Penjahat Itu Kekasihku!

Penjahat Itu Kekasihku!
Lagi Lagi Verel


__ADS_3

EPISODE 8


Di hari berikutnya, aku yang pergi ke kampus bersama Melly kala itu. Tiba-tiba saja si laki-laki gila itu mendatangiku. Mungkin masih belum bisa terima karena aku telah menendang bagian kemaluaan nya tempo hari, sehingga iapun menyuruhku untuk meminta maaf kepadanya. Namun aku yang juga masih kesal dengannya itupun sudah tentu tidak akan mau jika harus meminta maaf, karena pikirku dia saja belum meminta maaf kepadaku dan mengapa harus aku yang deluan minta maaf padanya.


“Woy tunggu” Ucapnya pada saat aku baru saja turun dari motor Melly.


Aku melirik ke-arahnya, dan terlihat Melly pun tercengang sepertinya takut pada saat laki-laki itu berjalan dengan cepat menghampiri kami dengan memasang wajah marah.


“Rat… Ratih” Ujar Melly sambil menarik-narik ujung bajuku karena takut dengan Verel yang semakin dengan dekat dengan kami.


"Akhirnya ketemu juga!" Ujar Verel pada saat sudah berada tepat dihadapan aku dan Melly.


“Kenapa!” Ucapku dengan wajah menantang.


“Minta maaf sekarang juga!” Pungkasnya dengan wajah serius, dan Melly yang terlihat semakin takut itpun masih saja menarik-narik ujung baju ku.


“Ih… ngapain mau minta maaf sama orang kayak kamu! Gak sudi aku!!” Balas ku dengan tegas.


Verel pun melongo menatap ku dengan tajam, dan dari matanya saja sudah memancarkan kemarahan yang luar biasa. Namun aku tidak sedikit pun memperlihatkan wajah takut kepadanya, sehingga iapun berkata.


“Kamu gak tahu kan lagi berurusan sama siapa?” Ujarnya mencoba untuk mentakut-takuti ku, dan akupun membalas sorotan matanya dan berkata.


“Ya aku tahu… aku sedang berhadapan dengan laki-laki sinting!” Tegas ku tanpa takut sedikit pun.


“Ok kalau gitu, liat ajah ntar!” Balasnya seperti akan melakukan sesuatu kepadaku.


Setelah mengatakan itu iapun bergegas pergi meninggalkan kami. Sepertinya dia akan melakukan hal yang tidak baik kepadaku. Namun, aku tidak akan takut sedikit pun dengan ancaman nya itu sehingga Melly yang mendengar Verel berkata seperti itu barusan, iapun memohon agar aku melupakan permasalahan ku dengan si Verel dan meminta ku untuk meminta maaf kepada Verel.


“Rat… kayaknya dia gak main-main deh” Ucapnya mulai cemas.


“Lebih baik kamu minta maaf ajah deh sama dia Rat… dia itu bukan orang baik, takutnya kamu kenapa-kenapa ntar” Lanjut Melly yang terlihat sangat khawatir jika Verel berbuat yang tidak-tidak kepadaku.


“Come on dong Mel… ya gak mungkinlah aku minta maaf, jelas-jelas dia yang salah loh!” Ujar ku yang tetap tidak mau menuruti permintaan Melly.

__ADS_1


“Tapi Rat…”


“Udah… pokoknya kamu tenang ajah, dia gak bakalan bisa berbuat lebih ke aku” Ucapku mencoba meyakinkan Melly.


Setelah jam perkuliahan ku sudah selesai, aku dan Melly yang bermaksud ingin pulang pada saat itu tiba-tiba kaget ketika melihat ban motor Melly bocor. Tentunya hal itu membuatku heran, karena aku tahu persis ketika kami meninggalkan tempat parkiran, motor itu masih dalam keadaan baik-baik saja. Tapi mengapa pada saat kami kembali ban nya sudah bocor, sehingga akupun berspekulasi jika ban motor Melly itu sengaja dikempeskan oleh Verel.


“Loh… kok berat sih” Ucap Melly yang sudah berada di atas motor dan bermaksud untuk mengeluarkan motor itu dari parkiran.


“Kenapa Mel?” Tanya ku.


“Gak tahu nih… kayaknya ban nya bocor deh” Ujar Melly menebak, sehingga aku pun melirik ke-arah ban untuk memastikan.


“Ya ampun… iya Mel, ban nya bocor” Pungkas ku memberitahukan Melly sehingga Melly pun buru-buru turun dari atas motornya untuk memastikan.


“Loh… kok bisa sih, pedahalkan tadi masih baik-baik ajah” Ucap Melly tidak masih tidak dapat mempercayai.


Aku pun terdiam sebentar sambil mengarahkan pemikiran yang tidak-tidak kepada Verel, dan membuatku pun yakin jika itu adalah perbuatan Verel.


“Pasti ini kerjaan laki-laki itu” Ucap ku menuduh Verel.


“Iya siapa lagi kalau bukan dia, ini pasti ulahnya dia!” Lanjut ku dengan yakin.


“Yahh… gimana dong Rat” Pungkas Melly putus asa.


Dan tiba-tiba saja pada saat kami sementara kebingungan dengan keadaan ban motor Melly yang bocor, Verel pun datang untuk mengambil motornya yang berada di parkiran dan berkata.


“Kenapa tuh… pasti bocor ya” Ucapnya meledek.


“Loh kok kamu tahu… pasti ini ulah kamu ya!” Ucapku menuduhnya secara langsung, namun ia tidak menjawab melainkan hanya melemparkan senyum seakan-akan mengejekku. Sehingga akupun menghampirinya dan memegang sambil menarik ujung jaketnya.


“Kenapa diam hah! Jujur ajah, ini pasti ulah kamu kan!!” Pungkas ku membentak.


“Wishhh… santai dong” Ucapnya dan lalu iapun standarkan motornya lalu turun dari motornya itu dan berkata.

__ADS_1


“Kalau iya kenapa..? Kamu gak terima hah!” Ungkap nya terang-terangan sehingga membuat kemarahan ku pun sudah di ujung puncak dan rasanya ingin ku banting dirinya pada saat itu juga.


Tiba-tiba saja, Melly yang melihat ku semakin terpancing emosi. dengan cepat melerai dan menarik ku agar tidak terlarut dalam cekcok yang berkepanjangan dengan Verel.


“Ratih… Ratih, udah-udah” Ucapnya, aku mencoba memberontak karena aku masih belum puas jika belum melampiaskan kemarahan ku itu, namun Melly tetap saja menarik ku.


“Loh… loh Mel lepasin dong!” Pungkas ku tidak terima.


“Udah-udah Rat… please mending kita pulang ajah” Ucap Melly yang tidak ingin melihatku terus-terusan cekcok dengan Verel.


Setelah Ratih menarik ku menjauh dari Verel, terlihat Verel pun dengan cepat menaiki motornya kembali dan lalu pergi meninggalkan kami dengan gaya belagu, yaitu mengklakson kan motornya dengan keras pada saat melewati ku dan Melly.


‘Pittt! Pittt!’


“Awas ajah kamu!!” Teriak ku yang begitu kesal.


“Udah dong Rat… jangan lagi deh berurusan dengan cowok kayak gitu” Tegur Melly.


“Loh… gak bisa gitu dong Mel, liat ajah gaya nya ngeselin gitu” Balasku dengan emosi yang belum redah.


“Iya aku ngerti kok… tapi, lebih baik kamu damai ajah deh sama dia.


“Gak… pokoknya aku gak akan pernah mau. Titik.” Tegas ku sehingga membuat Melly tercengang karena aku yang begitu keras kepala tidak mau mendengarkan nya.


Melly pun kembali terdiam, sepertinya dia juga agak kesal dengan ku karena aku tidak mau mendengarkan nya. Karena aku yang sudah terlanjur kesal itupun tetap ngotot dan tidak akan pernah mau berdamai dengan laki-laki gila bernama Verel itu.


Kami yang bingung harus berbuat apa dengan motor Melly yang ban nya bocor itupun tiba-tiba dihampiri oleh seorang mahasiswa yang sepertinya baru saja selesai jam perkuliahan dan bermaksud ingin mengambil sepeda motornya yang terparkir disebelah motor Melly. Sehingga, dia yang melihat kami sedang kebingungan itupun menegur.


“Motornya kenapa mbak?” Tanya nya dengan sopan.


“Ban nya bocor mas” Sahut Melly dengan nada kasihan.


“Ya ampun… coba sini mbak saya lihat dulu” Ujar si pria itu yang sepertinya bermaksud akan menolong kami.

__ADS_1


Sehingga, iapun melihat ban motor Melly yang bocor itu untuk memastikan, dan benar saja setalah memastikan ban motor Melly itupun dia menawarkan bantuan nya kepada kami, dan tentu saja aku dan Melly tidak akan menolak penawaran nya itu.


Bersambung


__ADS_2