
EPISODE 19
“Tunggu-tunggu deh bentar…” Melly terlihat seperti sedang bepikir.
“Bukannya Verel juga gak suka ya sama kamu..? Kok bisa sih dia cium kamu?” Lanjut Melly bertanya dengan raut wajah penasaran.
“Ih ini semua juga gara-gara kamu Mel!” Ujarku tiba-tiba menyalahkan Melly.
“Loh kok aku..? Tanya Melly tercengang.
“Coba ajah kamu gak ninggalin aku, pasti kejadian tadi gak bakalan terjadi! Ihh najis banget bibirku bersentuhan dengan cowok gila itu!” Tuturku kesal.
“Owh jadi sekarang nyalahin aku… bukannya tadi gak mempermasalahkan ya?” Jawab Melly menyinggung.
“Ya bukan gitu maksudnya Mel, tapi…” Pungkasku belum selesai berbicara tiba-tiba Melly memotong.
“Udah deh Rat gak apa-apa kok, aku tahu kok aku yang salah” Ucap Melly sepertinya ngambek.
Aku yang tidak ingin Melly ngambek itupun dengan cepat memberi penjelasan kepadanya dan menceritakan sedetail mungkin perkara tadi.
“Enggak Mel, iya aku minta maaf deh kalau nyinggung masalah tadi. Aku cuman kesal banget Mel gara-gara Verel!” Tuturku.
“Tadi itu aku lagi nunggu ojek di pinggir jalan, dan tiba-tiba Verel datang. Karena ojek gak muncul-muncul juga, ya aku terpaksa dong nebeng di dia.” Lanjutku menjelaskan.
Terlihat Melly pun sangat serius mendengarkan ceritaku.
“Terus??” Tanya Melly semakin penasaran.
“Ya… aku nebeng sama dia, tapi pas nyampe dikampus tiba-tiba temannya iseng gitu mendorong Verel. Ya otomatis Verel maju tuh eh tau-taunya bibirnya nempel dibibir aku” Terangku menjelaskan dan seketika raut wajah Melly pun berubah sepertinya ingin melepaskan tawa.
“Uph… Buhahahahah” Melly tertawa terbahak-bahak ketika mendengar ceritaku.
“Ihh Melly suka deh ngetawain, gak lucu tau!” Pungkas ku kesal.
“Sorry-sorry Rat, aduhh kok teman Verel tega banget sih iseng kayak gitu” Tutur Melly tak menyangka.
“Iya… sumpah ya mereka itu ngeselin banget!” Ujarku.
“Terus..? Reaksi Verel gimana setelah menempelkan bibirnya ke kamu?” Tanya Melly lagi dan akupun menjawab.
“Sumpah itu orang emang gila ya… dia gak marah sama sekali loh, malahan dia senang loh Mel” Ucapku masih tidak bisa membayangkan kejadian tadi.
“Loh kok gitu..? Bukannya dia seharusnya kesal juga ya?” Tanya Melly lagi.
“Ya gak tau deh orang gila itu! Tau gak Mel, malahan setelah kejadian itu dia malah ngajak aku cari tempat untuk ciuman loh” Ucapku menjelaskan lebih rinci kepada Melly.
“Hah serius Rat?” Tanya Melly kaget.
__ADS_1
“Iya serius Mel, dia ngajak aku cari tempat untuk berciuman! Gila gak sih!!” Tuturku.
“Wah gawat sih” Tiba-tiba Melly pun berkata:
“Jangan-jangan!!”
“Apa Mel?” Tanyaku penasaran melihat melihat ekspresi Melly.
“Jangan-jangan dia suka lagi sama kamu Rat?” Tutur Melly dan membuat akupun tercengang.
“Ah gila kamu Mel, gaklah gak mungkin! Lagian ni ya, kalaupun dia suka sama aku. Aku gak bakalan sudi terima cintanya!” Ungkapku.
“Ehm…” Melly mendehem, dan lalu memperhatikan ku dengan serius.
“Apa sih Mel..? Kok lihat aku gitu banget?” Tegurku sedikit risih dengan tingkah Melly.
“Tapi kok ada yang aneh ya dari kamu Rat?” Ujar Melly dan membuat akupun penasaran.
“Hah gak kok… emangnya aneh gimana?” Tanyaku.
“Dari ekspresi wajah kamu beda, aku tahu persis loh gimana ekspresi kamu sebelumnya ketika menceritakan Verel, tapi kok kali ini beda ya?” Ujar Melly lagi sehingga akupun menjawab.
“Ya marena aku kesal sama orang itu!” Jawabku, namun Melly masih saja memperhatikan ekspresiku dan kembali berkata.
“Enggak… sebelumnya itu gak kayak gini, apa jangan-jangan..?” Ucap Melly seperti menaruh kecurigaan terhadapku.
“Jangan berpikir yang macam-macam deh Mel, udah ah gak usah bahas orang gila itu lagi! Mending kita lanjutin jogingnya” Tuturku buru-buru berdiri karena tidak ingin Melly terus-menerus mencurigaiku.
“Kamu jujur ajah Rat, kamu suka kan sama Verel?” Teriak Melly dari belakang, namun aku tetap saja berlari dan tidak menghiraukannya.
“Ratih… tungguin Rat”
Selesai jogging, aku yang sementara membuka sepatu itupun kembali risih ketika Melly memperhatikan aku dengan kecurigaan nya sehingga akupun mengegur.
“Apaan sih Mel!” Ucapku kesal dengan sorotan mata Melly yang penuh kecurigaan itu.
Seketika Melly tersenyum dengan tidak menghilangkan sorotan matanya yang penuh kecurigaan tadi dan kemudian berkata.
“Cie… ada yang lagi kasmaran ni” Ucapnya meledek.
“Udah deh Mel… aku itu gak suka ya kamu curigain aku kayak gitu aku itu gak suka sama Verel!” Tegasku namun tetap saja Melly masih juga meledekku.
“Ciyyeee”
“Ah tau ah Mel!” Kesalku dan akupun buru-buru masuk ke dalam rumah.
Sumpah aku itu kesal sekali ketika melihat sorotan mata Melly yang penuh kecurigaan terhadap ku. Bisa-bisanya dia berpikir jika aku suka dengan orang gila itu, pedahalkan dia tahu kalau aku itu membenci si pria jahat itu. Lantas, bagaimana mungkin aku suka dengan orang yang sudah aku anggap sebagai musuh.
__ADS_1
“Ratih…” Tegur Melly dimalam hari dan pada saat itu aku sedang memejamkan mata dan bermaksud untuk tidur, namun Melly sepertinya ingin mengajak aku ngobrol dengan nya sehingga akupun menjawab dengan mendehem.
“Ehm…”
“Kamu tahu Tito kan..?” Tanya Melly.
“Ehm… Tito anak teknik itu ya?” Ujarku menebak.
“Iya yang jadi pembimbing kita waktu PKKMB” Jawab Melly membantuku untuk mengingat.
“Oh iya-iya aku ingat, kak Tito” Jawabku.
“Emangnya kenapa Mel sama kak Tito..?” Tanya ku penasaran.
“Ehm…” Melly mendehem dan sempat terdiam sebentar, sepertinya sedang mengumpulkan keberanian untuk bercerita, sehingga aku yang penasaran itupun kembali menanyakan.
“Kok diam Mel..? Emangnya kenapa sama kak Tito?” Tanyaku
“Kak Tito nembak aku Mel” Tutur Melly sehingga membuat aku terkejut.
“Hah…” Dan akupun buru-buru bangkit lalu mengambil posisi duduk dan berkata.
“Kamu serius Mel..? Kak Tito nembak kamu?” Tanyaku ingin memastikan.
“Iya aku serius Rat…”
“Baru ajah tadi sepulang dari kampus dia ungkapin perasaan nya ke aku” Tutur Melly menerangkan.
“Terus-terus gimana..? Kamu terima gak?” Tanyaku semakin penasaran.
“Ehm…” Mendehem.
“Aku belum ngasi jawaban” Jawab melly sehingga akupun berkata.
“Ya ampun Melly, kok kamu gak terima sih! Kak Tito itu baik loh, plus ganteng lagi” Ucapku memuji Tito.
“Ya aku bukannya gak terima Rat, cuman aku perlu waktu untuk mikir-mikir dulu”
“Kamu tahu kan aku gak pernah pacaran sebelumnya” Tutur Melly menjelaskan alasannya.
“Justru karena itu Mel kamu harus terima cintanya kak Tito” Ujarku meyakinkan Melly.
“Pokoknya kamu harus terima dia Mel, dia itu beda sama cowok-cowok yang lain” Lanjutku memaksa.
“Beda gimana?” Tanya Melly.
“Ya beda Mel, dari sikap dan perilakunya saja menunjukkan kalau dia itu laki-laki yang bertanggung jawab” Terangku meyakinkan Melly.
__ADS_1
“Gak kayak si Verel… pokoknya aku setuju kalau kamu sama kak Tito. Titik” Tegasku menginginkan Melly menjalin hubungan dengan Tito.
Bersambung