Perjalanan Cintaku

Perjalanan Cintaku
Pantai


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tepat pukul 02.00 pagi, kami sampai dipantai. Badan lelah rasanya tak terasa setelah melihat keindahan pantai disini. Tempatnya sangat indah ternyata dan masih asri hawanya. Terlihat belum banyak rumah disekitar sini. Dan mayoritas penjual makanan adalah warga dari luar karena desa mereka ternyata berpencar disekitar pantai ini. Tapi agak jauh dari pemukiman katanya.


Walaupun begitu tempat ini termasuk komplit, ada masjid besar. Dan toilet umum disana sini. Terlihat juga banyak pedahang menetap ato berjualan keliling disekitar sini.


Aku turun mengikuti langkah kak hari masuk kedalam villa. Dengan bergantian kami membersihkan diri dan melakukan sholat malam berjama'ah dimasjid besar yang dekat dengan villa yang kami tempati.


Usai sholat kami duduk bersama menikmati pemandangan dengan menunggu waktu subuh tiba. Teman-teman kak Hari yang cewek juga ada yang menanam nasi untuk sarapan besok pagi, sedang yang cowok membakar ikan ditepi pantai.


Aku tidak ikut membantu karena aku paling kecil disini cuma barang doang yang besar tapi aku gak bisa masak. Kalau aku ikut didapur takutnya dapurnya tambah berantakan. Bukan tambah membantu malah tambah ngerecoki.


Alhasil, disinilah aku duduk menghadap pantai menikmati suasana deburan ombak yang damai.

__ADS_1


Seketika kurasakan ada yang memelukku dari belakang sambil menyampaikan jaket ke tubuhku.


"Kok gak masuk kedalam dek, disini hawanya dingin nanti masuk angin" ucapnya dengan memelukku erat.


Kaget itu sudah pasti guys. Tapi anehnya aku tidak bisa menolak pelukan ini. Rasanya persis sama dengan pelukan kak reza. Sesaat aku merindukan pelukan kak reza makanya aku diam saja menikmati waktuku untuk kali ini.


"Aku gak ngantuk kak, mau bantu didapur aku gak bisa masak, daripada malu mending duduk disini aja kak" tutur ku pelan.


Perlahan dia mengecup kepalaku dari belakang dan memajukan wajahnya tepat disamping wajahku.


"Emang kakak mau ngomong apa sih? " tanyaku dengan dahi berkerut.


"Kakak jatuh cinta dek sama kamu. Mau gak kamu jadi kekasih kakak" ucapnya pelan.

__ADS_1


Deg, apa ini Tuhan. Gimana ini kenapa jadi begini ceritanya. Aku baru kenal dia, sekarang udah ditembak aja. Kalo aku tolak keterlaluan gak sih, mana udah diajak liburan juga. Tapi kalo diterima juga aku masih belum siap kehilangan lagi kaya kemarin.


"Kakak serius, aku ini masih bocah kak, kenapa gak pacaran sama yang seumuran dengan kakak aja. kan enak tuh nyambung diajak bicara" kataku


"Tapi hati kakak merasa nyaman dengan kamu dek. Jujur saja baru kali ini kakak merasakan rasa ini. Kakak janji bakal membahagiakan kamu sekuat kakak dek. Mau ya jadi kekasih kakak" pintanya memohon.


Melihat wajah sendunya aku jadi tidak tega untuk menolak. Dengan agak terpaksa ku anggukkan kepala menyetujui untuk jadi pacarnya. Ku lihat pancaran bahagia wajah kak Hari.Yah, setidaknya statusku sudah tidak jombo lagi.


Aku ini punya jiwa petualang mengenal berbagai macam cowok. Jadi kalo aku disuruh jomblo sebentar saja kayanya gak seru gitu.


Dengan menikmati indahnya fajar pagi ditemani orang yang mencintai kita. Rasanya bener-bener bahagia. Dan tak terasa pagipun tiba dan teman-teman kak Hari memanggil untuk sarapan bersama didepan villa. Aku ikut mengambil jatah makanku dan kak Hari, dengan disertai ledekan teman-teman kak Hari. Mereka belum tau aja yang diledekin ini masih bocil, andai mereka tau pasti mereka pingsan kali tau umurku.


Saat makan sesekali kak Hari memberiku perhatian dengan menyuapiku. Terkadang dia juga iseng mencubit pipi juga hidungku.

__ADS_1


Kamipun menikmati makanan yang seadanya tapi penuh dengan kebersamaan bersama teman-teman kak Hari. Ternyata berteman dengan orang yang lebih dewasa dari kita itu lebih menyenangkan.Karena cara berfikir mereka yang dewasa jadi bisa mengimbangi kita yang lebih muda.


__ADS_2