
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Syukurlah mas Hari tidak terlalu banyak menekanku kali ini.Dia hanya menganggukkan kepala tanda mengerti aku tidak nyaman dengan pertanyaannya.
Acara demi acara terlewati dengan lancar.Dan akhirnya sudah waktunya aku pulang karena hari juga semakin sore.
Aku berpamitan dengan keluarga besar mas Hari.Dan
Kini aku sudah didalam mobil bersama mas Hari.Kulirik dia tidak seperti biasanya.Tumben diem saja biasanya dia ngajak ngomong duluan.Untuk mencairkan suasana kucoba mengajaknya bicara.
"Mas,kenapa diem aja,Mas marah sama aku?"tanyaku menunduk dalam
"Nggak dek"jawabnya singkat
__ADS_1
"Terus kenapa dari tadi diem aja gak ngomong.A ku tau mas marah kan karena jawabanku tadi.Kenapa gak ngomong pribadi aja mas?krnapa harus ngomong didepan keluarga kamu?aku gugup ditatap begitu banyak orang mas.Kalau sebelumnya kamu ngomong dulu kan setidaknya aku bisa jawab dan berpikir dulu.Lha ini secara mendadak kamu bertanya seperti itu seakan gak ada orang lain.Jelas aku kaget mas."kataku sambil mulai mengeluarkan air mata.
"Aku tak tahan didiemin seperti ini.kalau mas memang gak mau nunggu ya udah fine kita udahan aja.mas bisa cari cewek lain yang bisa siap buat diajak nikah sekarang."tambahku
Biarin aja sekalian aku putus saja.Udah tau aku masih sekolah kok udah ngajak tunangan.Maunya apa coba.Tapi egois nggak sih kalau aku minta putus sekarang.Kok aku tiba-tiba nyesel ya ngomong kaya gitu.
"Dek,kamu ini ngomong apa sih?"
Digenggamnya erat tanganku.Aku sedikit tertawa dalam hati melihat dia seperti ini.Salah siapa aku dicuekkin.kapok kan?
"Dek udah dong jangan nangis lagi.Maafin mas,mas gak mau kita putus.Mas janji gak akan meminta apapun.Mas akan tunggu sampai kamu siap."ujarnya menelas sambil menelukku erat.
Aku diam saja tidak menghiraukan dia.Aku masih ingin tau dia serius apa cuma bohong doang.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,aku berhenti menangis.Dia menatapku dalam dan tanpa ku duga dia mencium keningku dalam sembari terus mengucapkan kata maaf.
Setelah drama yang kubuat,akhirnya kami sampai dirumah juga. Dan setelah berpamitan aku membersihkan tubuhku yang sudah lengket bau keringat.
Tring...tring...tring...
Bunyi ponselku berbunyi tanda panggila masuk.
Kulihat nama Reno disana.Ternyata dia menelepon untuk mengatakan bahwa hari rabu dia akan touring bersama temab-temannya dan dia mengajakku.
Kutolak karena aku gak mungkin keluar dengan dia.Nanti bagaimana caraku berpamitan dengan orang tuaku.Resiko kebanyakan pacar ini.Jadi pusing sendiri akhirnya.
Setelah ngobrol sebentar dengan Reno.Aku berangkat kerja seperti biasa.Kebetulan hari ini aku ada janji dengan seoran custumer yang mau borong kaos buat seragam.Dan biasanya urusan seperti ini aku yang menghandlenya.Diberi kepercayaan buat jaga toko dan memantau kinerja teman-teman yang lain cukup menbanggakan buatku.Setidaknya aku punya sedikit jiwa kepemimpinan.Bisa lah suatu saat buat pengalaman jika pengin buka toko sendiri.
__ADS_1