
Episode 28
Setelah itu akupun menanyakan tentang apa yang sudah terjadi dengan dia, dan apa yang sebenarnya terjadi tentang kejadian kemarin setelah dia ditangkap oleh polisi.
“Ver” Tegur ku berekspresi serius.
“Kamu pasti penasaran ya kenapa aku ada di sini?” Ujar Verel yang bisa membaca dari ekspresi wajahku.
“Jadi sebenarnya…” Lanjut Verel dan akupun menatapnya dengan serius.
“Aku udah bebas” Ungkapnya sehingga membuatku pun tercengang.
“Hah, kok bisa?” Ujarku seperti tak menyangka.
“Aku gak terbukti bersalah.” Ungkap Verel lagi dan membuatku pun kembali tercengang.
“Tu-tunggu, maksudnya? Bukannya buktinya jelas ya?” Tanyaku penasaran.
“Enggak Rat, polisi itu gak ada bukti. Orang mereka ajah datang pas transaksi itu udah kelar kan.” Ucapnya menerangkan.
“Terus..?”
“Ya walaupun kemarin aku benar-benar diintrogasi. Tapi, untungnya argument aku kuat, jadi polisi gak bisa nahan aku karena mereka gak ada bukti.” Tutur Verel kembali menerangkan.
“Ah syukurlah kalau gitu.” Ucapku mulai legah.
“Terus aku gimana Ver? Aku gak jadi tersangka kan?” Sambungku penasaran.
“Ya enggaklah Rat, aku ajah ditahan apalagi kamu.” Jawab Verel dan membuatku pun semakin legah.
Akhirnya. Kini perasaanku sudah betul-betul tenang dan legah pada saat mendengar penjelasan dari Verel, yang awalnya aku benar-benar panik dan parno lantaran takut jika polisi akan mencariku dan akan menangkapku. Namun setelah mendengarkan Verel akupun kini benar-benar legah.
Tapi tidak sampai disitu saja, walaupun aku sudah tenang tapi tetap saja aku akan mengintrogasi Verel.
“Terus sekarang gimana?”
__ADS_1
“Setelah apa yang udah terjadi, kamu masih mau ngerjain kerjaan haram itu?” Tuturku bertanya serius.
Namun Verel tidak menjawab pertanyaanku itu, melainkan dia hanya diam dan seperti tak berkutip sama sekali ketika aku melontarkan pertanyaan seperti itu.
“Kok diam Ver? Kenapa gak jawab!?” Ujarku memberi tekanan pada ucapanku.
“Jawab Ver!” Sehingga Verel pun menjawab dengan kata:
“Aku gak tau Rat, tolong jangan tanyakan aku dulu pertanyaan itu, saat ini aku benar-benar gak tau harus jawab apa.” Tutur Verel sehingga akupun berkata:
“Loh gak bisa gitu dong, pokoknya aku mau tau jawaban kamu!” Ucapku memaksa agar ia mau menjawab lontaran pertanyaanku barusan.
Namun tetap saja Verel tidak mau menjawab sehingga aku yang tidak puas itupun berkata:
“Oke kalau kamu gak mau jawab, aku gak bakal maksa kamu.”
“Tapi yang perlu kamu tau, kalau kamu gak mau ninggalin pekerjaan haram itu! Aku gak mau lagi kenal dengan kamu!” Ungkapku penuh penghayatan.
“Kamu gak ngerti Rat, dan kamu gak bakalan ngerti gimana aku.” Ucap Verel.
“Aku itu peduli sama kamu Ver, aku gak mau kamu terus-menerus terjerumus dalam jalan yang salah.” Tuturku dengan perasaan sehingga Verel pun menatapku penuh penghayatan.
Kemudian, akupun menggenggam tangan Verel dan membalas tatapannya dengan penghayatan juga dan berkata:
“Tolong dengerin aku Ver, aku mohon banget sama kamu. Jangan lagi lakuin pekerjaan itu.” Ungkapku dengan lembut berharap hati Verel terketuk dengan ucapanku yang penuh penghayatan itu.
Dan benar saja, Verel sepertinya mencerna dengan baik ucapanku itu karena ia menjawab dengan ucapan:
“Iya, Rat. Aku bakal usahain untuk ninggalin pekerjaan itu.” Ungkap Verel, sehingga aku yang mendengar kata itu keluar dari mulut Verel pun merasa senang dan gembira.
“Betul? Kamu janji sama aku.?” Tanyaku ingin memastikan.
“Iya aku janji” Jawab Verel.
Dan itulah kata-kata yang ingin aku dengar dan jawaban yang aku inginkan. Semoga janji Verel ini benar-benar dia tepati dan tidak lagi melakukan pekerjaan haram tersebut.
__ADS_1
Sesungguhnya aku benar-benar ingin lihat Verel berubah dan tak lagi terlibat dalam hal-hal yang menjerumuskan dia ke jalan yang sesat. Tidak tahu kenapa hatiku rasanya berat sekali ketika harus membiarkan Verel terus berada didalam dunia gelap seperti itu. Aku ingin ia berubah dan ingin dia menjadi seorang laki-laki yang lebih baik lagi.
Setelah dramatisasi yang terjadi antara aku dan Verel di ruang tamu rumah Melly. Verel pun pamit untuk pulang, dengan kondisi kaki yang masih pincang itupun membuatku harus membantu dia berjalan sampai depan rumah sehingga pada saat Verel ingin pamit akupun segera merangkulnya untuk berdiri.
“Udah mau sore ni Rat, aku pamit dulu ya.” Ujar Verel.
“Oh kamu udah mau pulang ya?” Tuturku dan kemudian membantunya berdiri.
“Sini aku bantu.” Sambungku sembari merangkulnya.
Setelah itu, pada saat sudah sampai didepan akupun kembali berkata kepada Verel.
“Aku harap kamu benar-benar bisa berubah Ver.” Ungkapku.
“Iya, Rat. Aku pasti berubah kok, kan aku udah janji sama kamu.” Jawab Verel meyakinkanku.
“Iya tapi…” Tuturku belum selesai Verel pun memotong:
“Stttsss” Dia menyuruhku diam dengan cara meletakkan jari telunjuknya di atas bibiku.
“Udah ya, kamu harus percacya sama aku, aku pasti bakal berubah.” Sambung Verel meyakinkanku sehingga tidak tahu kenapa jantungku pun kembali berdebar-debar seperti saat-saat sebelumnya.
“Ya udah kalau gitu aku pulang dulu ya.” Ujar Verel dan kemudian iapun menaiki taxi yang sudah berhenti disitu.
“Ehm I-iya.” Jawabku canggung dan lalu akupun melambaikan tangan manja kepada Verel ketika taxi itu sudah jalan.
Tidak tahu kenapa jantung ini pun masih saja tetap berdebar-debar dan berdetak dengan cepatnya. Meskipun Verel sudah tidak ada dihadapanku namun masih saja jantung ini berdebar. Sehingga, akupun mengambil kesimpulan jika aku memang sudah benar-benar jatuh cinta dengannya. Dan memang seperti itulah adanya, karena ketika seseorang jatuh cinta. Semua hal rasanya berhenti dan hanya terfokus pada si dia, dan si dia itu adalah Verel.
Dan beginilah yang aku rasakan, memang benar adanya. Perasaan ku saat ini adalah momen yang benar-benar membuatku bingung untuk mengenali diri sendiri. Terkadang, aku merasakan perasaan yang mungkin orang lain belum pernah rasakan sebelumnya seperti Melly yang tidak pernah ajtuh cinta. Hal ini tentunya jadi momen yang menyenangkan, apalagi kalau aku benar-benar bisa jadian dengan Verel. Sungguh tidak bisa aku bayangkan bagaimana perasaanku ketika sudah benar-benar jadian dengan Verel.
Dan memang benar. Rasanya jatuh cinta itu adalah anugerah tuhan untuk membuat perasaan hamba-nya menjadi bahagia, dan jatuh cinta juga adalah jatuh yang paling menghangatkan dalam hidup.
Meski begitu, saat ini aku belum tahu pasti apakah Verel juga merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasakan. Walaupun perasaanku benar-benar bahagia dan senang, namun aku juga harus memastikan terlebih dahulu apakah Verel juga menyukaiku. Jangan sampai aku terlalu berharap sehingga harapan ku ini akan membuatku sakit nantinya, lebih baik aku pastikan terlebih dahulu hal tersebut.
Bersambung
__ADS_1