Perjalanan Cintaku

Perjalanan Cintaku
Obrolan ringan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedari sore saudara jauh banyak yang berdatangan kerumah. Aku dan kedua orang tuaku menyambut mereka dan menjamu dengan baik.


Banyak dari mereka yang mempunyai anak sebayaku. Dan kini kami sedang berkumpul dan mengobrol bersama.


Jarak yang jauh juga kota yang berbeda-beda membuat kami jarang berkumpul. Kecuali jika lebaran. Karena nenekku pasti mengomel jika salah satu anak maupun cucunya tidak pulang kampung saat hari lebaran. Menurut nenek, moment lebaran itu wajib pulang untuk menghormati orang tua juga saudara yang lebih tua. Juga moment untuk berkumpul bersama keluarga besar lainnya.


Kini aku sedang duduk bersama mereka. Disisiku ada dua keponakanku dari keluarga ayahku. dan disisi satunya adalah keluarga dari ibuku.


"Eh an, Cerita dong awak ketemu kamu sama Reno?"


tanya Dini.


"Iya aku juga kepo dan gak nyangka kalo kamu bakal nikah duluan. " sahut Ayu


"Gimana ya namanya juga udah sreg dihati ya udah nikah aja dari pada nambah dosa ya nggak sih" jawabku enteng.


"Tapi gimana caranya kamu nakluin hatinya Reno an? " kata Reni.


"Yah nggak gimana-gimana orang kita kenal terus deket terus jadian ya udah gitu aja" jawabku


"Masak sih, gak percaya aku. kamu pet ya dia. secara calon suamimu ganteng pake banget. udah gitu baik kayaknya orangnya. " kata Dini


"Eh mana ada aku pake pelet, orang aku udah cantik dari sononya. gak sadar bu, kalo punya sepupu cantik gini" ledek ku.

__ADS_1


"Ueeek gayamu kita juga cantik kaleee" seliroh Reni sambil menjulurkan lidah.


"tapi beneran deh kasih tipsnya dong buat cari cowok cakep kaya gitu"


"Kagak ada, yang penting cuma gimana cara kita buat mereka nyaman dengan kita gitu aja"


adak cuma gitu doang"


Ku anggukkan kepalaku menatap mereka.


Aku sendiri bingung kenapa Rena dulu bisa gencar deketin aku sendiri. Padahal dulu dia cuma jadi selingkuhanku tapi malah sekarang jadi suamiku.


Setelah aku dan sepupuku nanyak mengobrol, kami ikut melakukan pengajian. Dan acara ini berjalan lancar.


Karena hari sudah malam kami segera bersiap untuk tidur. besok adalah hari yang menyenangkan untuk kami semua.


Aku juga sedikit takut mendengar kata malam pertama. pasti sangat sakit. Dan itu membuatku takut.


Tiba-tiba ponselku berbunyi. Terlihat nama Reno disana.


"Hallo Assalamu'alaikum yank. " jawabku


"Wa'alaikum salam yank, kamu belom tidur? " tanyanya.


"Belum yank, gak bisa tidur. "

__ADS_1


"kenapa? " mikirin aku yah"


"Kok tau? " god aku


"jadi bener kamu mikirin aku yank, duh bahagia banget aku. gak sabar nunggu besok. "


"yank, kok aku jadi takut ya besok mau nikah"


"Takut kenapa? "


"Takut malam pertama" jawabku polos


"Kenapa takut yank enak kok"


"Sok tau, apa jangan-jangan kamu dah sering kaya gituan ya? cercaku


" Sumpah yank gak pernah besok itu pertama kalinya apalagi dengan kamu doang yank"


"Beneran gak bohong? "


"Bener yank"


"Ya udah aku percaya"


Setelah berbincang dengan Reno akhirnya aku merasa mengantuk dan tertidur dengan Reno yang masih bicara ditelfon.

__ADS_1


Malam yang sangat dingin membuat tidurku nyenyak setelah puas menelfon Reno.


Rasanya memang aku tidak bisa jauh dari Reno mulai sekarang.


__ADS_2