Penjahat Itu Kekasihku!

Penjahat Itu Kekasihku!
Memilih Outfit


__ADS_3

EPISODE 14


“Tadikan aku niatnya mau minta maaf tuh ke Verel, tapi aku gak ketemu dia di kampus. Nah tiba-tiba aku liat salah satu temannya, ya udah aku hampirin ajah buat nanya Verel. Eh… tau-taunya dia malah gak mau ngasi tau aku” Ucap ku menceritakan kejadian tadi kepada Melly.


“Sumpah aku jengkel banget loh Mel! mereka semua sama ajah, sama-sama nyebelin!”


“Sabar Rat…” Ucap Melly.


Namun aku yang sudah terlanjur jengkel itupun masih saja gusar, rasanya niat baik ku untuk meminta maaf deluan kepadanya sudah tidak ingin aku lakukan.


‘Titut’


Hp ku seketika berbunyi menandakan jika ada pesan whatsapp masuk, dan dengan cepat akupun mengambil ponselku untuk memastikan pesan tersebut.


Sontak, aku yang tadinya begitu merasa kesal. Tiba-tiba saja suasana hatiku pun berubah menjadi senang pada saat melihat isi pesan whatsapp yang masuk itu dari Nopal. Sehingga akupun membuat Melly kaget karena tiba-tiba loncat kegirangan dihadapan nya.


“Ahh Melly…”


Melly tercengang bengong melihat tingkah ku yang aneh dan lalu bertanya kepadaku.


“Kenapa Rat? Kok tiba-tiba senang gitu?” Tanya nya penasaran.


Aku segara menunjukkan isi pesan dari Nopal itu kepada Melly sehingga Melly pun kembali heran kepadaku, yang dimana hanya karena dapat pesan masuk dari Nopal tingkah ku tiba-tiba saja berubah.


“Liat deh Mel… Nopal chat aku Mel” Ucapku senang kegirangan.


“Sumpah aku gak nyangka banget Mel… dia ajak ketemuan loh Mel, ahh aku senang banget” Ungkap ku lagi.


Ya aku begitu merasa senang ketika mendapat pesan whatsapp dari Nopal, bagaimana aku tidak senang jika orang yang aku suka mengajakku keluar bersamanya. Sungguh pesan whatsapp dari Nopal itu seketika berhasil menjadi obat penghilang kekesalan yang aku rasakan.


"Hai ratih, Kira-kira kamu ada waktu gak kalau aku ajak keluar ntar sore?” Isi pesan whatsapp dari Nopal.


Tentu saja aku tidak akan menolak ajakan Nopal tersebut, sehingga setelah memberitahukan Melly akupun dengan cepat membalas pesan Nopal tersebut.


‘Ada kok… aku gak ada kesibukan sama sekali’ balasku.


Melly hanya terdiam sembari memperhatikan ku yang senyam-senyum sendiri membalas pesan dari Nopal.


‘Nopal Mengetik…’

__ADS_1


‘Titut’ Pesan dari Nopal masuk.


‘Ok Rat, kalau gitu ntar sore aku jemput ya’ Ujar Nopal dalam pesan whatsapp nya.


‘Ok pal, aku tunggu dirumah Melly ya’ Balasku menjawab pesan dari Nopal barusan.


Seketika akupun beranjak berdiri lalu menarik Melly dan berkata kepadanya.


“Mel temenin aku Mel” Ucapku tiba-tiba meminta Melly untuk menemani aku, sehingga Melly yang tidak tahu apa-apa itupun kebingungan dan bertanya.


“Mau kemana sih..? Kamu minta aku temenin kamu kemana?” Tanya Melly penasaran.


Namun aku tidak memberitahukan Melly melainkan aku menarik paksa dia menuju ke kamar.


“Eh… eh Rat, mau ngapain sih?” Tutur Melly sedikit memberontak.


Dan setibaku di kamar dengan membawa Melly, akupun membuka lemari pakaian dan mengeluarkan beberapa pakaian ku untuk ku perlihatkan kepada Melly dan meminta Melly untuk membantuku memilih outfit mana yang bagus aku kenakan ketika keluar dengan Nopal nanti.


“Coba deh liat Mel… kira-kira bagusnya yang mana ya?” Tuturku meminta pendapat Melly.


Akupun meletakkan 3 dresscode yang masing-masing berbeda warna di atas kasur dan menyuruh melly untuk memilih, sehingga Melly pun seketika tercengang karena pintaku tersebut.


“Hah… untuk apa sih Rat? Emang kamu mau kemana?” Tanya Melly dengan ekspresi bingung.


“Pokoknya aku itu harus terlihat mempesona dimata Nopal, jadi kamu harus bantu aku pilih bajunya” Ucapku memaksa.


Melly kembali tercengang dan berkata kepadaku.


“Ehm… emangnya jam berapa kamu mau keluar sama Nopal?” Tanya Melly penasaran.


“Ntar sore sih” Jawabku sehingga membuat Melly pun melirik ke-arah jam yang ada di dalam kamar itu dan terkejut ketika melihat jam masih menunjukkan pukul 13.20 WIB.


“Ya ampun Rat, kamu buru-buru banget sih! Ini ajah masih siang loh Rat” Ucap Melly.


Namun aku tetap saja ngotot memaksanya untuk membantuku memilih outfit yang bagus untuk aku kenakan nanti. Sehingga aku yang terus memaksa Melly itupun membuatnya dengan sangat terpaksa harus menuruti permintaanku.


“Ehm ya udah deh, coba sini liat” Tutur Melly sembari melihat-lihat baju yang sudah aku keluarkan barusan dari lemari.


“Ehm… kayaknya ini bagus deh Rat” Ucap Melly menunjuk bajuku yang berwarna merah kemudaan.

__ADS_1


Akupun memperhatikan baju yang ditunjuk oleh Melly itu.


“Hmm kayaknya terlalu mencolok deh warna nya Mel” Ucapku kurang srek dengan baju yang ditunjuk oleh Melly.


“Gak kok… bagus kok ini Rat” Jawab Melly meyakinkan aku, namun tetap saja aku masih kurang srek dengan warnanya itu sehingga akupun meminta Melly untuk memilih yang lain lagi.


“Iya Mel! Ini itu terlalu mencolok, liat deh warnanya terang banget” Ucapku.


“Ya udah kalau gitu yang ini ajah” Tutur Melly mengalah dan kembali menunjuk ke baju yang berwara keabu-abuan.


Aku kembali memperhatikan baju yang ditunjuk oleh Melly lagi, namun tetap juga tidak sesuai dengan keinginan ku sehingga akupun kembali tidak setuju.


“Kayaknya modelnya terlalu jadul deh Mel” Ucapku memprotes, dan terlihat Melly pun mulai memasang wajah kesalnya dan berkata.


“Lah terus gimana dong?” Tanya nya sedikit kesal.


Seketika akupun meliriknya dengan manja dan melemparkan senyuman minta dikasihani dan berkata kepadanya.


“Boleh gak aku pinjam baju kamu?” Ucapku sambil mengedip-ngedipkan mata kepadanya.


Melly tercengang melihat tingkah ku itu, namun kembali lagi Melly adalah sahabatku yang terbaik sehingga iapun tidak menolak permintaan ku itu.


“Ehm…”


“Please Mel… kamu mau kan pinjamin baju kamu ke aku” Ujarku dengan espresi meminta belas kasihan Melly.


“Ya udah… pilih gih sana” Ujar Melly sedikit terpaksa, dan dengan cepat akupun menghampiri lemari bajunya dan memilih baju yang ada didalam lemarinya tersebut.


Setelah beberapa lama memilih-milih baju Melly akhirnya akupun menemukan salah satu baju yang sesuai dengan keinginan ku, sehingga dengan cepat akupun memperlihatkan kepada Melly dan meminta persetujuan nya.


“Kayaknya ini bagus deh Mel” Ucapku.


“Serius yang itu?” Tutur Melly menanyakan.


“Iya Mel, yang ini ajah” Jawabku dengan yakin.


Melly kembali terdiam sepertinya berpikir panjang dan mungkin saja hatinya berat jika harus mmeinjamkan baju yang aku mau itu. Namun karena dia juga tidak tega melihatku serta kasihan kepadaku, sehingga iapun dengan sangat terpaksa meminjamkan bajunya itu kepadaku.


“Ehm… ya udah kalau gitu pake ajah” Ucapnya mengizinkan, sehingga membuatku pun senang kegirangan.

__ADS_1


“Makasih Mellly… kamu emang sahabat aku yang paling baik deh” Tuturku memuji sembari memeluknya dengan erat.


Bersambung


__ADS_2