
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang ini cuaca sedikit terik menurut semua orang,. Tapi bagiku seperti mendung yang akan turun hujan. Tatkala kulihat jenazah kak reza akan dimasukkan dalam liang lahat. Tak henti-hentinya tangisku pecah hingga berujung pingsan.
Jika boleh meminta aku hanya ingin diberi waktu sedikit saja untuk membahagiakannya dihari terakhirnya. Tapi kenangan itu hanya tercipta selama satu bulan kebersamaan kami.
Dadaku rasanya sesak mengingat memori itu kembali. Dimana kak reza tersenyum bahagia karena bisa membuatku bahagia. Terima kasih kak, atas segala yang kau berikan padaku. Tak mampu kubalas semua yang kau berikan Hanya do'a yang kupanjatkan agar kau tenang dan damai dialam sana.
Aku akan mencoba mencari kebahagiaan setelah kepergianmu. Seperti janjiku padamu, akan ku teruskan hidupku dengan bahagia. Semoga kau disana bisa melihatku tersenyum kelak jika aku sudah menemukan kebahagiaan.
Aku tak akan menghapus namamu dalam ingatanmu. Kan kukenang kau sebagai kenangan terindah dalam hidupku.
Ku duduk bersimpuh didepan pusaramu. Aku akan berubah demi janjiku padamu. Aku sudah lelah menangis. Doakan aku bisa bahagia tanpamu kak. aku sangat mencintaimu, Walaupun hanya sebatas ini kebahagiaan kita tapi aku senang mengenal dan menjadi bagian dari hidupmu.
__ADS_1
Ajarkan aku bernafas tanpamu
Ajarkan aku selalu tetap mengingatmu dalam kenanganku
Ajarkan aku tetap tersenyum walau jauh darimu
Setelah hampir tengah hari, aku bangkit dari posisiku sedari awal. Sebelum ku langkahkan kakiku pergi kucium nisan kak reza untuk terakhir kalinya. Aku berjanji akan sering mengunjunginya.
Dengan dibantu para sahabatku, kutinggalkan peristirahatan terakhir kak reza. mereka memeluk dan memberikan semangat padaku. Sedari kemarin malam mereka ikut menginap dirumahku karena takut terjadi sesuatu padaku. Mereka tau saat ini aku butuh dukungan dari orang terdekatku.
Pukul 20.00 WIB aku masuk kedalam kamarku dan merebahkan tubuhku diatas ranjang. Tiba-tiba aku ingat kalau waktu dirumah sakit kakaknya kak reza pernah memberiku sebuah surat dan buku diary. karena penasaran akupun bangkit dari tidurku. dan ingin membaca buku tersebut.
Sebelum kubaca bukunya. Kubuka buku bersampul Biru tua ditanganku dengan perlahan
__ADS_1
*Dear Diary,
Hari ini hari minggu yang cerah. Dan aku berencana mau jalan-jalan dan melihat gadis cantik yang beberapa bulan lalu menyita perhatianku.
Tiba dipasar, kutatap dia dari kejauhan. Senyum manisnya membuat selalu ingin melihatnya. Tapi aku tidak berani mendekatinya Karena aku takut dia menolak kehadiranku. Setelah berpikir panjang kucoba melangkahkan kakiku mendekat padanya.Iseng- iseng aku ingin mencoba membeli kaos di tokonya. Dan berhasil dengan sedikit menggodanya kudapatkan nomer ponselnya.
Hingga beberapa hari kemudian. Kucoba untuk menghubungi dia. Dan respon dia sangat positif. Aku begitu antusias untuk mendekatinya terus. Hingga saat kuajak dia keluar untuk pertama kalinya dia pun setuju.
Betapa cantik saat dia keluar dari pintu rumahnya untuk menyambutku. Dia bukan cewek matre. Bahkan kutawarkan apapun dia juga menolak. Hingga ku beranikan diri mengajaknya pacaran. Dia menerimaku. Oh,,, tak dapat kutulis dengan kata-kata bagaimana bahagianya aku. Cintaku berbalas. Saat dipuncak ku beranikan untuk pertama kalinya kupeluk tubuhnya. Dia diam saja dan tak menolakku. Hari ini hari keberuntunganku. Setidaknya aku melupakan sejenak rasa sakit yang sudah lama bersemayam didalam tubuhku.
Diary ku,
Kelak jika aku sudah tiada maukah kau katakan padanya bahwa aku sangat mencintainya. Aku takut aku sudah tidak bisa bertahan lebih lama. Semoga kami masih bisa diberi kesempatan lebih lama lagi untuk bersama. Kusudahi dulu yah ceritaku. Besok jika ada kesempatan kan kutulis tentangnya disini
__ADS_1
By;Reza A*
Kututup buku diary itu dengan berderai air mata. Jadi selama ini kak reza sudah lama melihatku. Hanya aku yang terlalu cuek dengan sekitarku sehingga aku tidak bisa menyadari keberadaanya. Kupeluk buku diary itu dengan erat seakan memeluk kak reza. Buku itu kenang-kenangan terakhir dari kak reza untukku. Kini aku mengerti untuk apa dia menulis diary itu. Ternyata dia ingin memberiku kenangan tidak hanya diingatan tapi juga berupa tulisan yang setiap kali rindu bisa kubaca.