
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang hari diisi dengan jalan-jalan disekitar pantai. Ada juga yang bermain voly pantai. Ada yang berbelanja souvenir, juga ada yang berjemur dipantai.
Sedangkan aku sendiri jalan-jalan dengan berburu souvenir. Terlihat tanganku digenggam kak Hari dengan erat seakan takut kehilangan aku.
Padahal aku juga sudah gede. Ngapa juga digandeng kaya anak kecil. Sepanjang jalan aku cemberut dan menggerutu mengkritik sikapnya ini.
"Jangan cemberut aja dong sayang, senyum gitu lho" hiburnya
"Habis kakak sih tanganku kram digandeng mulu daritadi kaya mau nyebrang" protes ku
"Kakak kan cuma pengin romantis kaya pasangan yang lain dek" terangnya
"Iya romantis, tapi kan gak harus digandeng mulu" ucapku
Dengan perlahan dilepaskan tautan tangan kami.
Dan kami berjalan beriringan bersama sambil sesekali bercanda. Sebenarnya kak Hari tipikal orang yang sabar banget ngadepin aku. Terlihat dia tidak pernah protes dengan keinginanku.
Setelah waktu menunjukkan sore hari. Kami pun membersihkan diri. Dan mempersiapkan diri untuk acara api unggun nanti malam.
Malampun tiba, aku duduk disebelah kak Hari. Dia menyampirkan jaketnya karena takut aku kedinginan Sambil tangannya merangkul bahuku mesra.
Dan pemandangan ini dapat dilihat semua teman juga atasan dari kak Hari. Merekapun semakin meledek. Aku hanya tersipu malu menanggapinya.
__ADS_1
Acara malam ini berjalan dengan lancar dan suasananya juga menyenangkan.
Pukul 23.00 kami bergegas tidur karena besok harus kembali pagi-pagi sekali. Aku tidur bersama diruang tengah yang sudah digelar tikar untuk tidur bersama.
Karena keterbatasan kamar jadi kita tidur jadi satu di ruang tengah dan ada yang tidur diruang tamu.
Kurasakan ada yang memelukku dari belakang ternyata itu kak Hari.
"Kok kakak disini sih? " tanyaku
"Tanganya dikondisikan kak, kita dilihatin banyak orang. aku kan malu " timpalku
"Cuma peluk doang dek, gak tau kenapa aku gak bisa jauh dari kamu dek" bisikny mesra ditelingaku.
"Gombal, pinter banget ngerayu" olokku
Aku cuma tersenyum simpul. Karena menurutku itu sudah biasa.
Dan akhirnya kami tertidur dengan kak Hari tidur memelukku erat dari belakang. Aku cuma bisa pasrah saja dengan perlakuannya Ku protes juga percuma dia gak bakalan dengerin.
Pagipun menghampiri, sinar matahari membangunkan kami untuk bergegas bangun dan bersiap untuk pulang.
Seperti kemarin pas berangkat, diperjalanan pulang pun didalam bus diramaikan suara-suara teman kak Hari. Cuma ada yang beda sekarang kak Hari semakin manja denganku berbeda dari pas berangkat kemarin.
Tapi kubiarkan saja yang penting masih dalam batas wajar.
__ADS_1
Tepat pukul 11 siang aku sampai dirumah setelah kak Hari mengantarkanku pulang. Aku merebahkan tubuhku diatas ranjang yang sudah dua malam kutinggalkan.
Sore hari aku terbangun dan bersiap-siap untuk pergi bekerja. Walaupun capek tapi aku gak enak hati karena sudah dua hari aku libur.
Bukan apa-apa karena aku hanya karyawan biasa. Walaupun yang punya toko budeku sendiri tapi aku merasa sungkan jika sering-sering libur.
Ponselku juga daritadi berbunyi tanda pesan masuk banyak dari teman-teman ku. Kubalas pesan mereka satu persatu sambil menunggu pelanggan yang datang.
Tidak lama kemudian ada pelanggan yang masuk. Ku hentikan aktivitasku bermain ponsel dan ku layani customer yang baru masuk tersebut.
Tepat pukul 21.00 kami menutup toko dan bersiap-siap pulang. Ku lihat didepan toko susah bersandar kak Hari menungguku pulang.
"Kamu gak capek dek langsung kerja? " tanyanya
Kugelengkan kepalaku sambil tersenyum. Sambil menuntun sepedaku pelan. Dia mengajakku makan diwarung sebentar sambil mengobrol.
"Kok kakak gak istirahat malah nyamperin kesini? besok kan harus kerja. gak capek? tanyaku
" kakak kangen kamu dek"ucapnya sambil memandangku
"Kangen mulu padahal tadi dah ketemu dari kemarin juga nempel mulu perasaan. Masa masih kangen lagi"ujarku
" Wajar dong dek, kakak kan cinta sama kamu jadi pasti rindu terus sama kamu. "candanya
" Terserah deh aku gak komen"ucapku pasrah
__ADS_1
Setelah ngobrol sebentar dan makananku habis, Kami bergegas pulang karena hari sudah malam. Kak hari mengantarku pulang dengan membuntuti ku dari arah belakang. Perhatian dia cukup membuatku tersanjung, merasa dilindungi olehnya. Sesampai dirumah aku langsung tidur usai membersihkan diri. Tapi sering ponselku berbunyi dan itu dari kak Hari. Nih orang nempel mulu dah gak ngerti aku capek apa yah. Ku angkat sebentar telfonnya sambil tiduran dan gak tau telfonnya mati jam berapa karena capek aku sudah tertidur lebih dulu.