
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan paginya, matahari menyingsing fajar membuatku terbangun dari mimpi indahku. Ku langkahkan kaki untuk membersihkan diri.
Lima belas menit kemudian aku merias wajahku dan bersiap untuk pergi kesekolah. Karena ini hari pertama masuk sekolah ibu membebaskan hari ini dari tugas pekerjaan rumah Makanya aku sedikit bisa santai bangun agak kesiangan.
Setelah sarapan aku berangkat bareng ayah. Beliau mengantarku sampai pintu gerbang sekolah. Baru beliau berangkat menuju tempat kerjanya.
Pagi ini terlihat sudah banyak sekali murid-murid yang sudah datang. Ada juga anak baru yang sedang akan mengikuti MOS. Sama sepertiku dulu, mereka akan melakukan apel pagi pembukaan pengenalan siswa baru.
Ku langkahkan kakiku menuju kelasku yang baru. Aku sudah naik kelas 3 sekarang. Dan disana para sahabatku juga sudah datang terlebih dahulu.
"Tumben telat an? " tanya Riska
"Iya aku masih capek kemarin baru saja datang habis liburan dirumahnya Reno" jawabku singkat sambil duduk di meja bangkuku disebelah echa.
"Jadi kamu beneran liburan disana? Wah... ketemu camer dong! Gimana-gimana baik nggak orang tuanya Reno? " berondong pertanyaan dari Enjie
__ADS_1
"Iya aku jadi liburan kesana selama seminggu ini. Orang tua Reno juga baik, lingkungan sekitarnya juga ramah-ramah. Aku juga sangat senang tinggal disana. Pemandangannya sangat indah. Oh iya ini oleh-oleh untuk kalian " Ku sodorkan beberapa oleh-oleh untuk mereka yang sudah kuberi nama masing-masing di setiap plastiknya.
"Wah.... Dian emang paling baik deh, Terima kasih ya oleh-olehnya".ujar Echa
" Ngomong kalian sendiri liburan kemana aja? "tanyaku
Akhirnya satu persatu mereka menceritakan tentang liburan mereka masing-masing.Liburan kami ternyata memiliki cerita yang berbeda-beda. Hingga bel masuk berbunyi dan kami hentikan pembicaraan tentang liburan kami dan bersiap menerima pelajaran pertama kami.
Ketika ku rogoh tangan kedalam laci bantu sekokahku. Tanpa sengaja sebuah kertas jatuh dibawah kakiku.
Pluk....
Menurutku si penggemar rahasiaku ini gak modal deh. Masak deketin cewek ngasih surat kaya orang jaman 70an saja padahal sekarang jaman serba canggih. Kan bisa lewat ponsel kenalan yang baik ato gimana. Gak malah kirim surat gak jelas mana gak ada nama si pengiriman.
Ku masukkan surat itu ke kantong bajuku. Biar nanti saja pas jam istirahat kubuang suratnya. Aku fokus menatap papan tulis didepan Nenyimak penjelasan dari bu Anita, guru matematika yang masih belum menikah dan sangat cantik orangnya..
Tring... tring.... tring...
__ADS_1
Waktu istirahat tlah tiba. Aku keluar kelas diiri gi ketiga sahabatku. Kami memesan makanan dan menunggu makanan siap dengan duduk santai. Kantin hari ini terlihat sangat penuh didominasi sama kebanyakan siswa baru.
Setelah pesanan jadi, Kami makan sambil bercerita meneruskan cerita tadi pagi yang tertunda.
Ntah kenapa aku sedari tadi merasa ada yang mengikuti. kutoleh kanan kiri juga tidak ada yang mencurigakan. Tapi aku merasa kaya diawasi gerak gerikku.
Makanan kami habis dan setelah membayar makanan kami. Aku pergi ke toilet sebentar untuk membuang air kecil. Karena tak tahan aku sedikit berlari hingga menabrak seseorang.
Bruk....
Aku terjatuh dan kulihat siapa yang sudah menabrak ku. Ternyata teman sekelasku Pras. Dia meminta maaf dan membantuku berdiri. Kumaaflan saja karena aku juga bersalah dalam hal ini karena terburu-buru lari sampai tidak melihat ada orang didepan.
Aku segera masuk kedalam dan buang air kecil. Usai buang air aku kembali ke kelasku. Saat keluar dari toilet kulihat Pras masih berdiri didepan toilet.
Nih orang ngapa disini batinku. Apa dia nunggu seseorang. Ato jangan-jangan mengintip lagi.
Pikiranku sudah memikirkan alasan-aladan yang tidak masuk akal. Hingga daripada penasaran ku tegur dia pelan.
__ADS_1
"Ehm.... Pras kamu ngapain didepan sini? nunggu orang? " tanyaku mengagetkan nya
"Aku.... aku nunggu kamu an" jawabnya terbata.