
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sore ini aku dan Reno sudah ada janji dengan salah satu dokter dirumah sakit setempat untuk meneriksakan kehamilan pertamaku.
Setelah antrian panjang akhirnya namaku dipanggil untuk masuk kedalam ruangan.
"Selamat sore dokter"sapaku
" Selamat sore silahkan duduk"ucap dokter mempersilahkan kami.
"Mari kita periksa ya bu" kata dokter sambil menyuruhku berbaring. Dia mengoles gel keperut rataku.
Tanganya bergerak gerak diatas perutku sambil melihat kearah monitor. Terlihat titik kecil dan dokter bilang itu janinku yang masih berusia 3minggu.
Rasanya sangat bahagia melihat pemandangan itu begitu juga Reno. Tak henti-hentinya dia menciumiku didepan dokter sampai membuatku malu sendiri. Tapi dokter hanya tersenyum melihat keromantisan kami.
Setelah diperiksa dan mengambil obat diapotik kamipun pulang. Tapi didalam perjalanan aku sangat ingin makan bakso beranak.
__ADS_1
"Yank, dedek pengin bayi nih" kataku
"Oh, pengin makan bakso, ya udah kita cari tempat ya yank kamu pengin bakso apa? " tanyanya
"Bakso beranak yank"
"Yah udah aku carikan dulu ya"
Setelah beberapa saat, kulihat Reno memarkirkan mobilnya didepan sebuah warung bakso yang lumayan besar tempatnya. Dan kelihatan enak bakso nya.
Aku dan renobturun dari mobil dan memesan bakso yang kuinginkan. Saat bakso datang rasanya aku sudah ngiler ingin secepatnya memakan bakso tersebut.
"Ini enak banget yank, nanti bungkus ya buat dibawa pulang" pintaku
"Iya nanti aku pesenin lagi sekalian buat ayah dan ibu dirumah"
setelah baksoku habis, Reno mengajakku pulang karena hari sudah gelap.
__ADS_1
Sesampainya dirumah, aku dan Reno menceritakan kejadian dirumah sakit pada ayah dan ibu dirumah. Mereka terlihat bahagia dan tak sabar menunggu bayiku lahir. Mereka sangat ingin menggendong anakku dan Reno.
Setelah bercerita aku dan Reno pamit kekamar untuk istirahat. asebelum tidur aku meminum susu yang sebelumnya sudah dibuatkan Reno. Untung saja tadi pas perjalanan pulang ada minimarket. Jadi kami sekalian beli susu hamil diminimarket sebelum pulang.
Susu hamil sudah kuminum. Dan kurebahkan tubuhku dikasur. Reno juga ikut tidur disebelahku. Kebiasaan kami sebelum tidur adalah bercengkerama menceritakan kegiatan kami dari kami bangun sampai akan tidur.
Dengan begitu kami akan selalu terbuka dan tahu satu sama lain kegiatan apa saja yang kami lakukan setiap harinya. Seperti saat ini, kami saling bercerita tentang bagaimana cara kami nanti menghadapi bayi kami jika dia sudah lahir.
"Yank, kamu maunya ank kita cewek apa cowok? " tanyaku
"Cewek ato cowok sama aja yank, yang penting kamu dan bayi kita sehat. aku gak mau kehilangan salah satu dari kalian yank, karena kalian itu ibarat jantung dan hatiku. jika salah satunya hilang ya sama saja aku akan tetap sakit. jadi berjanjilah untuk selalu baik-baik saja, kalo ada keluhan kamu langsung bilang ya yank" pintanya sambil memelukku erat.
"Iya sayank, Terima kasih sudah mau jadi suami yang baik juga calon ayah yang baik untuk anak kita, aku gak bisa berjanji tapi aku akan berusaha buat baik-baik saja yank." jawabku membalas pelukannya.
"Aku sangat mencintaimu yank, apapun yang terjadi nanti kuharap kamu tetap bertahan untukku" ucapnya mencium keningku.
"iya yank" kubalas ciumannya dibibir secara singkat.
__ADS_1
Malam ini kami tidur berpelukan tanpa ingin melakukan aktivitas lainnya. karena Reno takut terjadi apa-apa dengan kandunganku jika dia terus menggempurku.