
"Hahahaha! Akhirnya kau datang juga, Jenderal Bai. Katanya kau adalah orang yang hebat dan ditakuti di kota Guanping ini! Kami akan membuatmu mati mengenaskan, huahaha!" tawa mengejek dari seorang pendekar pria muda. Dengan tingkat kultivasinya, ia yakin akan membunuh Bai Chauzen.
"Kau hanya mainan bagi kami! Karena tidak bisa berkultivasi seperti kami. Dan tidak mungkin mengalahkan kami, Bai Chauzen!" gertak seorang pendekar wanita yang turut andil dalam misi pemberontakan.
Mereka hanya lima orang yang nekat membuat kekacauan di kota Guangping. Merasa ilmu yang didapatkan dari para master di sektenya, membuat mereka jumawa dan dengan keinginan menggebu, ingin membuktikan kekuatan. Tanpa diduga mereka telah membuat seorang yang paling ditakuti di kota Guangping itu turun tangan.
"Hanya kalian, manusia-manusia kurang ajar! Merasa di atas angin dengan ilmu rendahan yang kalian miliki. Lebih baik kalian pulang saja dan berlatih lebih keras lagi!" gertak Bai Chauzen.
Walau ia tidak dapat mengolah energi qi, ia sudah mengalahkan para kultivator yang lebih hebat sebelumnya. Maka tidak ada keraguan untuk melawan mereka. Ia hanya mengandalkan kekuatan fisik yang telah ditempa sedemikan rupa, sehingga memiliki fisik yang kuat dan tahan banting. Dengan serangan pedang dan senjata tajam, akan sulit untuk menembus kulitnya yang bagaikan besi.
Para prajurit melepaskan anak panah untuk mengetes kekuatan mereka. Di saat itu, Bai Chauzen akan menyimpulkan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara mengatasi kekuatan mereka. Dan benar saja, jenderal Bai dengan mudah mengetahui tingkat kekuatan lima orang yang tergolong baru. Ia maju dengan pedangnya setelah melihat para pendekar hitam telah menghentikan anak panah yang dilesatkan oleh para prajurit.
"Kau berani melawanku yang memiliki ilmu yang lebih tinggi darimu, hah? Bodoh sekali!" tantang salah seorang pendekar. Dengan sebilah pedang, membuat pertarungannya pertamanya, diyakini oleh diri sendiri akan menang dan membunuh jenderal di depannya.
"Kalau begitu, mari kita buktikan dengan satu melawan satu! Bagaimana mungkin anak ingusan sepertimu bisa melarikan diri dari hukuman mati!" Bai Chauzen tidak gentar dan siap untuk menyerang pendekar pria di depannya dengan pedangnya.
Mereka saling beradu jurus dan serangan. Bai Chauzen menghunus pedangnya yang dapat ditangkis dengan mudah oleh pendekar tersebut. Sebuah serangan dilapisi dengan energi qi, membuatnya memiliki daya hancur tinggi. Namun tidak menyurutkan niat sang jenderal yang sudah berada di depan mata.
__ADS_1
Saat tebasan pedang sang pendekar mengenai tubuh jenderal Bai, nyatanya tubuh kuat itu tidak bisa tertembus pedang itu. Malahan tidak terasa apapun bagi jendral kuat itu. Dengan memiliki tubuh besi, membuatnya tidak bisa tertebas pedang.
"Sialan! Kenapa ini bisa terjadi?" Setelah melihat apa yang terjadi di depan matanya, membuat pendekar hitam itu mundur. Ia melihat pedang yang tumpul setelah mengenai tubuh lawannya.
"Hahaha! Apakah kau pikir, tanpa kultivasi, manusia hanya menjadi sampah, hah? Salahkan saja kultivasi yang kau miliki terlalu rendah. Jika lebih hebat dua sampai tiga tingkat dari ini, mungkin bisa mengalahkanku. Harusnya kau tahu, siapa yang kalian tantang ini, hahaha!"
Bukan hanya fisiknya yang keras, Bai Chauzen memiliki kecepatan yang tidak biasa, yang dimiliki orang lain. Ia hanya melatih kekuatan fisik dengan berlatih dan bantuan obat-obatan herbal. Tentu saja tidak mudah untuk mendapatkan herbal yang sangat langka, menjadikannya sebagai orang yang paling ditakuti tanpa berlatih kultivasi dengan energi batin atau qi.
Sabetan pedang dengan cepat mengenai pendekar itu. Sedangkan empat lainnya telah menjauh dengan ilmu meringankan tubuh mereka. Ilmu meringankan tubuh para pendekar nyatanya tidak dapat menghindari serangan Bai Chauzen. Setelah menebas salah satu dari mereka, jenderal itu pun kembali menebas tubuh sang pendekar aliran hitam.
"Hanya bisa mengalahkan satu orang saja, sudah merasa hebat, hah? Bagaimana jika kau mati saja, hah? Rasakan ini!" imbuh pendekar lain yang melesat ke arah lawan utamanya. Ia menantang jenderal itu dengan rasa percaya diri tinggi. Karena ia juga berpikir kebetulan saja lawannya menang.
"Sayang sekali, Qinggong kalian sangat lemah. Meskipun begitu, kuakui kalian memiliki kekuatan yang hebat. Tapi maaf, aku tidak bisa menggunakan qinggong seperti kalian!" Meskipun tidak bisa mendekati mereka yang ada di atasnya, ia masih bisa mengalahkan mereka bertiga.
"Hahaha! Sayang sekali, kau tidak bisa mengalahkan kami, orang tua sialan!" umpat salah seorang pendekar dengan percaya diri tinggi. Ia menyabet daun di sekitar, dibuat senjata untuk menyerang jenderal yang berhasil mengalahkan dua rekannya itu.
Para prajurit menyiapkan panah dan menembaki mereka dengan serangan beruntun. Meski demikian, para pendekar hitam itu bisa menghindari serangan panah-panah yang mengarah pada mereka. Saat panah-panah itu hampir membuat ketiganya terbunuh, mereka akhirnya mengerti, tanpa kultivasi pun, mereka bisa saja mengalahkan kultivator hebat sekalipun. Meskipun kesempatan itu sangat langka dan memiliki presentasi kecil.
__ADS_1
"Kalian tidak bisa lolos dari kami! Dengan kemampuan rendah seperti ini, bagaimana mungkin bisa lolos?" Bai Chauzen sudah menebas satu pendekar lagi. Ia menggunakan pedangnya dan berlari dan melompat tinggi. Mampu menebas pendekar dan turun kembali dengan cepat.
"Ughh! Ti-dak mungkin ..." lirih pendekar yang mengalami luka tebasan di perutnya. Ia tidak bisa melanjutkan pertarungan karena luka itu. Pada akhirnya membuatnya terjatuh ke tanah.
Kini tersisa dua pendekar yang masih berada di atas pohon. Melihat kehebatan sang jenderal membuat keduanya panik. Bagaimana mungkin, pendekar seperti mereka yang sudah berlatih tahunan bisa kalah oleh orang seperti Bai Chauzen? Ini adalah sebuah penghinaan terbesar dalam hidup.
Jika mereka berada di tingkat kultivasi yang lebih tinggi, kemungkinan mereka bisa menandingi jenderal yang gagah perkasa itu. Namun demikian akhirnya, mereka yang telah tumbang tidak bisa kembali ke sekte yang menaungi para pendekar tersebut.
"Kalian mungkin kultivator yang mengandalkan energi qi. Tapi asalkan kalian tahu, kultivator bukan hanya kalian saja! Saya juga seorang kultivator. Bedanya, saya kultivator fisik! Jadi jangan harap bisa mengalahkanku dengan ilmu yang sedikit ini!"
Selama ini, mereka hanya tahu, kultivator mengandalkan energi qi dalam tubuhnya. Ternyata mereka baru mengetahui, tubuh fisik manusia juga bisa ditingkatkan. Bukan hanya energi batin/ qi saja yang mereka ketahui. Di mana dalam sekte tidak diajari tentang kultivasi fisik seperti yang dilakukan oleh Bai Chauzen.
"Hei, kalian jangan lari dari kami! Berhenti kataku!" Karena mereka ingin kabur dari pertarungan, Bai Chauzen menyuruh para prajurit untuk menangkap seorang pria dan seorang wanita yang hendak melarikan diri.
Benar saja, para prajurit terlatih pun bisa menggunakan taktik dari jenderal mereka. Setelah mendapat perintah langsung, mereka menghadang para pendekar yang hendak berlari. Diantaranya dengan ketapel raksasa yang sudah disiapkan sebelumnya.
***
__ADS_1