Perjalanan Menuju Keabadian

Perjalanan Menuju Keabadian
Siluman Ular Kalajengking


__ADS_3

"Se-sebenarnya kau siapa? Kau bukan kakakku Rouyao? Di mana kakakku?" Meski ia tidak ingin percaya, Bai Yuwen terus berpikir lebih jelas. Karena wanita di depannya memang tidak seperti sang kakak yang selama ini dikenalnya.


"Baru sadar kah, hah? Kan sudah ku katakan, namaku adalah Xiao Wu Min! Aku adalah roh dari Seruling Kematian ini! Dan kamu sudah terikat kontrak seumur hidup dengan benda pusaka ini. Secara otomatis, kamu sudah terhubung denganku."


"Yang kutanya, di mana kakakku! Kenapa kamu mengambil alih tubuhnya? Kamu yang mengambil tubuh kakakku, kan?" Bai Yuwen mengingat kejadian sebelumnya, saat Bai Rouyao terkena tusukan oleh pembunuh yang datang ke kediamannya.


"Dasar plin-plan!" Xiao Wu Min menjitak kepala Bai Yuwen, lalu melanjutkan, "Apakah kamu bodoh? Tadi kamu tanya siapa aku? Bukan di mana kakakmu. Biar ku katakan sekali lagi, aku adalah Xiao Wu Min. Aku adalah roh dari Seruling Kematian yang kau dapatkan dari pemilik sebelumnya, Kun Jiasen! Paham?"


Nama Kun Jiasen sangat populer di dunia persilatan. Ia dianggap sebagai pendekar pencabut nyawa. Dimana selalu meneror nyawa manusia dengan kejahatan yang dilakukannya. Setiap kemunculannya, akan terdengar suara keras dari langit yang menghitam. Badai petir disertai asap hitam mengguncang bumi. Seluruh manusia dibumihanguskan dengan satu tiupan seruling.


Mendengar nama Kun Jiasen, akan membuat orang bergetar dan ketakutan. Namun sudah beberapa tahun tidak terdengar nama itu disebut. Bahkan tidak ada yang melihatnya selama puluhan tahun. Membuat dunia persilatan dianggap aman. Namun tidak ada yang mengira, seruling itu kini sudah berganti pemilik dan warisan untuk sebutan Pendekar Pencabut Nyawa, kini berada di tangan seorang pemuda yang tidak tahu menahu.


"Bagaimana? Bukankah bukan hanya sekali dua kali, kamu mendengar nama itu? Sekarang nama itu sudah tidak ada lagi. Namun sebutan untuk Pendekar Pencabut Nyawa, kini sudah diwariskan kepadamu. Untung saja tidak akan seperti sebelumnya, kini pemilik seruling ada yang akan membantumu menjadi lebih kuat. Kamu bisa membalaskan dendammu pada orang-orang yang telah membunuh keluargamu."

__ADS_1


Karena sudah mendengar nama yang sangat familiar itu, masih tidak menyangka tentang kebenarannya. Dan semakin jelas apa yang telah terjadi di kehidupan pemuda itu. Seruling itulah penyebab bencana yang sesungguhnya. Karena ia tahu, pemilik seruling itu akan terkutuk seumur hidup. Ia akan mewarisi kejahatan di atas dunia fana. Akan terus menjatuhkan banyak korban jiwa.


"Hemm, sepertinya kamu tidak perlu penjelasan lagi. Sudah pasti kau mengerti semuanya tanpa harus kukatakan. Tapi kurasakan ada sebuah energi besar di sekitaran hutan ini. Inilah kesempatan bagimu untuk menjadi lebih kuat. Karena apa? Karena aku sudah menemukan sesuatu untuk membuatmu memiliki dasar yang baik."


Bai Yuwen melirik ke arah Xiao Wu Min yang tersenyum lebar. Itu sama seperti senyuman sang kakak yang sedang merasa senang. Namun ia harus menerima kenyataan, kakaknya tidak mungkin hidup lagi. Mustahil baginya bertemu dengan kakaknya yang selalu ada untuknya. Walaupun Bai Yuwen sendiri yang bertingkah menjadi anak nakal di hadapannya. Namun kasih sayang sebagai saudara, ia memiliki semuanya. Ia akan tetap menganggap Xiao Wu Min sebagai kakaknya sekarang. Walaupun ia belum tahu seperti apa sifat dari roh Seruling Kematian.


Xiao Wu Min mengandeng tangan Bai Yuwen dan melesat dengan cepat ke atas dahan. Berlanjut dari pohon satu ke pohon yang lainnya. Tujuan wanita itu adalah menemukan sesuatu yang dapat digunakan oleh Bai Yuwen guna membuat kekuatannya lebih besar. Tentu saja tujuan utamanya adalah sebuah tanaman langka yang dijaga oleh siluman ratusan tahun. Siluman yang berada di sebuah goa yang terisolasi dari dunia luar. Nyatanya telah berkultivasi hingga ratusan tahun.


"Bagaimana aku mengambilnya? Ada siluman di sana, bukan? Mengapa kau mengajakku ke sini? Tidakkkah kita kembali ke rumah saja? Ini sangat berbahaya." Sebenarnya Bai Yuwen tidak begitu takut melihat siluman yang bahkan berukuran sangat besar itu.


"Ssstt ... jangan berisik di sini. Oh iya, kau jangan langsung pegang bunga lidah api itu dengan tanganmu. Pakailah bajumu untuk mengambil bunga itu. Karena jika bunga itu kena kulit, maka kulitmu akan terbakar. Aku akan hadapi siluman kecil itu."


Meski ukuran ular kalajengking ukurannya sebesar dua gajah dan sangat panjang, tetap dianggap siluman kecil oleh wanita itu. Siluman itu memiliki capit dan kaki. Di mulutnya memiliki taring yang sangat tajam. Sementara ekornya yang sangat panjang dan memiliki bisa di ujungnya. Itu adalah senjata pertahanan yang sangat mematikan. Terkena capitnya, bisa terpotong. Terkena taringnya, dapat menembus tubuh dan terkena racun. Juga ekornya yang memiliki sengatan mematikan. Membuat siapapun yang terkena sengatan ekornya, akan mengalami kehidupan yang sangat menyiksa. Bahkan lebih baik mati daripada hidup seperti neraka.

__ADS_1


Tanpa ragu, Xiao Wu Min keluar dari persembunyian. Ia mengeluarkan sebuah ring besar. Memiliki gerigi tajam sambil mendekat dengan perlahan. Namun siapa sangka, siluman itu mengetahui keberadaan makhluk lain yang datang. Pandangan siluman ular kalajengking itu sangat tajam. Dengan mata yang berjumlah enam buah itu bersinar terang. Bersiap untuk menyerang siapa saja yang datang.


"Hei, aku datang ke sini bukan untuk kamu pelototi. Tapi untuk mengambil nyawa dan kultivssimu. Sayang sekali, kau hanya siluman rendahan yang kurang berguna untuk kultivasiku. Tapi lumayan sebagai makanan pertamaku." Xiao Wu Min berkata dengan santai dan mengejek. Ia bersiap untuk mulai serangan pertamanya.


Siluman ular kalajengking maju menyerang. Dengan menyemburkan racun dari mulutnya, mencoba menerkam dengan capitnya yang mampu memotong batu besar di depannya. Sehingga batu itu terbelah dan hancur. Melihat itu, membuah Bai Yuwen gentar. Ia pernah melihat ayahnya yang meninju batu sebesar itu dan hancur. Namun ia belum pernah melakukan itu. Dan itu mustahil baginya untuk menghadapi siluman tersebut.


"Dasar manusia busuk! Beraninya mengganggu kultivasiku! Matilah kau!" teriak siluman ular kalajengking dengan murka. Ia menggerakkan ekornya untuk menyerang Xiao Wu Min.


Bukan hanya menghindari serangan, Xiao Wu Min juga melemparkan senjatanya yang tajam itu. Hal itu membuat salah satu kaki siluman itu terpotong. Xiao Wu Min melompat dan kembali melemparkan senjatanya dengan akurat. Kali ini siluman ular kalajengking itu bisa menghindar. Namun wanita itu belum selesai begitu saja. Karena dari tangannya keluar senjata lainnya.


"Huahhh! Matilah kau manusia terkutuk sialan!" murka sang siluman tanpa melihat benda tajam mengarah padanya. Serangannya terfokus hanya ingin mengenai tubuh Xiao Wu Min. Dengan menyemburkan racun dari mulutnya ke arah wanita itu.


***

__ADS_1


__ADS_2