
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini awal aku masuk kelas 2 SMA. Dan sudah 6 bulan berlalu kepergian kak Reza. Nanti siang sepulang sekolah aku mau mengunjungi makam kak Reza. Aku juga sudah ijin mas Hari. Iya sekarang aku wajib manggil dia mas. Itu juga permintaan dia . Dan bersifat wajib menurutnya.
Hubunganku dengan mas Hari juga berjalan dengan baik. Dia sangat sabar menghadapi ku yang cerewet, bandel juga agak manja. Tapi dia seneng kalo aku bergantung sama dia.
Setiap minggu juga dia selalu ajak jalan buat shoping ato sekedar membeli keperluan sekolahku dan keperluan pribadiku. Terkadang aku merasa kay morotin dia, tapi dia merasa bahagia katanya kalo aku mau minta sesuatu sana dia.
Hubungan kita bisa dibilang udah kaya suami istri. Si suami memberikan hak istri, cuma bedanya kita gak tinggal serumah juga gak tidur bareng gitu aja. Mas hari juga menjagaku dengan baik.
Setiap pagi dia selalu menyempatkan diri mrngantarku sekolah. Dan kalo siang pas jam istirahat dia selalu telfon mengingatkanku untuk makan.
Karena posisi dia yang selalu kerja pulang sore. Jadi waktu kencan kita ya kalo hari libur. Itupun kalo dia gak lembur. Tapi setiap pagi dan malam pulang kerja terkadang kalo tidak capek dia menghampiriku ditoko. Dan mengantarku pulang.
Perhatian seperti inilah yang membuat hubungan kami semakin harmonis. Aku maupun dia tidak terlalu banyak menuntut dan saling menghargai masing-masing kegiatan kami.
Kedua keluarga juga sudah merestui hubungan kami.
Kedua orang tuaku sangat menyukainya karena dia tipikal memiliki pemikiran yang dewasa. Yang bisa membimbingku lebih dewasa dalam bersikap.
Sedang kedua orang tua Mas hati sendiri juga sangat menyayangiku layaknya putri mereka sendiri. Terlebih kakak-kakak mas Hari juga welcome saja denganku. Mereka ikut mendukung hubungsnku ini.
__ADS_1
Tak jarang mereka meledek mas Hari karena pacaran dengan anak SMA. Awalnya mereka kaget mendengar kalo aku masih SMA. Mereka berpikir aku sudah bekerja. Yah maklum body dan postur tubuhku yang seperti bukan snk SMA yang sering kali membuat orang salah sangka.
Tapi aku bangga meskipun begitu. Aku juga sudah mengenalkan mas Hari pada kedua orang tua kak Reza. Tak jarang aku juga mengajaknya berkunjung ke peristirahatan terakhir kak Reza.
Aku berusaha terbuka padanya agar dia tau masa lalumu. Begitupun denganya. Dia juga bilang bahwa dia tidak pernah pacaran dan tidak punya mantan.
Sedikit lega berarti gak bakalan ada cewek yang ngaku-ngaku jadi mantan pacar dia.
Saat ini Disekolah,
"Cha hari ini penentuan kelas seni yah? " tanyaku
"Iya an, kamu pilih seni apa, Riska katanya pilih seni drama, kalo aku sendiri pilih seni rupa" jawab Echa
"Aku mungkin pilih seni tari aja"" mau pilih drama hidupku udah kebanyakan drama, pilih rupa juga aku gak bisa mahat. Gak ada bakat disana. "kataku.
" Ya udahlah pilih apapun penting kita kompak"sahut Riska
"Ngomong-ngomong ntar siang kamu jadi buat ketempat kak Reza? " tanya Enjie
"Jadi kok, aku juga udah izin ma mas Hari" jawabku
__ADS_1
"Cie.... izin pak misua ni yah? " ledek Riska
"Apa sih ris, biasanya juga gitu kan kalo mau ke mana-mana bilang dulu sama dia, kalo nggak bakal cemburu gak jelas tuh orang" jelasku.
"Iya -iya kita juga tau. susah juga yah pacaran ma orang dewasa, cemburu mulu. " canda Echa
"Kamu sendiri gimana sama Eko? " tanyaku pada Echa
"Baiklah, orang tiap hari ketemu, secara kelas kita kan hadap-hadapan. " jawab Echa.
"Alhamdulilah kalo begitu" syukurku.
"Yang gak beres tuh sih Riska, udah punya cowok masih aja jelalatan ma cowok ganteng diluar sana" celutuk Enjie.
"Ih kenapa situ yang sewot bu, orang cowoknya mau-mau aja diajak kok" bela Riska.
"Ya namanya cowok ya kaya kucing dikasih makan ikan asin ya mau-mau aja. Kamu aja yang bego mau-mau aja diajak jalan udah tau punya cowok. Ntar kalo ketahuan baru kapok deh" gerutu Enjie.
"Udah, kenapa pada berantem sih " leraiku.
"Iya, mending kita sekarang belajar, nanti kan ada ulangan sejarah" potong Echa.
__ADS_1
Teng.... teng...... teng....
Bel pulang berbunyi nyaring untuk mengakhiri kegiatan di sekolah siang ini.