cepat menghampiri Melly dan memeluknya serta menangis di pelukannya.
“Mel…” Tuturku bubu-buru berlari memeluk Melly.
Melly tercengang dan bingung dengan tingkahku yang tiba-tiba datang terus memeluknya.
“Loh kamu kenapa Rat..?” Tanya Melly.
‘Hiks Hiks Hiks’
Akupun menangis sehingga membuat Melly pun semakin bingung denganku.
‘Hiks Hiks Hiks’
“Melly…” Ucapku menangis dipelukannya.
Melly pun mencoba untuk menenangkanku sembari mengusap-usap belakangku.
“Udah-udah ya Rat… kamu gak boleh sedih gini dong, coba deh kamu cerita ke aku” Tutur Melly memintaku untuk menceritakan kesedihanku tersebut.
Akupun melepas pelukanku itu kemudian Melly pun membantuku berjalan menuju sofa, setelah itu aku berdiam sebentar sembari mengusap air mataku.
“Kamu kenapa Rat..? Kok tiba-tiba nangis gini?” Tanya Melly penasaran, sehingga akupun mencoba untuk menceritakan perkara tadi kepadanya.
“Aku kecewa Mel… aku pikir Nopal mau nyatain perasaannya ke aku, tau-taunya enggak”
‘Hiks Hiks Hiks’
Ucapku terbatah-batah menceritakan kepada Melly.
“Hah maksudnya?” Tanya Melly yang masih belum mengerti.
“Tadi Nopal ngajak aku keluar untuk nemenin dia cari bunga sama coklat, aku pikir… bunga sama coklat itu untuk aku, eh tau-taunya itu untuk perempuan yang dia suka”
“Pedahalkan aku udah ke-geeran Mel… sumpah aku malu banget loh Mel” Tuturku menjelaskan.
Melly melongo menatapku dan berkata.
“Hah, jadi karena itu kamu nangis Rat..?” Tanya nya sambil menyeringai.
“Ya aku kan kecewa Mel… soalnya dia itu sempat nembak aku tadi”
“Hah nembak kamu..?”
“Iya tapi cuman sebagai percobaan” Ucapku memperlihatkam ekspresi wajah kecewa kepada Melly.
“Buhahahaha” Melly tertawa.
__ADS_1
Melly seketika tertawa lepas setelah aku mengatakan itu barusan, sehingga akupun merasa dia seperti sedang meledeki dan akupun berkata.
“Ihh… kamu kok ketawa sih Mel!” Tegurku sedikit kesal karena Melly menertawaiku.
“Buahahahah…”
“He-heh… sorry-sorry Rat” Ucap Melly.
“Ihh kamu jahat! Bukannya nyemangatin aku! Malah ketawain… ih Melly jahat!” Ucapku kesal kepada Melly.
“Gak kok Rat… maksud aku itu bukan gitu, cuman…” Ucap Melly yang belum selesai bicara seketika akupun memotongnya.
“Gak apanya! itu jelas-jelas kamu ketawain aku loh!” Ucapku memotong.
“Iya abisnya kamu lucu sih Rat…”
“Lucu apanya..?” Tanyaku.
“Ya lucu…”
“Jadi gimana dong Rat..? Pasti kamu malu banget dong tadi..?” Tanya Melly lagi.
“Bukan cuman malu Mel… pokoknya perasaanku itu bercampur aduk, malu iya, kecewa juga iya!” Jawabku, sehingga Melly pun kembali menertawaiku.
“Buahahah… Ratih, Ratih, kamu ada-ada ajah deh” Tutur Melly, sehingga akupun kembali kesal kepadanya.
“Ihh Melly… sumpah kamu itu nyebelin banget sih” Ucapku dengan kesal.
“Eh Rat mau kemana… Ratih” Ucap Melly.
“Ratih jangan ngambek gitu dong, iya aku minta maaf. Janji aku gak ketawa lagi deh… Ratih” Ujar Melly berusaha membujukku.
Melly segera menyusulku ke kamar dan sepertinya dia berniat untuk membujukku, namun aku yang terlanjur kesal dengannya itu tetap saja tidak mau dibujuk olehnya.
“Rat… Ratih” Ujar Melly menegurku yang sedang berbaring diatas kasur.
Seketika aku yang masih ngambek itupun membalikkan badan untuk tidak menghadapnya, namun Melly terus saja berusaha untuk membujukku.
“Rat… Ratih udah dong” Tutur Melly.
“Gak… kamu gak asik, kamu nyebelin” Ucapku bertingkah kekanak-kanakan.
“Ya udah aku minta maaf deh… janji gak lagi ngetawain kamu” Tutur Melly terus berusaha membujukku.
Namun aku yang terlanjut kesal itupun masih ngambek kepadanya dan bertingkah kekanak-kanakan, sehingga Melly pun mulai capek membujukku dan seketika menggelitik perutku dan memaksa aku untuk memafkan dia.
“Ah gak mau! Kamu jahat” Tuturku masih bertingkah kekanak-kanakan.
“Oh jadi kamu gak mau maafin aku?” Ujar Melly mulai mengambil ancang-ancang untuk menggelitikku.
“Enggak! Pokoknya gak mau” Ucapku.
__ADS_1
“Ok kalau gitu… Yahhhhh” Tutur Melly dan iapun mulai menggelitik-gelitik perutku sehingga aku yang tidak tahan digelitik olehnya pun berkata.
“Am-ampun Mel.. ampun” Ucapku menahan geli.
“Masih gak mau maafin hah!” Ucap Melly terus menggelitikku.
“Iya-iya ampun Mel… udah Mel udah” Ucapku meronta-ronta tidak tahan menahan gelitikan Melly.
Melly pun berhenti menggelitikku, sehingga membuatku ngos-ngosan karena meronta sana-sini ketika Melly menggelitik perutku tadi, dan Melly pun berkata.
“Gimana..? Masih mau ngambekin aku?” Tanya Melly.
‘Ah huh-huh…” Aku mengatur nafas, dan setelah itu menatap Melly.
“Oh gak mau maafin ya… aku gelitik lagi ni” Ucap Melly mengancam akan menggelitikku lagi, sehingga akupun berkata.
“Iya-iya Mel ampun… udah gak kok, aku udah gak ngambek lagi” Pungkasku.
“Huahahah” Melly tertawa.
“Hihihihhh huahahah” Akupun tertawa, dan seketika kamar itu dipenuhi oleh tawa kami berdua.
Aku yang memiliki hati yang mudah rapuh dan gampang menangis ini sungguh bersyukur memilki sahabat seperti Melly, dia selalu saja punya cara untuk mengembalikan tawa dan senyumku. Melly selalu ada untukku dan selalu bisa membuat aku tersenyum dikala aku merasa sedih.
Bagiku, Melly itu seperti bintang, dia memang tidak selalu terlihat. Tapi dia selalu ada untukku. Mungkin aku tidak akan pernah tahu kapan tepatnya persahabatan ku dan Melly terbentuk. Namun yang pasti, persahabatan ku dan Melly selalu menghadirkan kesan-kesan yang tak akan pernah aku lupakan.
Dan bagiku Melly adalah sosok sahabat sejati yang sulit untuk ditemukan, sulit untuk ditinggalkan dan tak mungkin bisa untuk dilupakan.
‘Kring! Kring!” Alarm berbunyi.
Melly yang terbangun karena bunyi alarm itupun segera membangunkan ku juga.
“Ratih bangun…” Pungkas Melly berusaha membangunkan ku.
“Ehm… kenapa sih Mel, masih pagi juga” Jawabku setengah sadar.
“Gila kamu… alarm udah bunyi tuh, cepat bangun nanti kita telat loh ke kampus” Ucap Melly lagi, namun aku yang masih ingin menikmati tidur itupun tidak memperdulikan Melly.
“Aghhh…” Ujar ku dan lalu membungkus sekujur tubuhku dengan selimut.
“Ih Ratih… cepat bangun Rat, ini udah setengah 8” Lanjut Melly masih berusaha membangunkan aku.
“Ahh Melly… aku masih mau tidur ahh” Ucapku, sehingga Melly pun mulai kesal dan berkata.
“Kalau kamu gak mau bangun aku tinggal ni” Ucap Melly mengancam akan berangkat sendiri ke kampus dan meninggalkan ku sendiri.
Namun aku yang masih setengah sadar itupun tidak memperdulikan ancaman Melly barusan.
“Ehm iya” Ucapku.
Dan benar saja, Melly pun bergegas siap-siap dan setelah itu pergi sendiri ke kampus tanpa membawaku. Sehingga pada saat aku mulai sadar, akupun kaget melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 9 dan mendapati Melly sudah tidak berada dirumah.
__ADS_1
Bersambung