
"Huhh, kenapa aku harus berlatih bela diri, Ayah?" keluh Hua Fei yang sedang memegang pedang kayu. Ia harus berhadapan dengan ayahnya yang telah memaksanya berlatih pedang.
"Ayolah! Kamu harus berlatih agar menjadi pendekar wanita yang hebat! Mungkin ayah tidak bisa menemanimu mencari calon suami. Jadi, selama ayah masih ada di sisimu, kamu harus belajar yang giat!" Hua Cheng mengayunkan pedangnya untuk menyerang putrinya.
Pertahanan Hua Fei masih bisa dijaga dengan ketat. Gadis mungil itu menangkis serangan yang datang ke arahnya dengan gesit. Kemudian ia balik membalas serangan pedangnya. Pelatihan yang dilakukan oleh Hua Cheng memang bersifat memaksa. Ini dilakukan olehnya karena ia khawatir jika sang putri tidak bisa melakukan pembelaan diri. Selain itu, mereka merupakan keturunan keluarga pendekar hebat.
Diketahui Hua Cheng merupakan seorang pendekar tingkat tinggi dengan tingkat kultivasi berada di ranah Bumi Abadi. Yang memungkinkannya memiliki umur lebih panjang dari manusia normal dan memiliki banyak keistimewaan lainnya.
Walaupun sebenarnya ia pernah berada di ranah yang lebih tinggi sebelumnya. Hampir saja ia mencapai Abadi Surgawi. Kesalahan masa lalu, mengharuskan dirinya mengalami kemunduran kultivasi. Sampai imbas di rambutnya yang memutih karena kehilangan banyak energi qi dalam tubuhnya secara signifikan.
"Hyaaa! Huuhh ... hyaaa!" Hua Fei menyerang ayahnya dengan cepat karena ingin segera menyelesaikan latihan. Ia bisa membuat gerakan memutar sambil mengayunkan pedang dengan lincah gemulai. Menusuk tajam ke arah sang ayah yang mengajarinya teknik itu.
"Hebat! Hebat! Kau sudah menguasai gerakan pertama dari Tarian Burung Feniks. Selanjutnya, kau bisa mempelajari gerakan ke dua." Hua Cheng menangkis serangan dari putrinya dengan cepat.
__ADS_1
Gerakan demi gerakan mereka lakukan dalam pelatihan. Tak jarang mereka menggunakan beberapa teknik menusuk dan menangkis. Ada juga gerakan yang tiba-tiba dilakukan oleh Hua Fei. Karena gerakannya yang indah, lebih mirip sebagai tarian daripada gerakan bela diri. Namun efek yang diberikan akan menimbulkan luka yang berarti bagi lawan. Tidak akan menyangka, Tarian Burung Feniks yang dikuasai oleh keluarga pendekar itu diwariskan turun temurun dari pihak orang tua dari ibunya Hua Fei.
"Bagus, A'Fei. Ini adalah teknik yang hanya diajarkan kepada keturunan dari ibumu. Kebetulan ayah mempelajari beberapa gerakan. Jika kau ingin yang lebih banyak, ayah tidak bisa melakukan pelatihan untukmu. Karena ini hanya cocok digunakan oleh seorang perempuan. Gerakan ini paling cocok jika pendekar pedang menggunakan pedang Zhu Jian."
Saat ini mereka berlatih menggunakan pedang yang terbuat dari bambu. Membuat tebasan tidak akan membuat Hua Fei terluka. Sebagai seorang pria yang mengalami hidup dan mati, mengalami banyak kehilangan, termasuk kehilangan sang istri. Ia tidak ingin kehilangan anak perempuannya. Maka dari itu, setidaknya ia harus memastikan bahwa Hua Fei aman saat ia tidak ada di sampingnya.
Bertahun-tahun Hua Fei berlatih dengan sang ayah. Sampai ia berumur belasan tahun, ia sudah menjadi seorang kultivator yang hebat. Ia bahkan sudah menguasai berbagai jurus dari berbagai perguruan silat dan banyaknya sekte yang mengajarkan teknik bela diri. Meskipun gadis itu tidak tertarik dengan pertarungan, ia hanya ingin bertemu dengan ibunya. Dan Hua Cheng mengatakan jika ingin bertemu dengan sang ibu, ia harus menguasai berbagai teknik pedang dan harus menjadi seorang kultivator hebat.
***
Hari ini Hua Fei berada di tempat yang berbeda. Di sebuah bukit yang terkenal dengan beberapa hewan mistis dan beberapa siluman dan iblis, merupakan tempat latihan yang cocok bagi gadis itu. Dengan bimbingan orang tua yang menjadi gurunya, tidak akan terlalu khawatir untuk itu. Selain itu, dengan melawan siluman dan makhluk-makhluk mistis di bukit bambu yang mengelilingi tempat tinggal mereka, akan menjadikan sebuah pengalaman dalam menghadapi dunia yang kejam.
"Di sini adalah tempat yang terbaik untuk berlatih. Kurasa dengan kultivasimu dan ilmu yang ayah ajarkan padamu, siluman-siluman lemah ini tidak akan membuatmu terluka parah." Hua Cheng melihat putrinya yang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang berparas cantik. Mengingatkan pada sang istri yang juga memiliki kecantikan yang tiada duanya.
__ADS_1
Di tempat itu memiliki aura kegelapan yang sangat pekat. Ada beberapa makhluk berbagai jenis. Ada yang menyerupai kera besar memiliki tanduk. Ada juga beberapa burung yang bertanduk dan cakar yang panjang. Melihat beberapa dari mereka yang menyerang, Hua Fei menggunakan pedang Zhuzi/ Zhu Jian di tangannya.
"Kau bisa menghadapi monyet besar itu, bukan?" Hua Cheng hanya melihat saja, apa yang dilakukan oleh putrinya yang memulai menyerang balik. Sementara dirinya juga menyerang para para siluman yang mendekat ke arahnya.
Pertarungan melawan siluman kera yang berjumlah puluhan, membuat keduanya kewalahan. Apalagi mereka memiliki keahlian dalam menggunakan pedang dan memiliki berbagai jurus yang berasal dari beberapa sekte.
"Lihatlah mereka, A'Fei! Mereka menggunakan berbagai jurus dari berbagai perguruan dan sekte. Apakah kau masih mengingat apa yang sudah ayah ajarkan? Bagaimana mengatasi mereka, seharusnya kau bisa melakukannya dengan baik." Tanpa ambil pusing, pria itu melompat ke atas dengan qinggong yang terasa dengan baik. Ia bisa berlari di atas daun dan ranting rapuh tanpa terjatuh.
"Kenapa ayah pergi?" Hua Fei kesal atas kepergian ayahnya yang sudah berada di atas. Ia kewalahan dan semakin emosi karena harus menghadapi serangan dari berbagai arah. Ini adalah pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan musuh di usianya yang menginjak enam belas tahun.
Setiap serangan yang dilancarkan gadis muda itu seperti sebuah tarian. Menggunakan jurus Tarian Feniks Api, membuat wilayah di sekitarnya menjadi panas. Hua Fei baru saja berada di ranah Magis dan memiliki elemen api di pedangnya. Selain api, ia juga bisa membekukan kaki atau tangan lawan dengan terbatas.
Bagi anak berusia enam belas tahun, merupakan sebuah prestasi besar yang dimiliki oleh Hua Fei. Apalagi dengan latihan yang tiada henti, dengan guru yang merupakan ayah kandungnya sendiri. Tumbuh menjadi seorang kultivator termuda yang pernah ada, dengan tingkat berada di Ranah Magis, merupakan suatu yang sangat langka.
__ADS_1
"Bagus, A'Fei. Kau tumbuh menjadi gadis hebat seperti ibumu. Kelak kau akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan kuharap bisa menemukan pria yang baik untuk melindungimu dari kejamnya dunia persilatan." Hua Cheng menyaksikan pertarungan anak perempuannya dengan tetap memasang kewaspadaan. Karena di tempat itu, masih banyak makhluk yang lebih kuat dari kera bertanduk.
***