Perjalanan Cinta Vanessa

Perjalanan Cinta Vanessa
END


__ADS_3

Satu tahun lebih berlalu. Sosok wanita berjalan menghampiri keluarganya yang tengah berkumpul di taman. Semuanya tampak bahagia dengan anggota baru di tengah tengah mereka. Ya. Kini anak Van bertambah lagi satu. Vender mempunya adik di usianya yang ketiga. Baby girl cantik dengan nama Vania Aliandra Bailey. Bayi yang baru berumur dua bulan itu tampak tenang dalam gendongan Omanya.


"Kapan kalian menikah?" Tanya Mami Val kepada kedua cucu kembarnya membuat Ved dan Veer merubah ekspresinya seketika.


"Oma. Kebiasaan merusak suasana."


"Iya Ipar. Kalian sudah dewasa. Segeralah menikah." Ladit menimpali membuat dua pemuda itu tampak malas.


"Memangnya cari istri seperti memilih baju mudah. Sulit tau. Tampilannya baik dalemnya burik kita kan nggak tau." Jawab Veer.


"Iya." Ved mendukung apa yang dikatakan saudara kembarnya.


"Lagian banyak ******. Wanita kurang ajar dan murahan di luar sana yang penampilannya baik baik saja. Cih...penipu."


"Hais...mulutnya perlu di pesantrenin rupanya. Disini ada ponakan kamu." Kata Val sambil menutup telinga cucunya.


"Maaf Mom."


"Mau Daddy Carikan jodoh untuk kalian berdua?"


"Ih Daddy. Sok sokan cariin aku jodoh. Daddy aja nikah udah tua." Kata Veer blak blakan membuat mereka semua tertawa.

__ADS_1


"Uma. Upa nikahnya sudah tua?" Tanya Vender mendengar percakapan mereka.


"Hahaha....Iya. Upa nikahnya sudah tua."


"Jangan di dengarkan Boy." Mario mengusap kepala cucunya. Mario memeluk istrinya kemudian mengecup pipi wanita itu dengan gemas tanpa malu di depan kedua mertuanya.


"Dah Tua. Masih bucin aja." Sindir Papi Val melihat tingkah menantunya.


"Anaknya Papi emang bikin bucin."Jawab Mario.


"Mom."


"Ya Sayang."


"Motor? Tumben."


"Ved mau ikut offroad motor Mom."


"Bahaya sayang."


"Nggak Mom. Ada protectornya kok."

__ADS_1


"Yasudah. Tapi harus hati hati."


"Iya. Makasih Mom." Ved memeluk Mommynya.


"Sama sama Sayang."


"Kamu nggak ikut kakakmu Sayang?"


"Kotor. Veer nggak suka."


Val hanya mengangguk. Ia sudah paham dengan sikap putranya yang sebelah dua belas dengan sang Suami.


Ladit memeluk istrinya yang tengah berdiri menikmati suasana sejuk di balkon kamar. Mereka akan menginap di Mansion Mommynya. Kebahagiaannya sudah lengkap dengan keluarga yang selalu utuh. Ia bersyukur atas segala nikmat yang telah Tuhan berikan.


"Sayang." Ladit menenggelamkan kepalanya di ceruk leher sang istri. Gerakan cepat dari sang suami membuat Van membalikkan tubuhnya. Ia merasakan bibir lembutnya di kecup beberapa kali dengan cepat. "Terimakasih istriku. Aku mencintaimu." Ungkapnya dengan penuh kesungguhan sambil menatap mata sang istri. Tangan pria itu membelai lembut kedua pipi mulus itu.


"Aku juga mencintaimu suamiku." Balas Van membuat Ladit tersenyum bahagia. Sangat jarang istrinya mengungkapkan hal yang begitu manis seperti ini. Jutaan kupu kupu seperti beterbangan di dadanya dan begitu menggelitik. Ia merengkuh tubuh itu dan memeluknya dengan erat tak ingin melepaskan barang sedetik saja. Ia bersumpah akan menjaga dan selalu membuat seluruh keluarganya bahagia. Memberikan seluruh hidupnya untuk mereka yang begitu Ia cintai. Harta yang paling berharga dalam hidup.


-End-


Terimakasih banyak sudah baca dari novel pertama sampai sejauh ini. Author begitu mengapresiasi kesetiaan kalian wahai para readers. Maaf maaf kalau ada salah kata atau lain sebagainya. Novel ini sudah tamat ya. Endingnya bahagia kan sesuai dengan angan angan kaian. Begitu juga dengan para pembaca semoga bahagia selalu dan dilancarkan segalanya. Sampai jumpa di novel berikutnya ya. Jangan lupa tinggalkan like dan komentar.

__ADS_1


Baca Novel baru aku


JERAT CINTA TUAN PENGUASA.


__ADS_2