
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00WIB.Reno mengajakku naik ke bukit Bintang. Terlihat hamparan padang rumput yang sangat luas ditambah kerlap kerlip lampu juga bintang yang menyinari dari atas sana. Benar-benar indah dan sangat damai berada disini.
Aku berdiri merentangkan kedua tanganku menikmati suasana ini. Hawa dingin sedikit menusuk tulang-tulangku tapi aku tetap merasa tidak terganggu karena hatiku sedang merasa sangat senang malam ini.
Melihatku memejamkan mata. Reno memelukku dari arah belakang dengan mesra. Dia membisikkan kata cinta di ceruk leherku seakan menikmati aroma tubuhku.
"Apa kamu bahagia honey?" tanyanya
"Iya yank, aku sangat bahagia" ucapku sembari tersenyum membalikkan badanku menghadap padanya.
"Aku akan berusaha menciptakan kenangan yang indah untukmu yank, Apapun akan aku lakuin asal kamu bahagia disisiku" katanya sambil membelai lembut pipiku.
"Terima kasih yank, aku benar-benar bahagia berada disini bersamamu. " ku beranikan mengecup pipinya untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Dia sangat kaget dengan ulahku ini. Dan dia semakin tersenyum lebar melihatku.
"Sudah berani cium-cium nih ya" ledek nya
Ku cubit pinggangnya kecil karena aku malu dengan perkataannya itu. Pipiku merah merona menanggapi kata-katanya. Dan dia langsung tertawa dengan memelukku erat dari depan.
Tanpa ku sadari dia sudah mendekatkan bibirnya diatas bibirku. Dia ******* lembut bibirku. Walaupun aku sendiri belum pernah berciuman kucoba untuk membalas sedikit-sedikit perlakuannya itu.
Kami bertukar saliva dan sama-sam menikmati ciuman ketiga kami dengan suasana romantis. Dinginnya malam membuatku semakin masuk kedalam pelukannya dan dia semakin memperdalam ciuman kami.
Dia remas perlahan bukit indahku yang belum pernah terjamah orang ini. Dan ini untuk pertama kalinya aku seberani ini menyerahkan tubuhku pada seorang laki-laki.
Ntah setan apa yang merasuki otakku tapi aku sangat menikmati perlakuan Reno padaku. Hingga kurasakan agak sakit saat dia menggigit kecil leherku. Akupun tersadar dan mendorong tubuhnya pelan.
Ku tundukkan wajahku, sambil merapikan penampilanku yang berantakan. Reno pun juga tersenyum kikuk memandangku sembari mengucapkan maaf karena sudah khilaf menyentuhku.
__ADS_1
Aku hanya mengangguk mendengarkan kata-katanya.
"Maafkan aku honey, aku gak bisa mengendalikan diriku jika bersamamu. Rasanya ingin terus bersamamu" katanya
"Nggak pa-pa aku juga salah gak menghentikan kamu yank"
"Tapi kamu nggak marahkan"
"Nggak yank. kita berdua sama- sama salah dalam hal ini"
Dia memelukku erat dan mengajakku segera pulang agar kami tidak semakin kebablasan. Bisa-bisa semakin hilang kendali kami jika masih berada disini. Apalagi cuaca yang dingin semakin mendukung aksi kami nanti.
Pukul 22.00 WIB kami sampai dirumah. Terlihat rumah sangat sepi. Mungkin orang tua Reno sudah tidur. Aku masuk kedalam kamar dan membersihkan diriku. Setelah itu aku shalat isya karena tadi belum sempat menjalankannya.
Usai sholat ku rebahkan tubuhku diatas tikar dibawah sambil menyelimuti tubuhku. Kuingat lagi apa yang kulalui barusan bersama Reno. Sesuai janjinya padaku dia benar-benar menciptakan kenangan yang baru dalam hubungan kami. Senyuman terus menghampiriku karena teringat kejadian barusan. Sebenarnya aku juga sangat menikmati bahkan ingin mengulangi hal serupa. Apa aku sudah ketularan fikiran mesum Reno yah. Biasanya aku bisa menjaga diriku tapi sekarang aku bisa melakukannya dengan Reno yang bahkan hanya bertemu beberapa kali. Walaupun kami hanya pacaran diatas angin dan lewat ponsel saja tapi aku begitu berani terbuai dengan permainannya.
__ADS_1