
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sejak siang tadi perutku sangat sakit tapi hanya sebentar hilang lagi. Tadinya kupikir aku akan melahirkan melihat gejala tersebut.
Tapi saat ku periksakan ternyata aku bukan mau melahirkan. Hanya kontraksi palsu saja.
Beberapa hari ini aku sering merasakannya. Sempat Reno sampai panik karena terus mengeluh kesakitan.
Aku juga takut sebenarnya mengahadapi kelahiran anak pertamaku ini. Terkadang aku berfikir saat aku melahirkan nanti apa aku akan selamat. Jika aku tak selamat bagaimana nasib bayiku juga Reno. Apa nanti Reno akan menikah lagi dan bayiku punya ibu baru. Apa secepat itu Reno melupakannku.
Berbagai macam prasangka buruk menghantui pikiranku. Sampai rasanya sesak dadaku. Sebenarnya Reno ingin aku operasi cesar saja tapi aku tidak mau karena ini anak pertamaku. aku ingin merasakan jadi seorang ibu yang berjuang untuk anaknya.
Hingga hari ini pun. aku membuat kedua mertuaku juga Reno suamiku panik karena aku mengeluh sakit dipinggang juga perutku.apalagi aku sering buang air kecil. Perutku rasanya sangat mulas dan seperti diaduk-aduk.
"Yank, sakit" rengekku dalam pelukan Reno
__ADS_1
"Sabar yank, kita kerumah sakit ya"
"Tapi sekarang udah nggak yank" kataku tersenyum
"Kita cesar aja ya yank, aku gak mau kehilangan kamu juga putra kita yank" katanya sambil mengecup keningku
"Jangan yah, biar kunikmati saat-saat seperti ini, aku ingin ini nanti bisa jadi kenangan untukku dan kamu saat mereka besar nanti"
"Iya tapi kamu buat aku takut yank"
"Udah gak papa ini sudah biasa terjadi untuk orang yang akan melahirkan. "" nanti kalo dedeknya udah keluar pasti gak sakit lagi. "
Kurasakan ada yang keluar dari jalan lahirku. Rupanya air ketuban ku sudah pecah. Dan kurasakan perutku semakin sering mulasnya.
Kupakai untuk jalan-jalan kecil sambil menahan sakit
__ADS_1
tetapi semakin sakit kurasakan. Hingga rasanya aku akan mengeluarkan sesuatu dari jalan lahirku.
Aku berteriak kencang. Reno dan kedua mertuaku berlarian kearahku. Sambil menggendong ku Reno berlari ke arah garasi dan segera memasukkanku kedalam mobil. kedua mertuaku juga turut serta setelah tadi ibu mertuaku membawa tas yang berisi perlengkapan bayi yang sudah kuoersiapkan kemarin. Dengan wajah panik ayah mertuaku juga masih sempat menelefon keluargaku mengabarkan bahwa aku akan melahirkan dan sudah dirumah sakit.
Dalam perjalanan perutku semakin kencang diiringi rasa sakit yang semakin menjadi. Aku hanya merintih kecil untuk mengurangi ketegangan diwajah Reno dan kedua mertuaku. Aku tahu mereka sangat panik sehingga aku tidak ingin membuat mereka semakin panik dengan jeritan ku.
Sesampainya dirumah sakit. Aku didorong menggunakan brankar menuju ruang bersalin dengan Reno yang terus menggenggam tanganku. Sementara kedua mertuaku mengurus administrasi sebelum tindakan yang akan dilakukan sesuai prosedur.
"Sakit yank? " tanya Reno cemas
kugelengkan kepala ku pelanggan sambil meringis menahan sakit.
"Kalo sakit jangan ditahan yank, kamu bisa nangis buat ngurangi rasa sakitnya ato kamu cakar dan jambak rambutku juga gak pa-pa yank. aku tak tega melihatmu seperti ini" katanya sambil terus erat mengenggam tanganku.
"Aku gak papa yank, Do'ain yang terbaik ya biar aku bisa selamat dan tetap berada di sisimu juga bisa merawat bayi kita" kataku sendiri
__ADS_1
"Kamu pasti selamat, kita berjuang bersama ya, aku bakal temenin kamu sampai dedek lahir yank"
Dokter dan perawat yang melihat keromantisan kami dibuat terharu. Mereka juga memberikan Reno duduk agar nyaman berada disampingku.