Penjahat Itu Kekasihku!

Penjahat Itu Kekasihku!
Perkelahian Verel dan Nopal


__ADS_3

EPISODE 12


Malam pun semakin larut dan waktu kini menunjukkan pukul 23.00, sehingga aku dan Melly pun memutuskan untuk lebih dulu pulang daripada Nopal dan Aditya. Namun pada saat berada diparkiran aku pun kaget ketika melihat Verel berada di parkiran itu bersama genk nya yang lain, sepertinya dia sengaja menunggu kami dan sepertinya akan berbuat sesuatu kepada kami.


“Ratih… Verel ngapain disitu?” Tutur Melly mulai cemas ketika melihat Verel berada di tempat parkiran, namun aku hanya diam dan terus berjalan menghampiri motor Melly yang terparkir disitu.


Tiba-tiba saja, pada saat aku hendak mengambil motor Melly. Verel pun menegurku dengan cara tidak sopan.


“Woy…” Tuturnya namun aku tidaklah menghiraukan dia sehingga iapun menarik tanganku dan memaksaku untuk menjawab.


“Pacar kamu mana?” Tanya nya dan sepertinya yang dimaksud olehnya itu adalah Nopal, namun lagi-dan lagi aku tidak juga menghiraukan dia melainkan aku menyngkirkan tangannya yang menahanku.


“Oh… ok, liat ajah ntar aku bakalan buat pacar kamu itu menyesal dengan ucapan nya tadi” Lanjut Verel mengancam, sehingga membuat tangan ku seketika menunjukkanya dan berkata.


“Jangan macam-macam kamu… dia gak tahu apa-apa, jangan libatkan dia dalam permasalahan kita” Ungkap ku mulai emosi.


“Ck…” Verel menyeringai dan mendesis.


Sontak saja hal yang tidak aku inginkan pun terjadi. Nopal dan Aditya pun tiba-tiba keluar dari café, sehingga mereka yang melihatku dan Melly masih berada diparkiran itupun dengan cepat menghampiriku.


“Loh Mel, Rat… kok belum jalan?” Ucap Nopal.


“Kamu gak apa-apa kan?” Lanjutnya bertanya nya sambil melirik curiga ke-arah Verel.


“Gak apa-apa kok… udah kamu gak usah cemasin aku, mending kamu pulang ajah” Jawab ku menyuruh Nopal untuk bergagas pulang karena aku tidak ingin jika Verel akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadapnya.


“Wah… jagoan datang ni” Tutur Verel sembari menupuk-tepukkan tangan nya.


Namun Nopal yang juga sepertinya terpancing emosi itupun kembali menyoroti mata Verel dengan tajam sehingga membuat suasana semakin tegang.


“Pal… Nopal udah… kamu pulang ajah ya please” Tuturku memkasa Nopal untuk pulang, namun tetap saja Nopal yang sudah semakin emosi itupun tidak mau mendengarkan ku.


“Bro… kamu bisa gak sih jangan gangguin dia, kamu ini benar-benar gak punya malu ya atau gimana sih!?” Ujar Nopal dengan gusar dan marah melihat tingkah Verel.


“Apa..? Kamu ngomong apa? Bisa ulangi lagi gak..? Aku gak dengar soalnya” Balas Verel seperti sedang mempermainkan Nopal.


Sontak Nopal yang sudah tidak bisa menahan emosi nya itupun tiba-tiba melayangkan pukulan ke wajah Verel dan membuat genk Verel pun dengan cepat berdatangan sepertinya ingin mengeroyok Nopal pada saat itu juga.

__ADS_1


‘Plakk’


Tinju Nopal yang tepat mengenai wajah Verel itupun seketika membuat Verel termundur beberapa langkah kebelakang, sehingga aku yang melihat Nopal menonjok Verel itupun seketika terkejut dan panik pada saat melihat genk Verel sudah berdatangan.


“Ahh…”


“Ahh!!” Teriak ku dan Melly yang kaget melihat kejadian itu, sehingga akupun dengan cepat mencoba untuk melerai.


“Nopal… udah pal!!” Tegurku meneriaki Nopal.


“Rel… kamu gak apa-apa?” Ujar salah satu teman Verel yang sepertinya tidak terima melihat temannya di pukul begitu saja.


“Habisin… habisin!” Bisik teman-teman Verel terdengar jelas ditelingaku sehingga membuat ku pun semakin panik.


“Wait… bentar genk, biarin aku yang habisin dia!” Tutur Verel menahan dan meminta teman-temannya untuk membiarkan dia sendiri yang menghadapi Nopal.


Verel yang tidak terima karena Nopal telah menonjoknya itupun bergegas menghampiri Nopal dengan tangan yang sudah dikepal. Dan sontak saja Verel pun melayangkan pukulan kepada Nopal namun untung nya Nopal masih bisa menghindar, sehingga perkelahian antara Verel dan Nopal itupun berlangsung sengit.


“Hiyyaaa…!”


Pukulan demi pukulan terus dilayangkan oleh Verel dan Nopal sebisa mungkin menghindar dan menepis pukulan Verel tersebut, sehingga pada saat Nopal mulai lengah. Verel pun melompat dan menjingkang Nopal hingga tersungkur jatuh, sehingga Aditya yang tidak terima Nopal dijingkang seperti itupun dengan cepat membantu Nopal.


‘Plakk!!’


“Nopal…” Teriak Aditya dan dengan cepat iapun membantu Nopal untuk berdiri.


“Kamu gak apa-apa pal?” Tanya Aditya khawatir.


“Aghh…” Nopal merintih kesakitan sembari memegangi perutnya yang terkena jingkangan Verel barusan.


“Sini maju..!” Ujar Verel yang sepertinya belum puas.


“Kurang ajar!!” Ungkap Aditya terpancing emosi dan lalu iapun maju mendekat kepada Verel.


‘Puak! Puak! Puak!” Aditya membabi buta, tangannya terus memukul tanpa henti, namun sayangnya tak satupun pukulan nya yang berhasil mengenai Verel. Sehingga pada saat Verel membalas pukulan nya itu.


‘PUAKKKK!’

__ADS_1


Tepat mengenai wajah Aditya sehingga membuat pipih nya merah akibat pukulan Verel barusan, terlihat Aditya hanya terdiam sambil memegang pipinya yang sakit itu dan Melly yang melihat Aditya sedang menahan sakit di pipinya itupun dengan cepat menghampirinya, begitu pun aku yang melihat Nopal masih memegangi perutnya dengan cepat akupun menghampirinya.


“Kamu gak apa-apa Dit?” Tanya Melly kahwatir dengan Aditya. Aditnya hanya terdiam sepertinya mulai segan dengan Verel.


“Nopal” Teriak ku buru-buru menghampiri Nopal.


Terlihat Verel dan teman-temannya pun menertawai Nopal dan Aditya yang sedang menahan sakit, sepertinya mereka meledeki Nopal dan Aditya yang terlihat sudah tidak bernyali lagi menghadapi Verel.


“Huahahah…”


“Huahahahah”


“Segitu ajah?” Ujar Verel.


“Huahahah…” Lanjut teman-teman nya menertawai.


“Ayo sini dong… jangan jadi pengecut, aku pikir kamu laki-laki, sini maju!” Lanjut Verel terus memancing.


Dan seketika mata Nopal pun sudah mulai memerah sedangkan tangan nya terus saja dikepal dan sepertinya Nopal tidakt terima dengan cara Verel meremehkan nya. Sehingga aku yang melihat Nopal sudah semakin terpancing emosi itupun mencoba menahan.


“Pal, udah Pal… kamu gak boleh kepancing sama omongan nya dia” Tuturku menahan Nopal.


“Alahh pengecut! beraninya sembunyi diketek cewek” Ujar Verel lagi terus memancing emosi Nopal, sehingga aku yang tak tahan lagi itupun menangis dan meneriaki Verel.


“Udah dong… kamu pergi ajah deh jangan ganggu aku lagi!” Ungkap ku sambil menangis.


‘Hiks Hiks Hiks’


“Bisa gak sih jangan kayak gini… please jangan berkelahi lagi” Lanjutku menangis tersedu-sedu.


Seketika suasana pun menjadi hening, tidak ada suara tertawa lagi dan suara ledekan lagi dari Verel maupun teman-temannya mungkin karena malu sontak mereka pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu.


“Cabut-cabut” Ujar Verel meminta teman-teman nya untuk bergegas meninggalkan kami.


Aku terus menangis, bahkan ketika Verel dan teman-temannya sudah pergi akupun masih saja menangis tersedu-sedu. Sehingga Melly yang melihatku tidak mau berhenti menangis itupun dengan cepat menghampiri dan mencoba untuk menenangkan aku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2