
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sudah jadi rutinitas ku setiap hari sejak menjadi istri Reno. Setiap pagi aku menyiapkan sarapan juga baju untuk Reno. Tak lupa juga untuk kedua orang tua Reno. Selama disini ibu mertuaku juga banyak mengajariku banyak hal. Setiap hari kami bersama membersihkan kebun dibelakang rumah yang terbilang cukup luas dan indah karena banyaknya tanaman sayur dan buah yang ditanam disana. Tak lupa juga banyak bunga-bunga yang sangat indah yang terletak di tengah-tengah kebun tersebut.
Pemandangan indah ini rupanya membuatku betah tinggal disini. Reno akan berangkat kerja bersama ayah mertuaku setiap pagi. Dan aku menemani ibu mertuaku berkebun. Terkadang kami juga memasak sesuatu bersama. Indahnya kebersamaan ini begitu sejuk dipandang mata. Aku bersyukur memiliki suami juga mertua yang sangat menyayangiku. Terlepas banyak hal yang harus kulalui untuk mendapatkan kebahagiaan ini.
Pagi ini sebelum Reno berangkat kerja.
"Yank, nanti sore aku lembur, kamu kalo jenuh bisa kalan-jalan sama ibu ya"" mungkin kamu mau belanja ato kemana gitu biar gak bosen dirumah terus"kata Reno sambil memandangku yang sedang memasang dasi dilehernya.
"Nggak deh yank aku dirumah aja. akhir-akhir ini aku malas ngapa-ngapain pengin tiduran aja dirumah nemenin ibu"
__ADS_1
"ya sudah kalo itu mau kamu. Tapi kamu gak sakit kan yank? muka kamu agak pucat" tanyanya sambil mencium keningku mesra.
"Aku gak papa yank, cuma masuk angin aja. mungkin saja gara-gara aku telat makan jadinya seperti ini, kamu tahu sendiri aku punya sakit asam lambung yank"
"Kita kedokter yuk, aku takut kamu kenapa-napa" bujuknya
"Nggak usah aku mau tidur aja, aku juga sudah minum obat tadi. Nanti juga sembuh kok. "
"Aku berangkat kerja dulu ya, jangan lupa hubungin aku kalo ada apa-apa ato kamu pengin sesuatu" paminya sambil mencium kening, pipi dan terakhir dibibirku.
Sebagai pimpinan dia harus menjadi teladan untuk seluruh karyawannya. Dan sebagai istri aku harus mendukung apa yang dikerjakannya Dan tidak egois untuk memiliki waktu yang lama bersama Reno.
__ADS_1
Sebelumnya aku baru tahu jika dia seorang pemimpin di sebuah perusahaan. Kupikir dia hanya pegawai kantoran biasa. Ternyata malah lebih dari pemikiranku. Dia seorang bos tapi dia tidak pernah sombong dan memamerkan kekayaannya.
Dia tetap jadi dirinya sendiri dan juga jadi pribadi yang ramah dan suka membaur dengan sesama. Kedua mertuaku juga orang yang sangat baik dan terkenal dikalangan apa saja. Itu karena sikap mereke yang santun juga membaur dengan mereka yang tidak mampu. Dan tetap rendah hati membantu sesama.
Sungguh keberuntunganku berada di tengah-tengah mereka. Disayangi dan dicintai orang-orang yang baik. Semoga akupun bisa mengikuti jejak mereka untuk tetap rendah hati dan tidak sombong meskipun aku istri orang kaya.
Semoga juga aku bisa bermanfaat untuk banyak orang disekitarku.
Hari ini cuaca yang panas membuatku ingin makan yang segar-segar. Teringat dibelakang rumah ada pohon mangga aku sangat ingin makan rujak siang ini.
Aku bergegas menuju taman belakang rumah. Dan mengambil galah untuk mengambil mangga dari pohonnya. Setelah kudapatkan galah yang ada disekitar pohon kuambil buah mangga yang agak muda 2 biji.
__ADS_1
Kubawa kedapur dan kukupas mangga tersebut. selanjutnya aku membuat bumbu rujak sendiri. Belum makan rasanya mulutku sudah tidak sabar untuk memakannya.
Kucicipi dulu sambal rujaknya sudah pas ato belum. setelah kurasa pas ku bawa irisan mangga muda itu dan sambalnya kekebun untuk kunikmati bersama menikmati semilir angin disana.