
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ke4 aku dirumah Reno, kami melakukan bakti amal tadi siang. Rupanya ini tradisional keluarga Reno setiap bulannya. Mereka memberikan santunan kepada yayasan panti asuhan yang ada didaerah ini.
Malam ini kedua orang tua Reno akan pergi ke kota sebelah dan mereka akan menginap disana untuk menghadiri undangan bisnis didaerah T.Kebetulan acaranya malam jadi mereka berangkat sore tadi.
Sebenarnya mereka juga ingin mengajakku sekalian tapi mereka bingung nanti aku tidurnya dimana. Karena undangan itu biaya penginapan sudah ditanggung si pemilik acara.
Hingga akhirnya aku ditinggal sendirian bersama Reno.
Malam ini kami duduk bersama menonton TV diruang tengah. Usai makan malam tadi kami malas keluar jadi kita putuskan untuk nonton TV saja dirumah.
Reno tiduran diatas padaku sambil memelukku erat. Dikecupinya tanganku sambil sesekali dia mencuri ciuman di bibirku.
Aku tak mampu menolak kelakuannya itu karena aku sendiri menikmatinya. Sedikit demi sedikit dia angkat kosku masuk kedalamnya. Aku geli dengan sikapnya ini tapi rasanya aku malah menginginkan lebih dari ini.
Ku rebahkan tubuhku diatas kasur lantai dan dia semakin gencar membuka kaosku semakin keatas.
Diremas nya gunung kembarku dengan lembut. Sesekali dia mengecup dari balik kacamata yang masih bertengger didadaku.
Darahku berdesir, wajahku merah merona malu sekali karena baru pertama kalinya ada yang melihat bagian intiku.
Sedikit demi sedikit diturunkannya perlahan kacamata berwarna merah terang yang kupakai.Dan dihisap nya lembut puncak kemerahan ****** ku.
Ahhh....
__ADS_1
Aku mendesah kuat merasakan ini. Rasanya perutku seperti digelitik tiada henti. Tapi untuk menghentikannya aku tidak mampu.
Sambil menggeliat kecil dibawah lingkungannya, dia mencium bibirku hingga kebas sambil sesekali menyusu didadaku.
Benar-benar pengalaman baru untukku. Reno bisa membuatku terbang melayang. Hingga bagian bawah intiku basah.
Setelah dia puas menyusu. Dihentikannya kelakuannya itu dan dia duduk tepat didepanku.
"Maaf ya yank, aku gak bisa mengendalikan diriku. Kamu begitu membuatku bernafsu yank" usapnya lembut dipipiku.
"Ya udah gak usah deket-deket kalo gitu" omelku
"Gak bisa yank. Aku gak bisa bayangin kalo besok kamu balik pulang. Gimana aku bisa menahan rindu ini yank. " peluknya erat
"Selepas kamu lulus kita langsung nikah aja ya? " tawarnya
"Dua rius malah, aku gak mau kehilangan kamu. Bentar lagi kita LDR lagi aja rasanya aku gak kuat pisah lagi sama kamu.Tapi aku akan setia nunggu kamu setahun lagi. Aku janji bakal jaga hati ini buat kamu yank"
Terserah deh dia mau ngomong apa. Kita gak tau takdir kedepannya seperti apa. Aku yang pernah menjalin hubungan selama setahun saja bisa putus apalagi ini malah LDR.
Kupasrahkan saja takdir Tuhan seperti apa. Biarkan semua berjalan seperti air yang mengalir.
Setelah film yang kami tonton berakhir kami pun pergi kekamar masing-masing untuk tidur. Tak lupa ku kunci pintu agar Reno gak bisa masuk kedalam kamarku. Aku takut dia kebablasan.
Setelah beberapa menit kemudian ku rebahkan tubuhku. Saking ngantuknya tanpa sadar aku tak tau kapan Reno menerobos masuk kedalam kamarku.
__ADS_1
Aku lupa dia yang punya rumah. Pasti dia pake kunci cadangan.
Keesokan paginya aku kaget dengan kondisi tubuhku yang terbuka. Kaosku tersingkap keatas, Dan aku mersa ada yang menyusu pada dadaku.
Kukira aku masih bermimpi. Ternyata tidak ini benar-benar Reno yang sedang menyusu diatasku. Mulutnya terus menyesal gunung kembarku. bahkan disekitarnya sudah banyak bekas kecupan berwarna keunguan yang sangat banyak diarea tersebut.
Benar-benar nih anak ya. Pagi-pagi bikin kesel aja. Ku goyangkan badannya pelan agar bangun. Aku sudah capek diposisi ini.
Ku dorong pelan kepalanya, Dan berhasil.
Akhirnya dia bangun juga. Kutinggalkan dia yang masih bingung. Dan kumasuk kedalam kamar mandi untuk mandi.
Setelah mandi aku pergi keluar sebentar membeli bubur ayam didepan komplek perumahan ini.
Setelah dapat bubur ayam aku langsung pulang. Dan kulihat Reno sudah mandi. Dan menungguku diruang tengah.
Dia menghampiriku seraya memelukku.
"Kamu dari mana sih yank? aku takut kamu pergi darimu setelah kejadian tadi. semalam aku gak bisa tidur makanya ke kamar kamu buat tidur sama kamu"
"Aku beli sarapan yank. perutku sudah lapar. ayo kita makan dulu. "
Bubur ayam itu akhirnya tandas dalam sekejap karena memang aku sangat lapar.
Terdengar bunyi bel berbunyi. Reno berdiri membuka pintu dan terlihat kedua orang tua Reno sudah pulang.
__ADS_1
Aku menyalaminya lalu mereka pamit untuk beristirahat setelah perjalanan jauh.