Penjahat Itu Kekasihku!

Penjahat Itu Kekasihku!
Sebelas Duabelas


__ADS_3

EPISODE 13


“Rat… Ratih udah gak apa-apa, Verel udah pergi kok” Tutur Melly mencoba menenangkan aku.


‘Hiks Hiks Hiks’


“Udah-udah gak apa-apa kok” Lanjut Melly sembari mengusap-usap belakang ku.


Dan Nopal yang juga tidak tega melihat aku menangis terus itupun juga berusaha untuk menenangkan aku.


“Ratih udah ya Rat” Pungkasnya berada disampingku bersama Melly dan Aditya.


“Aku minta maaf Rat… ini semua salah aku, seharusnya aku tadi gak kepancing emosi” Lanjut Nopal menyalahkan dirinya.


“Gak pal… kamu gak salah” Sahut ku yang masih saja terus menangis.


‘Hiks hiks hiks’


“Kamu gak salah pal… justru ini semua karena aku, karena aku kamu jadi terluka gitu” Tutur ku yang merasa jika kejadian tadi itu disebabkan oleh diriku.


“Udah gak apa-apa kok Rat… udah kamu jangan sedih lagi” Balas Nopal tidak ingin melihat aku terus sedih dan menyalahkan diri.


“Iya Rat… kamu gak boleh sedih, ntar cantiknya pudar loh” Tutur Aditya menyelipkan candaan.


“Come on dong Rat… Ratih yang aku kenal itu gak cengeng loh, ayo berdiri” Pungkas Melly sembari membantuku untuk berdiri.


Setelah itu kami pun langsung pulang ke rumah, Nopal dan Aditya pulang ke rumah mereka masing-masing, sedangkan aku dan Melly pulang ke rumah Melly. Namun sepanjang perjalanan aku terus saja membayangkan tentang perkelahian yang terjadi antara Nopal dan Verel tadi. Bahkan sesampaiku dirumah Melly pun aku masih saja terus kepikiran akan hal itu.


“Mel…” Ucap ku menegur Melly ketika sudah berada dirumahnya, dan pada saat itu kami sudah ingin tidur namun karena aku yang masih terus kepikiran akan hal tadi itupun mengajak Melly untuk mengobrol denganku.


“Ehm.. iya kenapa Rat?” Tanya Melly.


“Apa baiknya aku minta maaf ajah ya ke Verel?” Tanya ku dan seketika membuat Melly pun tercengang.


“Hah… kamu serius Rat?” Tanya Melly yang mungkin bingung karena dia tahu jika aku sangatlah membenci Verel.

__ADS_1


“Ya aku minta pendapat kamu Mel, kira-kira menurut kamu gimana?” Tanya ku lagi.


“Ehm… mungkin baiknya gitu. Tapi…” Ujar Melly.


“Tapi apa Mel?”


“Tapi kok kamu tiba-tiba mau minta maaf gitu?” Lanjut Melly penasaran.


“Ya gak apa-apa sih, cuman… aku udah capek Mel terus-menerus di usik sama orang gila itu! Ya siapa tau ajah kalau aku minta maaf dia udah gak ganggu-ganggu aku lagi” Pungkas ku menerangkan.


“Iya juga sih… ya udah kalau gitu kamu minta maaf ajah deh sama dia” Balas Melly yang setuju jika aku meminta maaf kepada Verel.


Sesungguhnya hatiku sangat berat jika harus lebih dulu meminta maaf kepada Verel, namun aku juga sudah tidak sanggup jika dia terus-menerus mengusik ketentraman ku. Sehingga akupun dengan sangat terpaksa harus meminta maaf padanya, meskipun aku tahu jika dia lah yang salah dan dia lah yang seharusnya meminta maaf kepadaku terlebih dahulu. Tapi untuk ketentraman ku dan agar dia tidak lagi mengusik ku akupun memutuskan untuk harus melakukan itu, yaitu meminta maaf kepadanya.


Dua hari setelah pristiwa perkelahian Verel dan Nopal yang dimana hari ini adalah hari senin, dan aku yang sangat terpaksa itupun memutuskan untuk mencari Verel dikampus untuk meminta maaf kepadanya agar permasahalanku dengan dia tidak terus berlanjut. Namun setibaku dikampus aku tidak melihat batang hidung Verel dan begitupun pada saat selesai jam perkuliahan, aku yang masih mencarinya sekitaran kampus tak juga menemukannya. Sehingga akupun berpikir mungkin saja dia tidak ada perkuliahan hari ini.


“Ehm… apa dia tidak ada perkuliahan ya hari ini?” Tanyaku dalam hati.


Sehingga akupun memutuskan untuk pulang saja dan bermaksud akan mencarinya di hari esok, namun pada saat ingin pulang tiba-tiba aku tidak sengaja melihat salah satu teman Verel yang ikut bersamanya malam itu pada saat di café. Sehingga dengan cepat akupun menghampiri teman Verel tersebut, untuk menanyakan keberadaan Verel.


Teman Verel itupun terdiam sejenak sembari memperhatikan aku sepertinya sedikit bingung karena aku tiba-tiba saja menanyakan Verel tanpa menyapanya terlebih dahulu.


“Ehm.. iya, ada apa ya?” Tanyanya cuek.


“Kamu tahu gak Verel dimana?” Ucapku sehingga membuat iapun tercengang dan menatapku dengan serius sepertinya dia mulai ingat jika denganku.


“Tunggu-tungu bentar, kamu… cewek yang ada di café itu kan?” Tanya nya dengan wajah serius.


“Iya itu aku” Jawabku tanpa ragu.


Seketika teman Verel itu memperlhatkan ekspresi tidak suka kepada ku pada saat aku mengatakan jika akulah wanita yang terlibat cekcok dengan Verel pada saat di café malam itu.


“Owh jadi kamu… ehm, ada apa cari Verel?” Tanya nya masih dengan ekspresi yang sama.


“Ada yang aku ingin omongin ke dia, dimana Verel?” Ucapku kembali mendesak agar dia mengatakan keberadaan Verel.

__ADS_1


Namun dia masih saja belum mengatakan kebaradaan Verel kepadaku, melainkan dia menatapku dengan serius dan sepertinya menaruh kecurigaan kepadaku.


“Ehmm… kok tiba-tiba?” Ucapnya penuh curiga, namun aku tetap saja mendesak agar dia mau mengatakan keberadaan Verel.


“Udah deh gak usah banyak tanya! tinggal bilang ajah apa susahnya sih!?.” Ucapku mulai kesal dengan tingkah lakunya yang terlalu mencurigaiku.


“Ya udah bilang ke aku, ntar biar aku yang sampein ke Verel” Ucapnya sehingga membuatku pun semakin kesal.


“Gak… aku gak mau, pokonya aku maunya ketemu sama teman kamu itu” Ungapku tetap bersikeras.


“Oh ya udah kalau gitu, kamu cari ajah Verel sendiri” Jawabnya tidak mau mengatakan kebaradaan Verel.


Dan seketika akupun semakin kesal ketika dia pergi begitu saja tanpa mengatakan kepadaku keberadaan Verel terlebih dahulu, sehingga akupun mengoceh seorang diri.


“Ih dasar… satu sirkel nyebelin semua!” Ucapku sambil mengentakkan kaki dilantai karena begitu kesal dengan sikap teman Verel tersebut.


Akupun memutuskan pulang dengan kekesalan yang masih aku bawa-bawa karena sikap teman Verel barusan, sehingga Melly yang melihatku emosi itupun menegurku pada saat sudah berada di rumah Melly.


“Kamu kenapa Rat..? Kok kayak kesal gitu” Tuturnya menebak karena melihat ekspresi wajah ku.


“Sumpah ya Mel! gak Verel, gak teman-temannya, semuanya nyebelin!” Ucapku meluahkan kekesalanku tersebut.


Melly tercengang dan menyeringai melihat aku bertingkah lucu karena marah.


“He-heh… kenapa sih Rat, emangnya kenapa sama Verel dan teman-temannya?” Tanya nya sambil menertawaiku.


Aku menatap Melly dengan serius karena menertawaiku yang sedang emosi ini.


“Kok ketawa Mel… gak lucu loh! Ih kamu juga sama kayak mereka, sama-sama nyebelin”


Melly kembali menyeringai sembari berkata:


“He-heh… iya-iya aku minta maaf, ya udah sekarang kamu cerita. Kenapa kamu bisa kesal gini? Emangnya apa yang udah mereka lakuin ke kamu?” Tanya Melly kembali penasaran dengan kekesalan ku tersebut.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2