Perjalanan Menuju Keabadian

Perjalanan Menuju Keabadian
Penjelasan Xiao Wu Min


__ADS_3

"Hemm, kelihatannya ayam hutan itu enak. Tidak akan ku biarkan lolos begitu saja." Bai Yuwen menggunakan beberapa batu kecil di tangannya. Ia melempar sekali ke arah ayam yang sedang mencari makan.


Sudah beberapa kali ia mencoba melemparkan batu-batu ke arah ayam hutan. Namun ia belum mendapat satupun. Kali ini ia mencoba untuk yang ke sekian kalinya. Alangkah senang hatinya ketika melihat ayam itu terkena batu di kakinya. Membuat ayam itu tidak bisa berlari. Langsung saja Bai Yuwen berlari dan menangkap ayam hutan itu.


"Ah, akhirnya dapat satu. Tapi ini masih terlalu sedikit. Kak Rouyao pasti lapar juga." Teringat kakaknya yang bertindak berbeda dari sebelumnya. Bai Yuwen hanya bisa bersedih karena berpikir, sifat sang kakak berubah karena kejadian tiga hari lalu.


Untuk mengisi perutnya saja ia mengalami kesulitan. Selama ini ia tidak pernah hidup seperti sekarang. Makan selalu terjamin karena keluarga besarnya selalu hidup dengan layak dan lebih dari itu. Setelah mendapat satu ayam hutan, ia masih harus mencari makanan lagi. Ditemukannya sebuah pohon yang berbuah. Ia terlebih dahulu membunuh ayam lalu menaruhnya di dahan pohon kecil.


Tidak banyak yang ia dapat hari ini. Yang penting bisa mengganjal perutnya. Segera ia kembali ke tempat di mana Xiao Wu Min berada. Dimana Xiao Wu Min sedang menikmati buah-buahan segar yang ia dapat. Karena terlalu lama menunggu, ia tidak sabar dan mencari makanan sendiri. Melihat wanita yang ia anggap kakaknya sudah mendapat banyak makanan, membuat kaki Bai Yuwen lemas. Tidak menyangka, ia kalah telak dalam mencari makanan.


"Dasar anak bodoh. Mencari makanan saja lama sekali. Bisa mati aku kalau menunggumu kembali." Xiao Wu Min menggelengkan kepalanya. Duduk di atas batu dengan posisi bersandar di pohon.


"Kamu kenapa berbeda dengan biasanya?" Bai Yuwen memakan buahnya sendiri. "Kalau begitu, kita makan terlebih dahulu. Kita akan kembali ke rumah setelah ini."

__ADS_1


"Kembali? Ke mana? Kurasa tidak ada lagi tempatmu kembali. Yang ada, kau harus membalaskan dendammu pada orang-orang yang membunuh keluargamu. Sekarang kau hanya sebatang kara, tidak ada keluarga lagi."


"Tidak! Aku masih memilikimu, Kak. Kau satu-satunya keluargaku sekarang. Aku akan menjagamu setelah ini. Sudah cukup dengan ini semua. Aku tidak ingin membalaskan dendamku."


Walaupun sangat kesal dan membenci mereka yang membantai keluarganya, ia tidak ingin kehilangan satu-satunya keluarga yang tersisa. Lagipula ia merasa tidak akan bisa menang melawan mereka yang memiliki tidak masuk akal.


Hanya saja Xiao Wu Min tidak setuju dengan pendapat Bai Yuwen. Rasanya ia ingin membunuh orang-orang itu. Ia sudah banyak membunuh manusia dalam bentuk roh Seruling Kematian. Dalam bentuk manusia, ia merasa lebih leluasa lagi. Karena ia tidak perlu menunggu Seruling Kematian ditiup oleh pemiliknya. Apalagi ia dapat meningkatkan kekuatannya lagi setelah berada dalam tubuh manusia.


"Terserah kamu saja. Kalau ingin kembali ke rumah yang sudah menjadi abu, silahkan saja. Tapi jangan sampai menangis di sana. Karena sudah pasti tidak ada yang kau temukan di sana. Kurasa kita sudah tidur beberapa hari." Xiao Wu Min berdiri dan mengambil ayam yang berada di tangan Bai Yuwen.


Walaupun tidak peduli dengan kematian orang-orang di kediaman jenderal Bai, tidak mengurungkan niatnya untuk membunuh. Ia berpikir, balas dendam adalah alasan untuk membunuh. Namun tidak peduli apapun yang dikatakan, pemuda itu tidak akan percaya padanya. Xiao Wu Min akan tetap dianggap Bai Rouyao, bagaimanapun juga.


"Coba sini! Ulurkan tanganmu," pinta Xiao Wu Min pada Bai Yuwen. Ia memeriksa pergelangan tangan calon muridnya itu untuk memeriksa tubuhnya.

__ADS_1


"Nih, mau buat apaan? Kau ini kenapa aneh seperti ini?" Bai Yuwen mengulurkan tangannya dan merasakan ada sensasi panas ketika tangan wanita itu menangkap pergelangan tangannya. "Hei, apa yang terjadi?" Ia kaget karena sensasi panas itu mengalir ke seluruh tubuhnya. Meskipun tidak terlalu panas tapi cukup mengejutkan.


"Aku hanya ingin memeriksa meridiammu. Juga memeriksa akar spiritualmu. Ternyata kau tidak memiliki cukup energi qi untuk berkultivasi. Tapi untungnya pondasimu cukup bagus. Hanya saja perlu adanya peningkatan." Setelah memeriksa, Xiao Wu Min mengatakam itu untuk memberitahu keadaan calon muridnya.


"Kamu bicara apaan, sih? Tanpa kamu beritahu juga, aku memang bukan seorang kultivator. Di tempat kita, tidak ada yang berkultivasi dengan energi qi. Yang ada dengan memperkuat tubuh saja. Hahaha! Ayah kita adalah orang terkuat di kota ini, bukan? Dia juga tidak mengandalkan qi untuk bertarung. Tapi menggunakan kekuatannya yang luar biasa."


Saat mengatakan tentang ayahnya, membuat Bai Yuwen mengingat kembali, bagaimana sang ayah terkena racun. Meski saat itu tidak terlalu membahayakan nyawanya, tubuh kuat itu menjadi lebih lemah karena efek racun. Bai Yuwen pun merasakan tubuhnya yang sangat lemah pada saat itu. Ia yakin kalau dirinya juga diracuni. Namun ia tidak merasakan keracunan lagi. Kemudian pemuda itu melihat wanita yang ia masih anggap sebagai kakak perempuannya. Ia merasa sang kakak yang telah mengeluarkan racunnya.


Melihat Bai Yuwen yang menatapnya dengan menyelidik, membuat Xiao Wu Min memicingkan matanya sembari berkata, "Ada yang salah denganmu. Tunggu! Kenapa kamu menatapku seperti itu? Bukankah kamu tahu, aku bukanlah kakakmu dalam arti yang sebenarnya. Meskipun raga ini milik kakakmu. Tapi kakak perempuanmu telah mati dan tidak mungkin kembali."


"Apa yang kamu katakan, Kak? Sudah kubilang sebelumnya, aku ini adalah adikmu. Jangan kamu pendam semuanya sendiri. Dan juga, bagaimana caranya kamu membawaku ke sini dan bagaimana ceritanya aku tidak keracunan lagi?"


Melihat wajah serius Bai Yuwen, Xiao Wu Min menghela nafasnya. Ia menjelaskan, "Ketahuilah wahai bocah bodoh! Sekali lagi, aku bukanlah kakakmu. Aku adalah roh dari Seruling Kematian ini." Muncul seruling di telapak tangannya. Lalu ia meneruskan, "Ini adalah seruling Kematian, kata orang-orang. Juga disebut sebagai seruling terkutuk bagi sebagian orang. Dan kamu pemilik seruling berikutnya. Maka secara otomatis kamu menjadi pendekar pencabut nyawa. Dengan bimbingan dariku, kau akan melebihi si kakek tua Kun Jiasen itu. Dan soal racun dalam tubuhmu, aku tidak mengeluarkan sepenuhnya. Kau punya waktu satu minggu untuk mendetoksifikasi racun di tubuhmu. Kita harus menemukan obat yang tepat untuk jenis racun di tubuhmu."

__ADS_1


Penjelasan Xiao Wu Min membuat Bai Yuwen bingung. Ia tidak tahu harus percaya ucapan wanita di depannya atau tidak. Tapi ia berpikir, hanya dirinya saja yang tahu tentang seruling dan kakek tua tersebut. Juga keahlian Bai Rouyao tidak mungkin seperti wanita di sebelahnya. Juga sifat mereka yang saling bertolak belakang.


***


__ADS_2