
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang itu aku dan Reno pergi kecafe punya Reno untuk mengecek kerjaan. Sambil melihat kedepan kudengarkan suara penyanyi cafe yang sedang manggung. Reno menyuruhku menunggunya disini karena dia sedang ada tamu. Jadi alhasil disini deh aku terdampar. Rasa kantuk kembali menyerangku, sesekali diiringi dengan aku yang menguap daritadi.
Tiba terlintas dalam benakku untuk menyumbangkan suara emasku diatas panggung.
Aku mulai mendekati panggung dan mulai menbisikkan sesuatu pada pemain musik dan pembawa acaranya.
Setelah mereka diskusi dan setuju. Mereka mempersilahkanku naik keatas panggung. Sambil duduk menghadap kedepan dan memegang microfone. Kudengar musik mulai mengalun.
Jauh dilubuk dihatiku
Masih terukir namamu
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihku
Tak bisa kutahan laju angin
Untuk semua kenangan yang berlalu
Hembuskan sepi
Merobek hati
Meski raga ini tak lagi milikmu
Namun didasar hatiku sungguh engkau rindu
Ntah sampai kapan
Kutahan kan rasa cinta ini
Jauh dilubuk hatiku
Terukir namamu
__ADS_1
Jauh didasar jiwaku
Engkau masih kekasihkuuu
Andai saja waktu bisa terulang kembali
Akan kuserahkan hidupku ini disisimu
Namun kutahu itu takkan mungkin terjadi
Rasa ini menyiksaku
Sungguh-sungguh menyiksaku
By:NAFF
Kuteteskam air mataku saat mengenang kak Reza. Lagu ini kupersembahkan hanya untuk dia. Semoga dia selalu bahagia disana.
Setelah lagu ini, aku ingin menyanyikan satu lagu lagi. Dan diperbolehkan oleh hostnya.
Tak pernah terpikir olehku
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri
Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit kurasakan
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri
Dibawah batu nisan kini kau tlah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam
Sungguh ku tak sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta
Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh airmataku menangis pilu
__ADS_1
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih
Satu jam saja ku tlah bisa
Cintai kamuuu dihatiku
Namun bagiku melupakanmu
Butuh waktuku seumur hidup
ohhh wow... wow
By:ST 12
Kunyanyikan lagu ini dengan derai air mata. Dan setelah nada musik sudah berhenti kudengar tepuk tangan dari para pendengar yang ikut terharu dan menghayati lagu yang kubawakan.
Hingga tanpa sadar, seseorang memelukku erat dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Reno.
Dia menghapus sisa air mataku. Dia juga menuntunku untuk turun dari panggung kecil itu. Rasanya sesak didadaku menghilang dan suasana hatiku berangsur membaik.
Dia merangkul bahuku dan mengajakku berbicara di ruangannya.
"Ada yang mau kamu jelasin honey? " tanyanya
"Apa maksut kamu? " tanyaku balik
"Kenapa kamu tiba-tiba menyanyikan lagu sedih dan bikin baper semua pelanggan ku" setidaknya
Akupun menceritakan dari awal aku bertemu dengan kak reza dan juga saat akhirnya takdir memisahkan kita berdua.
Reno ikut menangis mendengarku bercerita. Sesekali dia memelukku memberikan semangat padaku. Aku tak ingin dia berpikir buruk tentangku. Jadi kuceritakan semua tanpa ada yang ditutupi darinya termasuk kepergian kak Reza.
Setelah acara tangisan tadi berlalu Reno mengajakku pulang karena,sudah waktunya makan siang. Dan kita harus segera sampai dirumah sebelum ibu negara merajuk.
Sesampainya dirumah kami makan siang bersama
__ADS_1
dengan ayah dan ibu Reno. Perut yang lapar karena efek menangis tadi membuatku sangat senang makan tanpa kusadari nasi dan lauk ku sedah bersih tanpa sisa.
Sebenarnya ibu Reno sudah menyuruh untuk menambah makanannya lagi. Tapi aku menggelengkan kepalaku. Aku hanya malu masak badan kecil makanya versi tukang kuli.