
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini tepat hari ulang tahun Reno yang ke27. Menjadi moment yang tidak terlupakan baginya juga sebagai pengingat jika kami disatukan dalam ikatan yang halal dimata Tuhan yang Maha kuasa.
Sedari pagi aku susah dirias oleh MUA yang didatangkan oleh ibunya Reno. Sebenernya aku tidak ingin ada pesta yang mewah. Tapi semua ini sudah diatur keluarga Reno bahkan orang tuaku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk pernikahanku.
Menurut kedua orang tua Reno merka sangat bahagia dengan pernikahan anak semata wayangnya jadi sudah sepantasnya diberikan yang terbaik.
Dan untuk menghormati itu, kedua orang tuaku hanya menyetujuinya karena takut mereka tersinggung.
Para sepupuku juga sudah selesai dirias dengan sangat cantik. Sedang aku sendiri masih dipakaikan baju kebaya putih yang sangat pas di badanku.
Adekku datang memberi tahu jika rombongan keluarga Reno sudah datang. Seketika para perusahaan ini kalang kabut karena bingung melaksanakan tugasnya.
Aku seperti bola yang dioper kesana kemari sampai kepalaku pusing rasanya. Setelah beberapa saat kemudian aku dipanggil untuk kedepan.
__ADS_1
Ku langkahkan kakiku pelan dituntun ibu juga adikku. Aku berjalan pelan dengan diiringi tatapan banyak mata memperhatikanku. Kuberikan senyum manis untuk menyambut mereka.
Terlihat Reno memandangku tanpa berkedip.Aku dibawa untuk duduk disampingnya. Pak penghulu berkali-kali memanggil namanya tetapi dia tak menyahut.
Akhirnya ku tepuk tangannya pelan. Hingga akhirnya dia tersadar. Setelah drama yang dibuat Reno. Kata sah yang diucapkan para saksi dengan lantang mengantarkanku menjalani status baru sebagai seorang istri, menjadi seorang makmum, dan kelak menjadi seorang ibu.
Setelah itu kucium punggung tangan suamiku, Dan Reno mengecup keningku pelan dan sedikit agak lama seperti meresapi moment ini. setelah itu dilanjut dengan acara menyematkan cincin dijari masing-masing. kami bergantian memasang cincin itu.
Senyuman Reno seakan tak pernah pudar sedari tadi. Bahkan saat dipelaminan tak hentinya menggenggam tanganku erat dan tak melepaskannya.
Juga tidak ketinggalan rekan kerjaku dulu saat masih ditoko. Rekan kerja Reno juga ada beberapa yang hadir. karena rencanamya setelah dikota tempat tinggal Reno nanti mereka akan mengadakan resepsi lagi.
Sebenarnya aku ingin menolak tapi kembali lagi aku tidak bisa egois. Reno anak tunggal. jadi kedua orng tuanya ingin yang terbaik dipernikahannya.
Banyaknya tamu yang diundang membuatku sangat lelah. hingga Reno menawarkan makanan kepadaku.
__ADS_1
Aku hanya menganggukkan kepala kemudian dia memanggil salah satu sepupunya untuk mengambilkan makanan.
Reno menyuapi ku dan itu disaksikan banyak sekali tamu undangan. Aku sangat malu tapi karena laper aku tidak peduli pandangan dari mereka.
Bagiku aku nyaman menjadi diriku sendiri yang apa adanya begitu juga Reno. kami berdua sedikit memiliki persamaan dalam bertingkah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 dan tamu juga sudah berkurang. Kami pamit undur diri dulu karena aku yang sudah sangat lelah. Kakiku bahkan rasanya bengkak karena terlalu lama berdiri menyalami tamu.
Dengan perlahan Reno membantuku turun dari pelaminan yang sangat indah ini. Kami berjalan masuk kedalam kamarku yang tidak terlalu besar tapi cukup untuk dua orang. Ranjang yang cukup besar sudah dihias dengan begitu indah bak malam pertama dihotel mahal.
Yang lebih lucu handuk yang sudah diubah menjadi 2 ekor angsa yang sedang beciuman beradaptasi tepat dipinggir ranjang. kelopak bunga bergambar hati juga menghiasi sekelilingnya. Ntah siapa yang membuatnya.
Seingatku aku tidak boleh masuk kesini karena tadi aku dirias dikamar adikku.
Aku benar-benar terpesona dengan yang kulihat sekarang ini.Sampai tak sadar bahwa ada mata elang seseorang sedang mengawasiku seperti harimau lapar.
__ADS_1