
"Ahh, bagaimana kamu bisa melakukan ini? Kamu tidak bisa mengalahkan binatang besar itu? Kalau tidak bisa, tidak pantas menjadi muridku." Xiao Wu Min berkata sambil makan kuaci dari atas pohon.
"Jujur aku kasihan dengan pemuda itu. Mengapa sebagai gurunya, dia begitu kejam pada murid sendiri? Aku tahu ini demi kebaikannya. Tapi, ah ...."
Bai Ling Zhi hanya bisa menatap Xiao Wu Min yang seakan tidak peduli dengan keselamatan Bai Yuwen. Meskipun ia tahu, demi peningkatan, pemuda itu harus tetap berlatih. Latihan dengan hewan-hewan buas yang lebih kuat.
"Tombak Musim Semi! Tebasan Ombak Tirani!" Bai Yuwen memukul hewan besar dengan sangat keras.
Seekor gajah berukuran tiga kali lipat dari biasanya. Memiliki gading yang sangat panjang dan konon merupakan bahan senjata yang sangat kuat. Makhluk itu disebut dengan gajah gading besi.
Meskipun disebut dengan gajah gading besi, gading tersebut tidak akan berkarat jika dibuat menjadi senjata dan sejenisnya. Untuk membuat pedang atau mata tombak, itu sangat berharga dan dapat dikategorikan sebagai senjata buatan yang bisa bertambah kuat lagi. Apabila menemukan beberapa tanaman langka yang berguna. Maka bisa membuatnya lebih tajam atau memiliki kekuatan mistis sendiri.
"Itu hanya hewan buas biasa. Bukan hewan mistis atau semacamnya. Karena tidak memiliki mustika. Namun memiliki gading yang sangat keras. Cocok untuk dibuat senjata kelas atas." Xiao Wu Min masih bersantai karena merasa hewan itu tidak bisa mengalahkan Bai Yuwen.
Nyatanya gajah gading besi tidak mudah dikalahkan. Tombak Musim Semi di tangan Bai Yuwen tidak terlalu berguna karena setiap serangannya selalu ditepis atau dihempaskan oleh belalainya yang kuat.
Jika dibandingkan dengan siluman atau binatang iblis, gajah tersebut tidak memiliki kekuatan mistis. Sehingga hanya mengandalkan tubuh kerasnya. Kulitnya sendiri bagaikan batu karang yang cukup keras.
Saat gajah terkena tombak Bai Yuwen, ia tidak langsung tumbang. Malahan masih bisa bergerak dengan gesit. Menyerang dengan segenap tubuhnya.
"Ahh, kenapa gajah ini sangat kuat? Apakah aku tidak bisa mengalahkannya?" Bai Yuwen menatap gajah itu dengan pandangan buram.
Baru bangun tidur dan tiba-tiba ada hewan tidak diundang. Dan di sinilah saat ini, Bai Yuwen yang menghadapi gajah gading besi. Sementara kedua wanita di belakang, tidak ada yang mau terlibat pertarungan. Tentu saja mereka juga malas menghadapi makhluk yang lebih lemah dari mereka.
__ADS_1
Meskipun Bai Ling Zhi ataupun Xiao Wu Min dapat mengatasinya dengan cepat. Namun yang melawan adalah Bai Yuwen yang paling lemah di antara keduanya. Meski sudah mencapai Ranah Magis tahap empat, ia masih belum memaksimalkan kekuatannya. Ia masih belum dapat membuat serangan ajaib seperti kultivator lainnya.
Sementara tubuhnya yang sudah mencapai Tubuh Emas tahap delapan, sudah cukup kuat untuk menghadapi gajah itu jika mau. Raut kecewa ditampakan oleh Bai Ling Zhi karena melihat perkembangan Bai Yuwen tidak secepat seperti yang ia harapkan, setelah keluar dari dunia lain.
"Hei, seharusnya kamu dengan mudah mengalahkannya! Jangan membuat guru-gurumu malu!" teriak Xiao Wu Min.
"Berteriak saja tidak berguna. Kau sendiri yang membangukanku tiba-tiba. Aku baru tidur belum lama, masih merasa mengantuk," gerutu Bai Yuwen.
Meskipun ia sudah menggunakan berbagai jurus, tubuhnya belum terbiasa menggunakan kekuatannya saat masih belum siap. Namun perlahan kekuatannya bertambah seiring berjalannya waktu.
"Jangan banyak bicara! Di belakangmu!" teriak Xiao Wu Min. "Sial, kuaciku sudah habis!" Wanita itu pun melompat dan karena ada rasa malas, ia masuk ke dalam Seruling Kematian yang berada di pakaian Bai Yuwen.
Xiao Wu Min sendiri juga telah mengalami kelelahan setelah mengalahkan beberapa siluman. Namun saat ingin tidur, malah mendapatkan serangan tiba-tiba. Berbeda dengan Bai Ling Zhi yang tadinya ingin membantu namun dilarang oleh roh Seruling Kematian tersebut.
Bai Ling Zhi tetap mengawasi pertarungan Bai Yuwen. Jika nanti terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa, barulah bertindak. Sementara Bai Yuwen kembali memukul dengan jurus-jurusnya.
"Sial! Kedua wanita itu sangat tidak berguna! Tidak tahukah aku kelelahan dan mengantuk?" Bai Yuwen menggerutu sambil menghindari serangan.
Mundur untuk mengumpulkan energi qi dari alam. Lalu menjadikannya kekuatan yang disalurkan kepada Tombak Musim Semi. Dengan begitu, ia bisa membuat sebuah terobosan baru.
"Yah, itu baru yang dinamakan dengan Ranah Magis. Kau bisa melewati penghalangmu sendiri. Seperti yang aku ajarkan, fokuskan ke suatu titik di tubuhmu. Lalu salurkan melalui telapak tanganmu ke senjatamu. Iya, seperti itu."
"Tombak Musim Semi, Tebasan Pemecah Gunung." Bai Yuwen menebas dengan gajah di depannya. Tepatnya mengenai kepala.
__ADS_1
Akibat tebasan tersebut, membuat gajah gading besi tak bisa berkutik dan membuat tubuhnya berdarah. Kulit luarnya seperti karang yang pecah dan menembus kulit. Terjadi goresan dalam akibat energi yang besar menyelimuti Tombak Musim Semi.
"Hahaha! Ada-ada saja kau anak bodoh. Menamai jurus yang begitu panjang dan mengada-ada. Yang kau tebas itu seekor gajah. Tidak tebasan pemecah gunung juga," ucap Bai Ling Zhi terkekeh.
Meski awalnya khawatir, kini rasa khawatir berubah menjadi rasa kagum. Atas pencapaian muridnya yang sudah dianggap mampu mengendalikan energi qi dan menyatukan dengan Tombak Musim Semi.
Gajah Gading Besi masih bisa berdiri dan menyerang dengan belalainya. Akibatnya membuat Bai Yuwen terhempas ke belakang. Serangan tersebut membuat pemuda itu mengalami luka dalam. Meski tidak begitu parah.
Serangan kembali dilancarkan dengan jurus yang ia namai sendiri. Seperti yang ia rapalkan di awal. Beberapa kali Bai Yuwen menebas dengan kekuatan penuh. Hal itu membuatnya harus kembali mundur setelah kehabisan energi.
Setelah cukup menyerap energi qi, barulah dirinya menghajar habis-habisan. Meski dengan keterbatasan, menyerap energi sambil bertarung belum dikuasai sepenuhnya. Namun itu sudah cukup memberikan luka pada hewan besar tersebut.
"Sekarang lakukan yang harus dilakukan. Bunuh gajah gading besi itu! Kau harus cepat mendapatkan gadingnya karena ada banyak orang yang mendekat dengan kecepatan tinggi!"
"Ini masih sulit! Apakah kau tidak bisa membantuku, Guru?" protes Bai Yuwen karena selama bertarung, ia hanya diteriaki oleh Xiao Wu Min dan itu membuatnya kesal.
Juga karena Bai Ling Zhi yang tidak membantu meski tidak memiliki banyak waktu. Hingga pada akhirnya para pendekar telah semakin dekat. Namun gajah gading besi masih bertahan dengan sisa-sisa kekuatan yang dimiliki.
"Bai Yuwen, cepat masukan gajah itu ke dalam seruling! Kau bodoh sekali, kenapa tidak bisa berpikir, seruling ini adalah tempat penyimpanan terbaik. Kau bisa menyimpan apa saja tanpa ada batas!"
Xiao Wu Min berkata dari dalam seruling dengan santai. Ia merasa gajah itu sudah tidak berbahaya dan bisa diambil gadingnya segera. Wanita itu berharap bisa membuat mata tombak atau anak panah dari gajah gading besi
***
__ADS_1