Perjalanan Cintaku

Perjalanan Cintaku
Pulang


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tas ransel ku sudah kusiapkan diatas ranjang. Hari ini liburanku sudah genap satu minggu. Dan aku akan pulang kerumah dengan membawa banyak kenangan selama tinggal disini.


Reno sedari tadi hanya menempel terus padaku seakan tak mau kutinggal pergi. Tapi inilah resiko pacaran ma anak SMA. Apalagi kita LDRan.


Kesabaran dan kesetiaan kita benar-benar diuji.


Dia terus merengek agar aku tinggal lebih lama lagi. Tentu saja aku tidak biasa karena besok sudah waktunya masuk sekolah.


Dengan berat hati dia mau mengantarku pulang. Tentu saja setelah ku bujuk dengan memberikan barang kesukaannya. Apalagi kalo bukan menyusu seperti bayi. Itu hal yang paling dia sukai jika berada didekatku.


Setelah drama itu terjadi aku sudah siap berpamitan pada kedua orang tua Reno, tak lupa kuucapkan Terima kasih atas kesediaanya mereka menampung ku selama aku tinggal disini.


Mereka malah senang aku tinggal disini. Bahkan ibu Reno memelukku erat sambil menangis tak mau berpisah denganku. Tapi kukatakan sejujurnya bahwa aku harus sekolah. Dan liburan semester nanti aku berjanji akan maen kerumah ini lagi.


Diperjalanan menuju terminal tak henti-hentinya Reno mengecup tanganku dan mengenggam tanganku diletakkan diatas dadanya sambil menyetir.

__ADS_1


Sesampainya diterminal aku segera mencari bus arah jurusan kekotaku tinggal. Setelah dapat, sebelum masuk bus, Reno memelukku erat dan membisikkan kata-kata cinta. Dan akan menungguku datang lagi kemari.


Ku anggukkan kepala saja tanda mengiyakan permintaannya. Terakhir dia mencium bibirku lembut.Walaupun singkat itu cukup membuatku kaget karena ini tempat umum. bener-bener ya ni anak gak punya malu banget deh.


Ku lambaikan tangan tanda perpisahan terlihat dia berkaca-kaca melepas kepergianku. Andai jarak dekat aku juga ingin selalu berada di sisiNya. Seminggu disini aku merasa nyaman bersamanya.


Sosok Reno sangat mirip dengan almarhum kak Reza. Cuma bedanya Reno mesum sedang kak Reza sangat melindungi wanita yang dicintai.


Selamat tinggal kota yang penuh dengan kenangan. Kuharap aku masih bisa menginjakkan kaki disini lagi.


Setelah menempuh perjalanan selama 2jam, aku tiba di terminal. kulihat ayahku sudah menungguku didepan. kuhampiri beliau dan kecium tangannya dan kupeluk tubuhnya tanda aku sangat merindukannya.


Aku membersihkan diri dan tertidur karena aku sangat lelah. Sore hari aku terbangun dan membongkar oleh-oleh yang diberikan oleh ibu Reno tadi.


Aku menceritakan bagaimana kedua orang tuanya Reno yang sangat baik padaku. Juga tetangga komplek yang ramah-ramah. Begitu juga suasana yang indah dan bagus disana.


Setelah banyak bercerita tak terasa adzan magrib tiba. Kami sekeluarga sholat berjamaah bersama. Setelah sholat kami makan malam dan menikmati waktu bersama dengan menonton film bersama.

__ADS_1


Suara ponselku berdering memecah keheningan kami


Tring... tring.... tring


"Reno Calling"


"Hallo yank" sapaku sambil berjalan menuju kekamar.


"Kangen yank" katanya


"Baru tadi ketemu udah kangen aja"


"Kamu gak tau sih tersiksa nya aku jauh dari kamu yank" dengernya


Satu jam kami berbincang ditelfon dan kuakhiri karena aku sangat mengantuk. Badanku rasanya remuk sekali. Setelah membersihkan muka kulihat dicermin bekas tanda cinta yang banyak beterbangan diarea gunung kembarku. Reno bener-bener rakus sampai payudaraku nyeri di kenyutnya tapi dia masih merasa kurang.


Ah..... andai dia disini pasti kejadian malam tersebut akan terulang kembali. ku ketok kepalaku ringan. Bagaimana aku bisa memikirkan hal seperti itu. aku bener-bener ketularan Reno sepertinya.

__ADS_1


Kusiapkan buku pelajaran juga tas untuk persiapan sekolah besok. Jadi besok pagi aku tinggal santai saja berangkat sekolah seperti biasa.


__ADS_2