
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah sholat subuh. Aku dan Reno sudah bersiap untuk kepulanhan kami ke kota bersama orang tua Reno. Dua mobil sudah dpanasi sedari tadi didepan rumahku. Barang-batangku juga sudah dimasukkan kedalam bagasi mobil beserta oleh-oleh untuk saudara disana.
Kupandang rumah masa kecilku dengan sendu. Seakan mengerti perasaanku. Reno memelukku erat sembari membisikkan kata-kata yang membuatku semakin ingin menangis.
Kupeluk kedua orang tuaku juga kedua saudaraku. Seakan hari ini hari terakhir kami bertemu.
"Sudahlah dek semoga kamu bahagia disana. baik-baik dirumah mertua ya. kalo ada apa-apa jangan sungkan hubungi kakak" kata kakakku
"Iya dek jaga diri baik-baik dan beri kabar bahagia buat kami secepatnya ya" ucap Ibu sambil memelukku erat.
Aku hanya sesenggukan didepan ibuku.
"Udah ah kenapa nangis semua sih jadi sedihkan aku. kakakku yang bawel selamat menempuh hidup baru, cepet buatin aku keponakan ya, terus jangan lupa kalo mau buat anak jangan kenceng-kenceng kalo teriak kasihan merta kakak ntar budeg dengerin ******* kakak" ledek adikku yang dihadiahi jeweran ditelinga oleh ayahku.
__ADS_1
"adek ini masih kecil ngomong apa sih" kata ayahku
Sambil cengengessn dia cuma meringis karena telinga yang masih dijewer ayahku.
Setelah acara tangis harus disertai canda tawa sebelum kepergianku. akhirnya tiba saatnya aku berangkat. Kulambaikan tanganku tanda perpisahan dengan mereka. Aku menangis sesenggukan dipelukan Reno tanda aku rapuh jauh dengan orang tuaku. Aku berharap Reno mampu menepati janjinya membuatku bahagia dan bisa menciptakan kenangan yang baru untukku disana
Perjalanan selama 2 jam tak begitu kurasakan karena gara-gara terlalu banyak menangis aku tertidur pulas selama dalam perjalanan.
Hingga saat tiba dirumah Reno. Aku baru terbangun dari tidur lelapku. Aku membantu Reno menurunkan koperku yang isinya baju juga perlengkapanku..
Aku berjalan masuk kedalam rumah yang pernah kutinggali ini. Jika dulu aku masuk sebagai pacar Reno sekarang aku masuk sebagai istri Reno.
Tak kusadari dia sudah memelukku erat dari belakang sembari menaruh kepalanya diceruk legerku. Sambil menciumi leherku dan mencecap seakan tak ada puasnya.
"Yank, aku belum bersih-bersih. aku mandi dulu yah"
__ADS_1
"Sebentar saja yank. mandinya nati ana ya kan habis ini berkeringat lagi" jawabnya gamblang
"Tapi yank ini masih siang lho gak enak sama ayah juga ibu yank. " bujukku
"Yank kasihan ni jeki udah pengin masuk guamu yank. bentar aja ya. please! " mohonnya.
Aku tak kuasa menolak keinginannya itu. Perlahan dia melucuti pakaianku dan pakaiannya sendiri sehingga kami sama-sama telanjang bulat Dia membimbingku keatas ranjang sambil mencumbuku dengan mesra .
Aku yang selalu terbuai dengan permainannya semakin membuka lebar lah aku saat dia semakin intens menciumi paha mulusku menuju gua yang selalu dibuat menjerit oleh sijeki.
Semakin dia bermain didalam goaku dan tanpa kusadari Aku sudah pelepasan pertama dan tanpa jijik dia menjilat sesuatu yang keluar dari dalam goaku.
Setelahnya dia bersiap akan memasukkan sijeki kedalam goa kesayangannya. Ahhh..... jleb...
Tak bisa kurasakan lagi betapa nikmatnya penyatuan kami yang kesekian kalinya selalu membuatku. melayang Dan hanya bersama Reno Aku merasakannya.
__ADS_1
Suami tampanku yang selalu kuat diatas ranjang. Dan selalu membuatku puas tak berdaya menghadapi permainan ranjangnya.
Beruntung dia bukan playboy. Dan hanya Aku wanita pertama dan terakhir untuknya. Cintanya sudah mentok terhadapku Dan kuharap itu untuk selamanya